
akibat selang infus yang di cabut paksa oleh Derian sekarang Derian terpaksa berganti dengan jarum infus yang baru karena yang tadi sudah di buang oleh Derian, darah yang keluar dari tangan Derian cukup banyak dan itu membuat Tania sangat khawatir...
" lain kali jangan di paksa di cabut ya pak, minta tolong ke pihak medis saja untuk membantu mencabut sementara " ucap dokter setelah memasangkan kembali infus baru di lengan Derian..
" maaf ya dok, tadi suami saya gegabah " ucap Tania tidak enak
" gak apa-apa Bu tapi lain kali jangan di paksa takutnya jarumnya patah di dalam berbahaya, selain itu bisa mengakibatkan pendarahan yang lebih fatal lagi dari yang sekarang " ucap dokter
" baik dok terima kasih " ucap Tania
" sama-sama, saya permisi " ucap dokter
" silahkan " ucap Tania
dokter sudah selesai mengganti jarum infus milik Derian setelah itu dokter pamit, sedangkan Derian hanya diam saja dari tadi...
" denger tuh mas lain kali jangan begitu emangnya gak sakit " ucap Tania
" gak kok " ucap Derian mengelak
" masa, coba sini aku tabok tangannya gak sakit tapi infusnya pindah tangan, liat tuh sampai biru begitu " ucap Tania kesal
" ya itu kan akibat dari urat sayang " ucap Derian tidak mau kalah
" kenapa akhir-akhir ini kamu jadi nyebelin sih mas " ucap Tania
" kata siapa gak tuh " ucap Derian
Tania merasa aneh dengan kelakuan Derian tidak biasanya begini, kemarin saja saat para sahabatnya datang langsung Derian usir katanya parfum mereka bau sekali, padahal pas Tania cium parfum milik Alexander dan juga Roni sangat wangi, khas parfum mahal...
tapi pas Dio datang dengan wajah penuh bedak karena habis mandi, Derian sangat suka dengan wangi yang keluar dari tubuh Dio, dan Derian mau wangi parfum milik Dio katanya wangi, padahal Dio tidak memakai parfum hanya minyak telon khas anak-anak...
" sayang pesanan aku udah kamu beli belum " tanya Derian
" belum, mending kamu makan dulu nanti aku beliin " ucap Tania
" dari kemarin iya beliin, iya beliin tapi gak di beliin-beliin alesan aja kamu mah " ucap Derian
" beneran mas sekarang aku beliin tapi kamu harus makan dulu, masa perut kamu harus kosong mulu " ucap Tania
" makanan rumah sakit gak enak sayang, aku mau makan nasi Padang " ucap Derian sambil membayangkan enaknya nasi Padang..
" gak boleh mas perut kamu belum bisa makan nasi, harus bubur dulu " ucap Tania
__ADS_1
" tapi aku gak mau bubur yang, lembek gak enak kaya lepehan nenek-nenek " ucap Derian
" mana ada, emang kamu pernah liat nenek-nenek melepehkan makanan " ucap Tania
" belum " ucap Derian sambil menggelengkan kepalanya
" ya udah makan dulu, nanti aku beliin minyak wangi kaya Dio, dan juga kalau kamu gak mau makanan dari rumah sakit, nanti aku buatin makanan dari rumah " ucap Tania
" beneran " tanya Derian
" iya mas, tapi buat sekarang makan yang ini dulu " ucap Tania
Derian hanya menganggukkan kepalanya, Tania telaten menyuapi Derian hanya beberapa suap saja katanya sudah mual kembali, Tania tidak memaksa yang penting perut Derian sudah terisi...
" aku udah mulai mual lagi yang " ucap Derian
" ya sudah, di minum dulu " ucap Tania
Derian meminum air yang di berikan Tania, dan selang tak lama Derian meminum obat dan tertidur agar tubuhnya cepat sehat, Tania yang melihat suaminya sudah tertidur hanya menghela nafas panjang, kelakuan suaminya lebih ajaib ketimbang Dio...
" kamu tuh akhir-akhir ini kenapa bersifat nyebelin sih mas " gumam Tania sambil mengelus rambut Derian...
