
Tania lagi membereskan baju-bajunya ke dalam koper hari ini dia akan pulang ke kampung halamannya, kemarin saat mereka sedang asik bercocok tanam di halaman belakang rumah Derian, Tania mendapat telepon dari sang ibu memberi kabar kalo sang ayah jatuh di kamar mandi, Tania yang mendengar itu langsung khawatir dia takut ayahnya kenapa napa, mangkanya dia minta izin ke Derian untuk cuti seminggu untuk menengok ayahnya...
awalnya Derian berat mengizinkan Tania pergi, masa baru pacaran sudah LDR, mana lama lagi tapi mau gimana lagi ini yang mendapat musibah ayah dari kekasihnya sekaligus insya Allah calon mertuanya...
" jangan lama ya disana nya " ucap Derian sekarang mereka sedang berada di kamar Tania tapi pintu terbuka lagian di luar juga ada kedua orang tua Derian mereka sudah tau kalau anaknya sedang menjalin hubungan dengan Tania respon mereka sangat baik, apalagi Santi baru datang sudah menggoda Derian habis habisan...
" seminggu doang gak lama " ucap Tania
" lama itu, atau aku ikut aja ya " ucap Derian saran dari Derian tidak Tania dengar karena Tania tahu kalau Derian sedang sibuk-sibuknya apalagi perusahaan Derian habis menyelesaikan proyek baru...
" gak bisa mas, kamu harus kerja " ucap Tania
" kerjaan bisa di limpahin ke Roni sama Doni kok " ucap Derian tetap memaksa agar bisa ikut..
" gak bisa gitu dong mas kamu kan atasannya yang tanggung jawab buat semuanya " ucap Tania sambil menatap ke arah Derian yang dimana Derian juga menatap dirinya...
" tapi.. kan " ucap Derian lesu
" gak ada tapi tapian disana juga kamu mau ngapain bantuin ternak lele ayah " ucap Tania
" iya nemenin kamu, nanti kalau kamu ke goda laki-laki lain gimana nasib aku gimana masa duda dua kali " ucap Derian
Tania yang mendengar itu hanya terkekeh geli apa katanya tadi duda dua kali mana bisa orang status mereka berdua hanya pacaran bukan nikah...
" ngaco.. mana mungkin duda dua kali kita tuh pacaran bukan nikah " ucap Tania
" iya sama aja, aku ikut ya please " ucap Derian memohon
__ADS_1
" udah deh Yan jangan ganggu Tania yang lagi packing sini keluar kamu " ucap Santi yang sudah berada diambang pintu bersama Dio
" tapi mah, ini aku lagi usaha loh " ucap Derian
" usaha apa orang kamu dari tadi ngerecokin Tania terus, sini keluar beliin martabak papa mau martabak katanya " ucap Santi
" suruh pak Amin aja sih mah, mama ini ganggu aja " ucap Derian kesal karena di ganggu ibunya terus...
" huh, pak Amin udah pulang kerumahnya kalau kamu lupa " ucap Santi
" ya udah deh, kamu mau di beliin apa " tanya Derian
" gak usah mas, aku udah kenyang kan baru makan " ucap Tania
" roti bakar selai keju sama strawberry mau " tanya Derian
" emmm, boleh deh hehe " ucap Tania gimana mau nolak orang yang di tawarin makanan kesukaannya, Derian yang mendengar itu hanya tersenyum dikit demi sedikit dia sudah tau apa yang di sukai oleh Tania...
" iya hati-hati " ucap Tania sambil tersenyum
Derian pun keluar setelah mengelus rambut Tania dengan sayang sambil tersenyum, Tania kembali membereskan baju-bajunya yang sempat terhenti...
sekarang Santi dan Dio yang giliran masuk ke dalam kamar Tania, untung saja Tania sudah selesai Santi duduk di sisi ranjang milik Tania...
" tante perlu sesuatu " tanya Tania
" gak kok, tante cuma mau ngobrol aja sama kamu boleh " ucap Santi
__ADS_1
" boleh dong tante memangnya ada apa " tanya Tania
" tante cuma bahagia saja akhirnya Derian mau membuka hati lagi buat seseorang apalagi seseorang itu adalah kamu, awalnya tante gak percaya saat bi Asih bilang kalau kalian lagi dekat, sampai-sampai bi Asih sama Derian di suruh istirahat dulu " ucap Santi
" awalnya aku juga gak percaya tan, apalagi saat mendengar penolakan pak Derian saat om, dan Tante mau jodohin kita " ucap Tania
" mungkin itu bukan penolakan karena Derian tidak suka sama kamu, tapi Derian takut kalau masa lalunya terulang kembali, trauma dia mungkin belum semuanya hilang tapi tante yakin kalau lambat laun semua akan normal gimana mestinya " ucap Santi sangat berharap karena dia ingin melihat anaknya bahagia..
" kalau boleh tau kenapa dulu tante jodohin pak Derian dengan almarhum ibunya Dio " tanya Tania
" dulu tante melihat Derian hanya fokus ke pendidikan tante senang awalnya Derian tekun dalam pendidikan tidak terpengaruhi oleh pergaulan, dia hanya memiliki dua sahabat yaitu Roni yang sekarang jadi sekertaris pribadinya, kamu pasti kenal kan " tanya Santi dan Tania menganggukkan kepalanya lalu Santi berucap kembali " dan juga Alexander pemilik sekolahan yang sekarang Dio sekolah pasti kamu juga sudah bertemu " ucap Santi
" iya tante, saya juga gak menyangka kalau Mr Alexander Graham adalah sahabat pak Derian " ucap Tania
" Alex lama di luar negeri di negara asal ayahnya di Spanyol, dulu Tante menjodohkan Derian bersama Sasa berharap Derian bisa berubah menjadi laki-laki hangat tapi sayang sifat Derian malah semakin dingin, Derian tidak pernah menyembunyikan apapun mau sifat atau sikap kalau dia tidak suka ya tidak suka, perlakuan Derian selama tiga bulan berumah tangga sangat cuek ke Sasa sampai saat kedua orang tua Sasa meninggal, dari sana Derian mulai luluh sampai dimana Sasa hamil Dio ada raut bahagia di wajah Derian tante bisa jelas melihat " ucap Santi
" lalu apa yang menyebabkan meninggalnya almarhum ibunya Dio tante " tanya Tania
" awalnya, Sasa pendarahan hebat sampai koma tiga hari tapi kami berharap Sasa akan membuka matanya ternyata tidak, Sasa meninggal dan disitu Derian sangat terpuruk tiga bulan dia menyendiri tanpa mau melihat anaknya sendiri, tante pernah bercerita tentang ini kan pas kita di cafe waktu itu " ucap Santi
" iya tante " ucap Tania
" tante berharap kamu bisa membangkitkan kebahagian di hidup Derian, dan terima kasih sudah mau menerima anak tante dan Tante juga berharap kamu mau menerima cucu Tante " ucap Santi tulus
" pasti tan aku nerima pak Derian satu paket dengan masa lalunya dan juga anaknya " ucap Tania sambil tersenyum
awalnya sih ingin mencairkan suasana agar tidak terlalu melow, tapi malah membuat Santi tertawa mendengar ucapan Tania, sedangkan Tania sejak tadi mendengarkan cerita Santi sambil menepuk-nepuk pantat Dio karena anak itu sudah mengantuk, dan tak lama suara mobil Derian terdengar Santi pun berpamitan keluar, dia sudah terlalu lama disana kasian suaminya sendirian di ruang keluarga...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