Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 57


__ADS_3

di dalam ruangan terlihat seseorang yang masih tidur yang tak lain adalah Derian, sehabis makan siang Derian memilih tidur tidak tau kenapa membuat Doni sang asisten pribadi beberapa kali membangunkan Derian tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari Derian, tak lama Roni masuk melihat Derian masih tidur dia hanya menghela nafas panjang...


" belum bangun juga Don " tanya Roni


" belum pak, dari tadi saya coba bangunkan pak Derian tapi gak bangun-bangun malah sekarang pak Derian menangis " ucap Doni


Roni melihat ke arah Derian benar saja bos sekaligus sahabatnya ini menangis, tidak tau apa yang dia tangisin, seharusnya Derian hari ini rapat bersama koleganya tapi pas Roni masuk Derian malah tidur...


" ini orang tidur apa mati sih lama banget mana gak bangun-bangun lagi " ucap Roni


Roni mencoba membangunkan Derian isakan tangis Derian malah semakin kencang membuat Roni panik, takut ada apa-apa sama atasannya...


" Yan, Derian bangun " teriak Roni sambil menggoyangkan badan Derian agar bangun tapi Derian malah menangis sambil memanggil nama Tania...


" apa perlu saya panggilkan dokter " tanya Doni


" gak usah kita coba lebih kencang bangunin bos kita " ucap Roni yang ditanggapi anggukan oleh Doni


" pak bangun ya ampun kenapa begini banget " ucap Doni


" Yan, woyy ya Allah nih orang bangun ah elah " ucap Roni


Roni dan Doni sudah kehabisan akal mereka terpaksa membangunkan Derian dengan cara menggulingkan tubuh Derian ke bawah, dan dengan ringisan kecil Derian bangun dari tidurnya...


Derian mengerejapkan matanya Kana silau oleh cahaya dan matanya basah oleh air mata, ternyata ampuh membangunkan orang yang susah tidur ya harus dengan cara ekstrim...


" lu susah banget sih di bangunin " ucap Roni kesel


" gue dimana Ron " tanya Derian parau suaranya hampir habis


" di kantor lah dimana lagi lu kira, di suruh meeting malah tidur " ucap Roni dengan nada kesalnya


" mana tidur kaya orang mati lagi susah di bangunin " ucap Roni kembali


" bapak gak apa-apa " tanya Doni sambil memberikan air minum agar Derian lebih baik...


" makasih Don " ucap Derian lalu meminum air yang di berikan Doni sampai tandas...


" sama-sama pak " ucap Doni


" Tania dimana Ron " tanya Derian

__ADS_1


ucapan Derian semakin melantur membuat Roni sempat bingung dan juga kesal, dengan menghela nafas berat dan mengendurkan dasinya Roni menatap Derian berang...


" ya di rumah lah, dimana lagi lu kenapa sih otak lu geser apa gimana " ucap Roni


" hah " ucap Derian cengo lalu berucap kembali " seriusan " tanya Derian tidak percaya


" ngapain gue bohong, lu kenapa sih mimpi lu " tanya Roni


" hari ini jadwal gue kosongin aja gue mau balik " ucap Derian


lagi-lagi ucapan Derian membuat kedua pemuda beda generasi itu di buat bingung, kenapa sih dengan Derian hari ini tingkahnya aneh banget, Roni mengecek dahi Derian takut aja duda anak satu itu kesambet, tapi pas di cek gak panas normal...


" yakin lu, gak mau periksa ke dokter " tanya Roni


" gak usah gue mau pulang aja " ucap Derian lalu bangkit di bantu Roni dan juga Doni


" saya suruh supir untuk standby di bawah pak " ucap Doni yang ditanggapi anggukan oleh Derian...


Derian pun pergi dari ruangannya dengan keadaan lemas, Roni dan Doni saling tatap lalu menghela nafas kembali...


