
Biyanka tertidur setelah sebelumnya dia terus minta untuk Tian peluk, Tidak seperti biasanya Biyanka merasa seperti ini dia meminta Tian untuk terus menemaninya hingga tanpa terasa Biyanka tertidur..
Tian mengusap rambut Biyanka, Biyanka sedang ingin bermanja dengannya dan sebagai suami yang menyayanginya dia merasa senang dengan sikap Biyanka..
Tian membenarkan selimut yang menutupi tubuh istrinya, dia pun berjalan menuju sofa untuk membuka laptopnya, dia membiarkan istrinya untuk istirahat.
Namun tidak lama Biyanka terus memanggilnya bahkan dia seperti ketakutan.. Tian segera menghampiri dan membangunkannya,,,
" Sayang,, hei,, kenapa Ucap Tian membangunkan Biyanka yang masih memejamkan matanya..
Biyanka segera bangun dia menatap Tian dan langsung memeluknya erat, dia pun meneteskan air matanya..
" Jangan tinggalin aku Mas,, Ucap Biyanka sambil memeluknya
" Sayang,, tenang ya semua cuma mimpi.. Mas disini temani kamu..
Tian terus mengusap bahu Biyanka yang masih memeluknya erat,,
-
Tian mengambil air dan memberikannya kepada Biyanka,,
" Udah tenang hem,, Ucap Tian membenarkan rambut Biyanka yang menutup wajahnya
Biyanka hanya mengangguk, terlihat keringat di keningnya, Tian mengambil tisu dan mengusapnya..
" Mas,, Aku mimpi kamu pergi ninggalin aku Ucap Biyanka dengan mata yang kembali berkaca kaca..
" Sstt,, Itu cuma Mimpi ya.. Dan semua itu gak akan pernah terjadi..
" Tapi Mas,, Semua itu seperti nyata.. Kamu pergi bersama wanita lain dan ninggalin aku juga anak anak.. Aku gak mau Mas..
Tian memeluk Biyanka untuk menenangkannya..
" Udah ya,, semua cuma Mimpi.. Mas gak akan pernah melakukan itu dan sama sekali gak ada di pikiran Mas sayang,,
Tian mengusap air mata yang terus mengalir di pipi Biyanka,, dia benar benar bingung kenapa Biyanka bisa bermimpi seperti itu..
*****
__ADS_1
Biyanka terus terdiam, dia masih terus teringat dengan mimpinya.. Dia takut jika hal buruk akan terjadi seperti saat Tian kecelakaan waktu itu,,
Tian berjalan menghampirinya dengan membawa bubur yang sengaja dibuatkannya, Biyanka sedikit demam setelah bangun tadi dan wajahnya pun terlihat pucat..
Mungkin karena terus memikirkan tentang mimpinya..
" Sayang,, Kamu makan dulu ya..
Mas sudah buatkan bubur,, Ucap Tian tersenyum
Biyanka mengangguk dan Tian mulai menyuapinya..
-
Biyanka terus bersended pada Tian, dia enggan untuk Tian Tinggalkan bahkan tangan Tian selalu digenggamnya..
" Kita Ke Rumah sakit ya Yang,, wajah kamu pucat, Mas gak mau terjadi sesuatu dengan kamu..
" Engga Mas,, aku gak papa..
Aku cuma pengin kamu temani,,
Cup,,
" Ya sudah Mas temani kamu ya..
Kamu istirahat,, Mas akan disini..
Biyanka merebahkan tubuhnya menghadap Tian dan terus menggenggam tangannya..
Tian mengusap wajah Biyanka dan sesekali mengecupnya..
******
Hari sudah malam,,
Dan kini Biyanka duduk di meja tengah bersama kedua anaknya,,
Biyanka tersenyum melihat mereka yang sedang belajar menggambar, Lio terlihat sangat perhatian dengan Lona.. Bahkan dia selalu mengalah jika Lona meminta diajarinya..
" Hai sayang,, Ucap Tian mengecup kepala mereka
Lio dan Lona tersenyum dan kembali menggambar,,
__ADS_1
Tian duduk di samping Biyanka dan menyentuh keningnya..
Biyanka tersenyum,,
" Masih pusing Yang,,
" Engga Mas, Udah mendingan mungkin terlalu lelah saja..
" Besok kita ke rumah sakit ya.. Mas gak mau kamu kenapa kenapa..
Biyanka mengangguk, dan mereka kembali menatap kedua anaknya..
*****
Sementara Bella, dia sudah kembali dari Rumah Sakit dan sekarang dia tinggal bersama kedua orang tuanya..
Aldo sering bolak balik menjenguk Bella dan kedua orang tua mereka sudah bertemu bahkan pembicaraan mengenai pernikahan mereka pun sudah terjadi, namun Aldo dan Bella akan menikah setelah kaki Bella sembuh karena Bella masih belum bisa jalan dan harus istirahat total akibat kecelakaan waktu itu..
Kedua Orang Tua Aldo pun sudah kembali ke Amerika karena mereka harus mengurus bisnisnya dan akan kembali saat mereka akan menikah nanti..
" Sayang,, Aku pulang dulu ya..
Kamu istirahat, jangan banyak gerak ya Ucap Aldo mengusap rambut Bella
" Iya,, kamu hati hati ya..
Langsung pulang terus istirahat..
Aldo tersenyum dan mengecup kening Bella sebelum keluar kamarnya..
Bella tersenyum menatap Aldo yang berjalan keluar kaamrnya, dia merasa lega karena kedua orang tuanya merestui hubungan mereka bahkan mereka akan segera melangsungkan Pernikahan..
\=\=\=\=\=\=\=
Hai,,
Banyak yang tanya,, kok gak Up si, Kok Up cuma dikit??
Aduh,, saya bingung jawabnya..
Di sisi lain saya sedang sedikit sibuk, juga terus berpikir kelanjutan ceritanya agar kalian gak bosen jadi maklumin ya kalo sering telat Up.. šš
Saya bakal usahakan tiap kali Up untuk kalian semua.. šš
__ADS_1