
Hari ini Zicko dan Lona memutuskan untuk tetap berada di rumah, mengingat Zicko yang semalam merasa pusing juga karena Lona yang tidak boleh terus beraktifitas.
Lona bersender pada dada Zicko menonton acara kartun dengan tangannya yang memegang cemilan.
Kehamilannya Lona memang banyak makan dan tidak memilih makanan dan itu membuat orang tuanya ataupun Zicko bersyukur namun walaupun Lona banyak makan sama sekali tidak membuat tubuhnya gemuk, bahkan tubuhnya masih langsing seperti dulu.
Lona menelan salivanya saat melihat sebuah Iklan es Krim, entah mengapa ingin rasanya dia memakannya.
" Kak,, Kita beli itu yuk " Ajak Lona langsung menarik tangan Zicko
" Beli apa sayang "
" Es Krim "
Zicko menurutinya, mereka menuju Mobil dan menuju mini market dekat rumah mereka.
Lona terus terbayang Es Krim yang begitu enak dan lumer di mulutnya, membuatnya ingin segera membeli dan memakannya..
" Kak,, Cepetan,, Aku udah pengin makan es Krim "
" Iya Sayang,, Sabar ya " Ucap Zicko mengusap kepala Lona
" Jadi ini yang di bilang ngidam, Hanya melihat gambar saja sudah sangat menginginkannya dan Lona baru merasakannya "
Mobil Zicko terparkir di depan sebuah Supermarket, dengan segera Lona berjalan turun dan Zicko langsung menggandeng nya masuk.
Pandangan Lona terus mencari keberadaan Es Krim yang diinginkannya, dan senyumannya terukir dia segera berjalan mendekat.
Matanya terus mencari Es Krim yang dilihatnya dengan segera dia mengambil beberapa varian rasa.
Zicko hanya membiarkannya dan menuruti keinginan istrinya.
" Sudah " Ucap Zicko saat melihat Lona yang sudah tidak lagi mengambilnya
" Heeem,, " jawab Lona tersenyum
Mereka berjalan menuju kasir dan Zicko membayarnya dan kembali menuju mobil,,
" Kak " Ucap Lona menahan tangannya yang di genggam Zicko
" Kenapa Sayang,, "
" Kita ke rumah Mama Ya, Aku kangen Papa "
" Ya Udah kita ke sana sekarang ya "
Lona tersenyum dan langsung memeluk lengan Zicko menuju mobilnya.
Entah dia merasa sangat rindu dengan Papa Tian.
" Kamu mau makan Es Krimnya dulu Yang "
" Engga, Nanti aja di rumah Mama "
__ADS_1
Zicko mengangguk dan dia melajukan mobilnya sedangkan Lona menatap lurus jalanan.
Zicko sesekali mengusap pipi Lona, dia merasa bahagia sangat bahagia malahan..
Setelah perjalanan sekitar 45 menit mobil mereka masuk ke sebuah pejarangan rumah mewah, Ya mereka sudah sampai di Rumah Tian dan Biyanka dan terlihat mobil Tian yang berada di sana.
Lona langsung membuka pintu mobilnya dan berjalan masuk meninggalkan Zicko juga Es Krim yang di belinya.
" Papa,, " Ucap Lona masuk ke dalam rumah
Biyanka dan Tian yang berada di ruang tengah bingung mendengar suara Lona,,
" Mas,, itu seperti suara Ade "
" Iya Sayang,, Kita lihat "
Tian dan Biyanka sudah berdiri namun terlihat Lona yang sudah berada di sana dan tersenyum,,
" Papa,, Ade kangen Papa " Ucap Lona memeluk Tian
" Papa juga kangen,, Ade sama siapa ke sini Sayang " Ucap Biyanka mengusap rambut putrinya
" Pa,, Ma" Ucap Zicko masuk dengan membawa sekantong plastik di tangannya
" Zicko,, Kamu bawa apa Nak "
" Ini Es Krim Mam "
" Sebanyak ini untuk apa "
Biyanka menatap Lona yang tersenyum,,
" Tapi sudah gak pengin, Buat Kak Zicko semua aja "
" Hah,, Kan tadi kamu pengin sayang " Ucap Zicko
" Kan penginnya pas di iklan Kak, sekarang sudah gak pengin lagi "
" Terus ini buat siapa "
" Kak Zicko aja, Pah temenin Ade yuk "
" Kemana Honey "
" Duduk di taman Pa, " Ucap Lona menarik tangan Tian
Zicko mengernyitkan keningnya melihat tingkah Lona yang mengabaikannya,,
" Kamu sabar ya,, itu yang di namakan ngidam Ko,, " Ucap Biyanka
Zicko hanya mengangguk, dia bingung dengan semua es Krim yang di belinya..
" Terus ini Ma "
__ADS_1
" Sini, Mama bawa ke dapur pasti nanti Lona akan memintanya lagi
Biyanka membawanya menuju dapur dan Zicko memainkan ponselnya.
-
Hari semakin sore dan Lona masih saja mengabaikannya bahkan dia terus bersama Tian tanpa peduli dengan dirinya.
" Itu yang dinamakan ngidam, Dan semua itu bukan kemauan Lona Ko,, kamu sabar ya "
" Iya Mam,, Aku ngerti "
Lona kembali bersama Tian dan duduk di sana,,
" Sayang,, kita pulang yuk udah sore "
" Engga lah,, Aku masih kangen papa.. "
" Besok kita ke sini lagi Oke "
" Ya Udah, Kakak aja yang pulang Aku mau di sini "
Zicko menghela napasnya,,
Dia harus sangat sabar menghadapi sikap ngidam istrinya.
" Honey,, yang Zicko bilang bener sayang.. Ade kan besok bisa main lagi ketemu Papa "
" Tapi Pa,, Ade kangen Papa " Ucap Lona memeluk Tian
" Ade,, Kasihan suami kamu Honey,, Nurut ya Sayang " ucap Biyanka
Lona menatap Zicko, namun dia kembali menatap Tian..
" Papa anterin kamu pulang mau " Ucap Tian dan Lona langsung mengangguk
Mereka berjalan keluar dengan Lona yang masih cuek dengan Zicko bahkan Lona tidak mau satu mobil dengan Zicko dan hanya mau terus bersama Tian.
" Hati hati sayang,, jaga kehamilan Ade ya" Ucap Biyanka mengecup kening Lona
" Iya Mam,, Ade pulang ya "
" Ma,, Aku pamit dulu " Ucap Zicko mencium punggung tangan Biyanka
" Iya hati hati Nak,, "
" Sayang aku anterin Lona sebentar ya " Ucap Tian mengecup kening Biyanka
Lona langsung masuk ke dalam mobil Tian, dan Zicko hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
" Astaga,, Jadi gini rasanya Ngidam..
Bener bener menyiksa,, Masa Lona ngidam nya nyuekin gue sih..
__ADS_1
Terus gimana kalau sampai rumah dan berhari hari.. Bisa mati berdiri gue " Batin Zicko
Mobil mereka melaju meninggalkan rumah Biyanka, Zicko mengikuti mobil Tian dengan menggerutuki nasibnya saat ini.