Tania menghubungi ibu mertuanya meminta di bawakan bubur dari rumah, dan juga minta di bawakan minyak telon milik Dio karena stok minyak telon Dio banyak, Tania sengaja agar kebutuhan Dio tidak kurang...
" mas Derian mau minyak telon milik Dio mah " ucap Tania
" lah aneh sekali anak itu " ucap Santi
" gak tau mah aku juga, tadi aja selang infus di paksa di cabut oleh mas Derian " ucap Tania
" ada-ada saja kelakuan anak itu, masa akibat jatuh pingsan langsung geser otaknya " ucap Santi gak habis pikir
Tania hanya meringis mendengar ucapan mertuanya, ibu mertuanya ini kalau ngomong sedikit barbar, mangkanya orang kalau sudah tau sikap ibunya Derian sudah biasa kadang Santi kalau ngomong asal jeplak...
" ya sudah mama mau keluar dulu " ucap Santi
" Dio sama siapa mah " tanya Tania
" sama adik-adik kamu, jalan-jalan ke mall " ucap Santi yang ditanggapi anggukan oleh Tania...
" mama keluar bentar ya, nanti kita giliran jaga Derian " ucap Santi
" iya mah " ucap Tania
__ADS_1
Santi keluar dari dalam ruang inap Derian, dia lupa membeli sesuatu dia akan membelinya dulu lalu kembali untuk bergantian jaga, kasian menantunya kalau harus terus menerus menjaga Derian...
setelah kepergian mertuanya Tania menyimpan pesanannya di atas nakas, Derian tidur sangat nyenyak sampai-sampai dokter sudah memeriksa keadaan dirinya dua kali, tak lama Santi datang dengan membawa kantong plastik yang Tania tidak tau apa isinya, setelah itu Tania pamit untuk pulang sebentar karena dia harus membersihkan badannya, walaupun di ruang inap Derian ada kamar mandi yang lengkap untuk mandi tapi tetap saja Tania tidak seleluasa di rumah sendiri...
setelah Tania pergi, Derian bangun dari tidurnya yang pertama kali dia lihat adalah ibunya, membuat mood Derian seketika hancur...
" kok mama yang ada disini " tanya Derian dengan suara khas orang bangun tidur..
" memangnya kenapa " tanya Santi heran
" iya harusnya istri Derian lah yang ada disini " ucap Derian
" istri kamu lagi pulang dulu mangkanya mama gantiin jagain, sudah untung mama jagain daripada gak " ucap Santi
" dih kaya gak ikhlas aja nungguin anak sendiri " ucap Derian
" kamu tuh kenapa jadi nyebelin sih Yan, kesurupan reog kamu " ucap Santi
.
" astaghfirullah mama ngomongnya, asal bunyi aja " ucap Derian sambil mengelus dadanya biar sabar...
" dih kamunya yang nyebelin, untung menantu mama sabar orangnya " ucap Santi
Derian hanya diam tidak menanggapi omongan ibunya, dia bukan tidak suka ibunya datang tapi dia tidak terbiasa bangun tidur yang pertama kali dia liat bukan istrinya...
Santi menatap anaknya yang malah murung, benar-benar ya Derian, masa ketemu ibunya sendiri dia tidak suka Santi sampai tidak habis pikir...
" Yan, kamu sadar gak sih kalau sifat kamu tuh jadi aneh " ucap Santi
" aneh gimana sih mah perasaan aku biasa-biasa aja " ucap Derian
" kamu tuh bukan tipe orang yang nyebelin " ucap Santi
" mama, Derian gak nyebelin mama tuh yang nyebelin kenapa Derian bangun tidur malah mama yang ada " ucap Derian kesal
" ya ampun anak ini " ucap Santi kesal
Santi mengirimkan pesan singkat ke Tania agar dirinya cepat-cepat datang, soalnya bayi besarnya sudah merajuk Santi melirik ke arah Derian yang sedari tadi diam sambil menundukkan kepalanya Santi jadi berpikir apa yang di pikirkan oleh otak aneh anaknya itu....
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1