
sudah dari tiga hari yang lalu Derian keluar dari rumah sakit tapi keadaannya tidak berubah, setiap pagi dan malam Derian selalu muntah-muntah Tania tidak tau apa yang terjadi pada suaminya padahal Derian selalu makan makanan yang sehat tapi tetap saja makanan yang masuk ke dalam mulutnya pasti keluar lagi, tapi anehnya kalau siang hari Derian seperti biasa malahan Derian bugar sekali dan juga yang lebih parahnya lagi Derian suka ngajak makan tengah malam, membuat berat badan Tania naik...
seperti sekarang Derian sedang memuntahkan makanannya yang sudah dia makan tadi, Tania sebenarnya kasian karena akibat sakit anehnya Derian, dia tidak bisa menghandle kerjaannya, akibatnya Roni dan juga Doni bulak balik ke rumah hanya untuk meminta tanda tangan Derian saja...
" udah mas " tanya Tania
Derian hanya menganggukkan kepalanya, lemas itu yang Derian rasakan seperti biasa Derian selalu saja tersiksa...
" ayo keluar nanti aku buatin teh jahe biar kamu enakan " ucap Tania
" suruh bi Asih saja yang, kamu disini aku gak mau di tinggal " ucap Derian lirih
dan ini yang lebih anehnya lagi Derian selalu saja nempel padanya, sekalipun Tania gak ada di sampingnya Derian akan diam dan menundukkan kepalanya seperti kejadian waktu di rumah sakit, yang membuat Santi kesal setengah mati...
" ya sudah aku mau bilang dulu sama bi Asih buat bikinin kamu teh jahe " ucap Tania
" jangan lama-lama teriak aja di tangga " ucap Derian
" gak baik mas teriak-teriak di rumah kalau di tiru Dio gimana " tanya Tania
" Dio lagi liburan sama eyang Kakung sama eyang uti nya ke Jogja sayang " ucap Derian
memang mereka sudah kembali ke kamar mereka setelah Tania di nyatakan sudah sembuh total, dan juga tentang Dio anak itu ngotot ingin ikut bersama kedua orang tuanya pulang ke Jogja kemarin...
" ya sudah sebentar " ucap Tania
" hemm jangan lama-lama " ucap Derian
" iya mas bawel deh " ucap Tania
Derian malah cemberut di katai bawel, bibir kecil miliknya maju ke depan membuat Tania menjadi gemas langsung saja Tania cium bibir Derian sekilas lalu pergi dari sana, sedangkan Derian yang mendapat serangan Pajar hanya tersenyum sambil memegang bibirnya...
Tania keluar dari kamar dengan wajah yang sudah memerah akibat malu dengan kelakuannya, saat dirinya sudah sampai di tangga Tania melihat bi Asih sudah siap mau belanja...
" bi mau kemana " tanya Tania
" mau ke supermarket mba, stok makanan udah sedikit " ucap bi Asih
" oh, bentar Tania ambil uangnya dulu " ucap Tania tapi saat Tania ingin berbalik bi asih mencegahnya...
" gak usah mba, kemarin nyonya Santi sudah kasih bibi uang bulanan " ucap bi Asih
__ADS_1
" loh kok mama " ucap Tania kaget
" iya, kemarin kan nyonya tinggal disini terus liat isi kulkas tinggal sedikit, beliau tanya apa mas Derian dan juga mba Tania belum kasih uang bulanan, kata bibi belum soalnya mba Tania sedang sibuk sama kondisi mas Derian " ucap bi Asih
" ya ampun, aku jadi gak enak sama mama " ucap Tania
" bibi juga kemarin sudah menolak karena takut mas Derian marah, kalau nyonya Santi ngasih uang bulanan,tapi kata nyonya gak apa-apa, mba nanti tinggal bilang makasih aja sama nyonya Santi bibi juga merasa gak enak nerimanya " ucap bi Asih
" ya sudah kalau bibi mau ke supermarket pergi saja " ucap Tania
" mbak perlu apa biar bibi bikinin dulu " tanya bi Asih
" tadinya saya mau minta tolong bibi buat bikinin teh jahe buat mas Derian " ucap Tania
" oh gitu, ya sudah mba bibi bikinin dulu mba keatas saja takut mas Derian nyariin " ucap bi Asih
" beneran gak apa-apa " tanya Tania
" iya mba gak apa-apa baru juga jam sembilan mba masih pagi " ucap bi Asih
" oh, ya sudah makasih ya bi kalau selesai langsung anter ke atas " ucap Tania
" baik mba " ucap bi Asih
" sama-sama " ucap bi Asih
Tania pun kembali ke atas takutnya Derian menunggu, sedangkan bi asih kembali lagi ke dapur untuk membuatkan minuman pesanan Tania, saat tiba di kamar Tania tidak melihat suaminya di kamar tapi Tania bisa mendengar kalau ada seseorang yang sedang muntah di kamar mandi siapa lagi kalau bukan Derian...
