
holla lanjut baca ceritanya ya...
pak penjual eskrim langsung memberikan pesanan rasanya kepada nisa setelah itu nisa pun membayar seharga dua puluh ribu rupiah.
dari penjual eskrim mereka bertiga menduduki bangku taman rumah sakit dan memakan es krimnya
saat es krim sudah termakan setengah tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka bertiga.
"hei" panggil orang itu kepada mereka
Nisa, wara dan satya pun menengok kearah orang tersebut
"kalian mengapa makan ice krim kan papa sudah bilang Jangan memakan ice krim" bilang pria itu
ya dia adalah RADIYTA GUNAWAN dan sering di panggil dengan nama Adit
"Hai pah, maafkan kami pah " ucap kedua anaknya tersebut
sambil menundukkan kepalanya kedua anak itu merasa bersalah kepada papahnya Adit
Adit yang melihat reaksi kedua anaknya menunduk kan kepala yang merasa bersalah pun akhirnya memaafkan nya
"yasudah papa maafkan tetapi hanya kali ini ya " ucap Adit sembari memegang kedua tangan anaknya
Nisa yang sedari tadi diam sekarang membuka suara nya
"maaf Pak, semua salah saya karena saya yang memberikan ice krim kepada wara dan satya " ucap bisa merasa bersalah karena gara gara nya wara dan satya harus di tegur oleh papa nya sendiri
tetapi nisa pun agak aneh kepada Adit karena adit terlalu mengekang anaknya padahal hanya memakan ice krim itu pun tak banyak dan masih di batas wajar tetapi Adit langsung seperti itu sikapnya
tapi nisa tak mau shuuzon kepada Adit .
Adit yang sedang fokus melihat kedua anaknya pun mengalihkan fokusnya kepada wanita yang menurut Adit cantik dan lebih dari kata perfect.
"siapa kau " ucap Adit dan kedua alisnya pun keatas tanda bertanya
wara dan satya yang sedari tadi dia langsung menjawab perkataan Adit.
"dia tante nisa papa, tante nisa yang kemarin menolong satya jatuh di taman " ucap satya
"oh kamu yang menolong anak saya Terima kasih ya atas pertolongannya " ucap Adit
Adit tak sadar bahwa dia tersenyum kepada nisa
sedangkan nisa sudah menjaga pandangannya karena jujur nisa merasa ada desiran hangat di tubuhnya setelah melihat Adit tersenyum
"oh ya perkenalkan nama saya Adit, saya ayah dari wara dan satya " ucap Adit sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan
"saya nisa syakira bapak bisa memanggil saya nisa " ucap nisa tetapi nisa tak membalas tangan Adit malah nisa menyatukan kedua tangannya untuk membalas perkenalan Adit.
Adit yang di perlakukan seperti itu bukan marah tetapi
malah tersentuh hati nya entah kenapa bahkan dulu saat bersama almarhum istrinya tak pernah ia merasakan perasaan seperti ini
Adit pun menarik tangan nya kembali
tak lama mereka saling canggung akhirnya telepon nisa berbunyi
nisa pun berdiri dari duduk nya dan mengangkat telepon
"assalamualaikum " ucap nisa pada orang yang tak dikenal di sebrang sana
"... "
__ADS_1
"ya dengan saya sendiri, kenapa ya? "
"..."
"inalillahi wa inaillaihi rojiun, ya saya akan kesana "
telepon pun di matikan dan nisa ingin pamit kepada tiga orang tersebut tetapi mereka malah menanyainya dahulu
"ada apa " ucap Adit , wara dan satya
"maaf saya harus ke rumah sakit ind*h keluar*a , umi saya mengalami kecelakaan " ucap nisa dengan suara yang serak
memang setelah nisa dapat kabar bahwa uminya kecelakaan nisa langsung menjatuhkan air matanya
"yasudah bagaimana jika kau ikut tak baik kalau kamu harus menyetir seorang diri " ucap Adit panik entah mengapa Adit bisa berbicara seperti itu
itu yang ada di otak Adit
"yasudah apakah tak merepotkan " ucap nisa tak enak hati
"tak apa ayo "
mereka berempat langsung menuju mobil yang memang terparkir di dekat taman karena tadi Adit memang hanya berniat menjemput kedua anaknya dan tak ada acara lain
sekarang mereka Adit, nisa, wara dan satya sudah berada di mobil milik Adit
sedari tadi nisa tak henti hentinya merapalkan doa untuk uminya supaya tak terjadi apa apa
...
kini nisa, Adit wara dan satya sudah berada di area rumah sakit
nisa langsung bertanya ke suster mengenai uminya
dan nisa di beri tahu kamar uminya, setelah itu nisa mengucapkan terimakasih kepada suster nya.
"assalamualaikum umi, ya Allah umi kenapa bisa seperti ini? umi ada yang sakit? yang mana umi beri tahu nisa nanti nisa panggil dokter " tanya nisa beruntun kepada uminya
"Wa'alaikumussalam nisa, umi tak apa tadi hanya ada yang menyerempet umi terus umi kaget dan akhirnya pingsan, tak ada yang sakit hanya badan umi lemas semua, tadi umi sudah di periksa sama dokter dan kata dokter umi tak apa " jawab umi humairah
humairah memang sangat bersyukur memiliki putri seperti nisa yang sudah cantik, pandai, lemah lembut
"syukurlah, umi apakah abi belum datang " tanya nisa sambil menduduki kursi yang memang dekat dengan tempat umi
"abi sudah datang tapi sedang beli makanan karena umi tak suka makanan rumah sakit "
"oh begitu" ucap nisa
umi yang melihat tiga orang lelaki di belakang nisa pun bertanya kepada nisa
"nisa siapa mereka nak " tanya umi
nisa melihat ke arah belakang badannya dan
nisa baru ingat akan kehadiran Adit, wara dan satya
"astagfirullah nisa lupa umi perkenalkan ini wara dan satya dan ini pak Adit ayah dari kedua anak itu .
dan perkenalkan ini ibu saya " ucap nisa sambil memperkenalkan mereka
saat nisa memperkenalkan Adit dengan ibunya nisa Adit hanya tersenyum
"halo apakah aku dan wara boleh memangil nenek " tanya satya
__ADS_1
"tak apa kalian boleh memanggil nenek " jawab humairah kepada dua anak laki laki itu
"terimakasih nek "
dari perkenalan itu mereka berbicara banyak karena wara dan satya banyak berbicara
sampai akhirnya abi zakaria datang membawa satu bungkus bubur di tangannya
"assalamualaikum, wah ada tamu " ucap abi sambil memasuki kamar istrinya
"Wa'alaikumussalam " jawab mereka kompak
abi pun menaruh bungkusan bubur itu di salah satu tempat
"abi perkenalkan perkenalkan ini pak Adit dan ini kedua anaknya namanya wara dan satya " bilang nisa
Adit bersalaman ke abi zakaria
mengapa saat perkenalan umi Adit tak bersalaman?
karena tadi sempat Adit bersalaman ke pada nisa tetapi nisa bilang tidak mukhrim makanya Adit tak bersalaman ke pada umi humairah
abi pun membalas salaman dari Adit
"Adit pak " ucap Adit
"saya zakaria kamu boleh memanggil abi saja sama seperti nisa " bilang abi dan Adit pun tersenyum tanda mengiyakan
setelah itu mereka melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi.
jam sudah menunjukan pukul jam delapan malam Adit dan kedua anaknya pun sudah pulang dari tadi setelah azan magrib.
sedangkan nisa masih berada di rumah sakit menunggu umi nya , tak lama dokter dan suster pun datang untuk mengecek keadaan humairah
"bagaimana dok keadaan umi saya " tanya nisa
"alhamdullilah sudah membaik besok pun sudah boleh pulang " bilang dokter
.
.
.
.
.
.
.
.
***halo haloo gimana kabarnya semua..
semoga sehat selalu ya, selalu stay di rumah jangan keluar - keluaran kalo urusannya begitu penting
kita memang bukan dokter yang sering membantu
tetapi dengan kalian di rumah itu sudah membantu loh
aku mau bilang terimakasih atas dokter dokter yang sudah berjasa dan kalian kalian yang tidak keluar rumah dan menaati peraturan...
__ADS_1
dari pada keluar keluaran mending di rumah sambil baca cerita dari mangatoon khususnya cerita ku ini ya hihihi
tak lupa juga salam hangat dari ku untuk kalian❤❤***