
setelah keluar dari rumah sakit, kerjaan Tania hanya diam saja karena Derian tidak mengizinkan Tania melakukan aktivitas karena takut istrinya kecapean, tugas mengantar jemput Dio dia yang ngehandle, bahkan kamar pribadi mereka pindah ke bawah di kamar tamu yang dulu Tania tempati, agar Tania leluasa untuk ke kamar dan juga kemana mana...
saat ini Tania sedang duduk di atas tempat tidur sambil membaca salah satu novel yang dia titip ke Derian beli di toko buku, terdengar suara mesin mobil mungkin Derian baru pulang menjemput Dio...
terdengar suara gaduh di luar Tania ingin sekali beranjak tapi badannya masih lemas akibat efek dari terapi, kakinya merasa sakit yang luar biasa, penyembuhannya cukup lama saat dokter bedah ortopedi memberi tahu, karena selain tulang yang retak ada saraf di kaki Tania yang sedikit kejepit...
istirahat yang total, makan makanan yang sehat, minum obat yang teratur, dan juga terapi yang rutin, membuat Tania sedikit minder dan sering berdiam diri di kamar, Tania merasa dirinya menjadi lumpuh, terkadang Tania suka menangis tiba-tiba saat mengingat anaknya yang sudah pergi...
suara pintu terbuka dan terlihat suaminya yang baru saja pulang, hari ini Derian tidak masuk kerja karena harus menemani dirinya terapi, Tania merasa beruntung memiliki suami seperti Derian tapi ada rasa pesimis juga karena keadaannya...
" mau makan sayang " tanya Derian saat dirinya sudah duduk di samping Tania
" tadi udah makan mas, mending kamu yang makan dulu kasian Dio makan sendirian " ucap Tania
" aku makan bareng kamu " ucap Derian
" ya udah aku temenin, ayo mas " ucap Tania
saat Tania menggeserkan tubuhnya untuk berpindah ke kursi roda, Derian segera menghentikan...
" gak usah sayang tadi aku minta bi asih anter makanan kesini, dan juga Dio anak itu mungkin sebentar lagi kesini " ucap Derian
" gak apa-apa mas, aku masih bisa kok temenin kamu makan di meja makan " ucap Tania
" kamu perlu istirahat sayang " ucap Derian
Tania malah mensalah artikan ucapan Derian, Tania langsung diam dan menatap ke arah lain, sungguh hati Tania akhir-akhir suka badmood mendadak, Tania merasa kecil hati...
Derian yang menyadari keterdiaman istrinya langsung paham dengan kondisi Tania, waktu saat Tania sedang di terapi dokter yang menangani Tania bilang kalau seseorang yang sedang mengalami kejadian seperti ini suasana hatinya suka berubah-ubah, mangkanya sebisa mungkin Derian harus menjaga dan lebih peka lagi dengan kondisi Tania karena bisa saja Tania akan mengalami depresi...
" sayang, bukan mas gak mau di layani sama kamu, tapi mas takut kamu kenapa-napa lagi, jangan berfikir yang macam-macam mas tulus rawat kamu " ucap Derian
tidak tau kenapa ucapan Derian malah membuat Tania menangis, Derian yang mengetahui istrinya menangis langsung memeluk dan memberikan ketenangan...
" jangan nangis mungkin Allah lagi nguji kita agar kita lebih sabar lagi " ucap Derian
" maafin aku mas, aku malah ngerepotin kamu dengan keadaan aku yang cacat " ucap Tania sambil menangis
" kamu gak cacat sayang, kamu pasti sembuh mas yakin " ucap Derian
" gimana kalau aku gak bisa jalan lagi mas " ucap Tania
__ADS_1
ketakutan itu lah yang membuat Tania merasa akhir-akhir ini suasana hatinya sering tidak menentu...
" jangan bilang seperti itu, mas akan berusaha lebih agar kamu bisa jalan lagi " ucap Derian
" kamu pasti malu punya istri cacat seperti aku " ucap Tania
" aku gak akan malu punya istri seperti kamu, asal itu kamu aku gak peduli dengan keadaan fisik walaupun dengan tidak kesempurnaan aku tetap akan menerima kamu apa adanya " ucap Derian
" makasih mas " ucap Tania
" jangan nangis lagi, jangan merasa diri kamu kecil karena keadaan kamu, kamu harus yakin kalau kamu bisa jalan kembali, mas disini di samping kamu " ucap Derian
" aku takut gak bisa jalan lagi mas " ucap Tania
" dokter kan sudah memastikan kalau kaki kamu bisa sembuh walaupun sembuhnya agak lama " ucap Derian
Tania hanya diam dan Derian kembali memeluk tubuh Tania, Derian bisa merasakan kalau badan istrinya semakin kurus ...
tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah Dio sambil membawa susu kotak, dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya...
" mami masih sakit " tanya Dio sambil berlutut di samping tempat tidur dan menatap Tania..
" mami udah mendingan sayang, gimana sekolahnya " tanya Tania
Derian dan Tania tidak mengerti apa itu himau...
" himau apa Yo " tanya Derian
" masa papi gak tau himau, itu loh pih yang sualanya seperti ini " ucap Dio lalu bangkit dari berlutut nya, dan memperagakan tentang hewan yang dia ceritakan...
" gini pih sualanya, Uuuuwwaalll " ucap Dio bersuara tangannya yang dia gerakan seperti mau mencakar...
tingkah lucu Dio membuat Tania dan Derian seketika tertawa...
" itu namanya harimau Dio " ucap Derian
" iiiyyyaa, itu " ucap Dio antusias
" apa coba " tanya Tania
" himau mami " ucap Dio polos sambil meminum susu yang dia bawa..
__ADS_1
" harimau sayang bukan himau " ucap Tania
" susah mami " ucap Dio
" ngapain juga temen kamu pelihara harimau mau jadi santapannya " ucap Derian
" santapan itu apa papi " tanya Dio
" santapan itu, makanan kalau temen kamu gak bisa kasih harimau itu makan bisa-bisa temen kamu yang di makan " ucap Derian
" kenapa begitu " tanya Dio
" iya karena temen kamu sudah gak bisa kasih harimau makan " ucap Derian
" masa gitu, memangnya Daddy nya Justin bangklut " ucap Dio
" mana papi tau " ucap Derian
" hhuuuu papi payah " ucap Dio lalu melanjutkan meminum susu kotaknya membuat Derian langsung cemberut...
seperti ini lah sekarang kehidupan rumah tangga mereka, walaupun sedang berada di keadaan tidak menyenangkan tapi ada kalanya mereka merasa bersyukur karena bisa berkumpul bersama, apalagi Dio anak itu tidak merasa kekurangan...
bi asih datang membawakan makanan untuk Dio dan juga Derian Tania sudah tidur karena habis makan obat, Derian melihat ke arah istrinya dengan tatapan sendu...
" papi " panggil Dio
" hemm apa " tanya Derian
" mami kok sakitnya lama " tanya Dio
" kaki mami kan harus terapi, agar bisa jalan lagi mangkanya Dio harus kasih mami semangat terus agar mami mau terapi " ucap Derian
" oh gitu, ental kalau mami udah sembuh kulsi itu buat Dio ya " ucap Dio sambil menunjuk ke arah kursi roda milik Tania...
Derian yang bingung maksud anaknya apa, Derian berpikir untuk apa anaknya memakai kursi roda...
" buat apa " tanya Derian
" buat main papi pasti selu " ucap Dio
Derian hanya menggelengkan kepalanya anaknya itu semakin ajaib saja pikirannya, padahal sudah lama tidak bergaul dengan Fathur adik iparnya....
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