Tania langsung menghampiri suaminya, Tania kasian melihat keadaan Derian yang sudah lemas duduk di dekat wastafel wajahnya sudah pucat sekali...
" ya Allah mas, kamu gak apa-apa kita ke rumah sakit lagi ya aku gak tega liat kamu terus-menerus muntah-muntah " ucap Tania
" sayang, kenapa lama di bawah " ucap Derian lirih
" iya mas maaf tadi aku minta tolong bibi dulu buat bikin teh jahe buat kamu " ucap Tania
" aku mau di peluk " ucap Derian
Tania langsung memeluk Derian, dia ingin sekali menangis melihat keadaan suaminya yang seperti ini kepala Derian yang berada di bagian dadan Tania langsung mendusel mencari kenyamanan, setelah menemukan kenyamanan Derian langsung memeluk Tania dengan erat...
" gak mau pindah dulu mas " tanya Tania
__ADS_1
walaupun kamar mandi mereka bersih dan juga wangi tetap saja itu kamar mandi mana sebelahnya tempat buang hajat lagi, Derian hanya menggelengkan kepalanya...
" kamu kenapa sih perasaan muntah-muntah di pagi sama habis makan malam aja " ucap Tania sambil mengelus rambut Derian
" perut sama tenggorokan aku sakit sayang " gumam Derian
" yaitu efek dari muntah-muntah mas, kita pindah ke ranjang terus minum obat anti mual yang di kasih dokter biar kamu mendingan " ucap Tania
" gak mau obatnya besar-besar " ucap Derian
" namanya juga obat buat orang dewasa mas, kalau mau sirup itu khusus buat anak-anak " ucap Tania
" aku mau yang sirup aja sayang, kalau yang tablet sakit nelennya " ucap Derian sambil mendongakkan kepalanya keatas tapi posisinya masih di peluk Tania...
" masa sirup sih mas " ucap Tania
" maunya sirup sayang " ucap Derian sambil menggoyangkan badan Tania membuat Tania tersenyum karena melihat tingkah suaminya...
" ya sudah ayo kita pindah dulu, nanti aku suruh pak Amin buat beliin " ucap Tania
" beneran " tanya Derian
" iya mas ayo " ucap Tania
" cium dulu wajah aku semuanya jangan ada yang kelewat " ucap Derian
Tania mencium seluruh wajah Derian dari kedua pipi, hidung, dagu, dahi dan juga terakhir bibir, tapi yang terakhir Derian malah menahan tengkuk Tania agar tidak lepas ciuman mereka, cukup lama mereka dengan posisi begitu Tania merasa Derian semakin agresif...
" mas " gumam Tania sambil memukul bahu Derian
" kenapa " tanya Derian dengan tatapan tidak berdosanya
" kalau urusan beginian aja kamu banyak tenaga " ucap Tania
" vitamin sayang, udah lama juga aku gak ngerasain " ucap Derian
" iyain saja " ucap Tania lalu bangkit dan tak lupa membantu Derian untuk berdiri...
Tania tidak habis pikir sudah lama katanya, sudah lama apaan kemarin sehabis dia menemani Derian makan tengah malam selanjutnya dia harus menemani dia melakukan olahraga malam, mana Derian kalau sudah melakukan tidak mau berhenti kalau belum adzan subuh berkumandang...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