" balik aja lah Don gue pusing liat atasan gila lu " ucap Roni


" lalu kerjaan kita gimana pak " ucap Doni


sedangkan Derian yang sudah berada di dalam mobil menuju rumahnya, berkali-kali dia melirik kearah jam ternyata masih jam satu dan dia masih tidak percaya kalau itu hanya mimpi tapi kenapa Derian merasa itu sangat nyata, Derian ingin cepat-cepat sampai di rumahnya agar bisa memastikan kalau tadi itu hanya mimpi dan Tania masih berada di sisinya...


sesampainya di rumah Derian berlari ke arah dalam, sesampainya dia di dalam rumah ternyata sosok yang dia cari memang ada dia lagi berdiri sambil membawa minum mungkin untuk anaknya, sedangkan Tania yang melihat Derian sudah pulang merasa heran mana penampilan Derian sangat kacau...


Derian langsung memeluk Tania memastikan kalau dia tidak mimpi, perlakuan Derian membuat Tania bingung dan Tania merasa bahunya basah...


" mas " panggil Tania


Derian tidak bergeming masih memeluk Tania dengan erat, dia tidak mau melepaskan Tania dia takut kalau mimpinya akan kenyataan...


" mas, mas kenapa sih lepas dulu aku gak bisa nafas " ucap Tania


Derian pun melepaskan pelukannya sambil menunduk, Tania yang melihat itu semakin heran...


" mas kenapa, mas gak apa-apa " ucap Tania sambil mengelus rambut Derian


" jangan tinggalin mas ya, mas mohon " ucap Derian lirih

__ADS_1


" iya, tapi kenapa sih aku jadi bingung, duduk dulu tenangin " ucap Tania


Derian pun duduk dengan Tania di sampingnya, Derian melirik ke arah anaknya yang sedang makan tanpa menghiraukan keberadaan dirinya dan Tania...


Tania dengan sayang menghapus air mata Derian, sangat lucu wajah Derian sangat merah sampai-sampai merah di wajah ya menjalar ke telinga...


" mas gak apa-apa " tanya Tania


" gak apa-apa " ucap Derian masih dengan isakan kecilnya


" kalau gak apa-apa kenapa nangis hemm " ucap Tania


" mas takut aja " ucap Derian


" takut apa sih mas, coba cerita sama aku " ucap Tania


" mas tadi mimpi kamu tinggalin mas sendirian " ucap Derian


Derian menceritakan mimpinya sambil menangis membuat Tania ingin tertawa tapi juga kasian, ada rasa bahagia di dalam hatinya Derian begitu sangat mencintainya sampai-sampai Derian takut kehilangannya, tapi tunggu mimpi Derian ada yang sama dengan mimpinya...


" mas tadi bilang kalau aku sempat ketemu sama maminya Dio " tanya Tania yang ditanggapi anggukan oleh Derian


" ciri-cirinya mba Sasa itu tubuhnya langsing, tinggi dan senyumnya mirip banget sama Dio " ucap Tania


ucapan Tania membuat Derian terkejut darimana Tania tau ciri-ciri Sasa, setau Derian di rumah ini tidak ada foto Sasa...


" Da-darimana kamu tau " tanya Derian gugup rasa takutnya langsung menjalar ke ulu hatinya...


" sebenarnya sebelum aku pulang kesini aku sempat mimpi di datangi oleh perempuan cantik, tapi mas tempat itu tuh sangat bagus aku suka dimana senja sebagai latar belakangnya, perempuan itu hanya tersenyum sambil bilang nitip kamu sama Dio, dia percaya sama aku mas " ucap Tania terharu awalnya dia tidak tau kalau itu ibunya Dio tapi pas wanita itu tersenyum Tania bisa melihat ada kemiripan di senyum itu...


" dia tidak ajak kamu tinggal disana kan " ucap Derian takut


" iya gak lah mas, ibunya Dio kan sudah gak ada lagian aku kan masih hidup ngaco banget deh " ucap Tania kesal sambil memukul tangan Derian...


Derian memeluk kembali Tania sambil tersenyum dia sangat bersyukur kalau itu hanya mimpi, kalau kenyataan mungkin Derian akan benar-benar gila...


" terima kasih Sasa sudah membuat warna di hidup mas walaupun hanya sebentar, terima kasih kamu sudah mendatangkan seseorang yang sangat berharga buatku dan juga anak kita, kamu jangan khawatir mas gak bakalan lupain kamu, kamu masih ada di dalam hati mas di tempat yang paling dalam " gumam Derian dalam hati...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉

__ADS_1


gimana berhasil gak buat kalian misuh-misuh 😁✌️✌️


__ADS_2