Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 89


__ADS_3

di pagi hari terdengar seseorang yang sedang memuntahkan sesuatu yang sebenarnya hanya cairan saja, Derian mengalami morning sickness sampai sekarang tapi Derian muntah-muntah hanya pagi hari saja dan sekarang Tania sudah mengandung lima bulan, perut yang tadinya rata sekarang sudah terlihat...


" udah mas " tanya Tania sambil membantu memijat tengkuk suaminya..


Derian hanya mengangguk saja, lalu melirik istrinya dari samping Tania memakai baju seperti daster sangat terlihat perut buncitnya, Derian mengelus perut Tania dengan sayang lalu berlutut berhadapan dengan perut sang istri...


Tania yang melihat Derian berlutut gak heran lagi, Derian kalau sudah muntah-muntah suka langsung mengajak ngobrol anaknya yang berada di dalam kandungan Tania seperti sekarang...


" sayangnya papi, sehat-sehat ya jangan susahin mami cukup papi aja ok " ucap Derian lembut lalu mencium perut Tania dari luar baju...


perilaku Derian yang manis membuat Tania tersenyum Derian selalu memperingati anaknya agar tidak menyusahkan dirinya, tapi yang selama ini tersiksa adalah Derian...


Derian sudah masuk lagi kerja di kehamilan Tania menginjak tiga bulan, tapi setiap orang yang bertemu dengannya selalu mendapat hinaan bau dari Derian, dan tak lama Derian memberikan satu botol minyak telon ke orang itu dan power of masker masih setia menggantung di leher...


" langsung bersih-bersih mas aku keluar dulu " ucap Tania


" gak mau sekalian bareng kan semalam kita abis... " ucap Derian sambil tersenyum menyeringai...


Tania yang mendapat godaan di pagi hari hanya mendelik tidak suka, selain morning sickness yang masih Derian derita sifat mesumnya juga semakin menjadi, kata dokter itu sudah biasa sebenarnya hormon akan meningkat kalau kita sedang hamil tapi yang dokter maksud hormon adalah hormon ibu hamil tapi Tania merasa hormon kehamilannya biasa-biasa saja tapi kenapa hormon suaminya malah yang meningkat...


" gak usah aneh-aneh cepetan mandi, aku mau liat Dio dulu " ucap Tania lalu keluar dari dalam kamar mandi


Derian hanya tersenyum saja melihat tingkah sang istri, sangat menyenangkan sekali menjahili istrinya, Derian bergegas menuju shower hari ini akan ada peresmian pembukaan mall yang mereka garap selama ini, walaupun Derian hanya penanam saham tapi tetap setengah dari mall itu miliknya...


sedangkan Tania dirinya keluar dari kamar menuju ke kamar Dio yang berada di sebelahnya, saat Tania masuk anak itu masih tertidur di atas kasur miliknya, Tania hanya menggelengkan kepalanya melihat gaya tidur Dio persis seperti ayahnya...


" Dio " panggil Tania sambil mengelus rambut Dio dengan sayang


hanya suara serak kecil terdengar dari mulut anak itu tanpa membuka matanya, Tania tersenyum melihat itu sangat lucu sekali anak tirinya dengan pipi tembem tertekan karena sebagian pipinya tertekan bantal, karena gaya tidur Dio tengkurep...


" ayo sekolah udah siang ini masa baru beberapa bulan sekolah sudah malas " ucap Tania


" bentar lagi mi " ucap Dio dengan nada serak khas anak-anak

__ADS_1


" gak bisa, kalau Abang gak mau bangun nanti dede bayinya gak mau lagi main sama Abang, gak mau di kiss lagi sama Abang Dio " ucap Tania


sontak Dio yang mendengar itu langsung bangun dan duduk menghadap Tania, matanya yang masih sayu karena mengantuk menatap sang ibu lalu melirik ke arah perut Tania yang kelihatan buncitnya...


" morning dede bayi, Abang udah bangun kok jangan ngambek ya " ucap Dio sambil mengelus perut Tania...


" iya Abang " ucap Tania dengan nada anak kecil


Dio tersenyum lalu mencium perut Tania lalu mencium pipi ibunya...


" pagi mami Dio yang cantik " ucap Dio sambil tersenyum


" pagi juga Abang, ayo mandi nanti mami siapin baju buat Abang " ucap Tania


" gak usah mi, Dio kan udah besar udah jadi Abang " ucap Dio


Tania selalu bersyukur karena kehamilannya semua orang bahagia, Dio pertama kali di beritahu kalau Tania hamil hanya diam dan menatap perut Tania dan berucap ' mami kok di makan ' itu lah kalimat pertama yang keluar dari mulut Dio...


" baiklah cepetan mandi nanti mami sama papi tunggu di meja makan " ucap Tania sambil membenarkan rambut berantakan milik Dio...


" siap mami sayang " ucap Dio lalu berlari ke arah kamar mandi


Tania keluar dari dalam kamar Dio, sebelumnya Tania membereskan ranjang tidur milik Dio biar rapih, setelahnya Tania masuk ke dalam kamarnya terlihat sang suami sudah rapi dengan setelan jasnya...


." darimana sayang " tanya Derian saat melihat sang istri baru masuk ke kamar mereka...


" habis bangunin Dio mas " ucap Tania lalu membereskan tempat tidur mereka...


" sudah bangun " tanya Derian


" udah mas lagi mandi " ucap Tania yang ditanggapi anggukan oleh Derian...


Derian menghampiri istrinya lalu memeluk tubuh Tania dari belakang, tubuh kurus Tania berangsur-angsur berisi karena kehamilannya Derian selalu gemas saat melihat Tania...

__ADS_1


Tania yang mendapat perlakuan itu hanya tersenyum dan menikmati pelukan suaminya, ada rasa nyaman Derian mengelus perut Tania lalu meletakan dagunya di atas bahu Tania...


" makin sayang deh sama kamu " ucap Derian lalu mencium pipi kanan Tania


" kenapa hemm, pasti ada maunya baik gini " ucap Tania


" soudzon aja sama suami sendiri " ucap Derian


Tania hanya terkekeh geli mendengar itu, tangan Tania mengelus tangan milik suaminya yang berada di perutnya...


" sayang juga sama mas, makasih ya udah jadi suami yang baik jadi papi yang baik juga buat anak-anak kita " ucap Tania tulus


" itu harus, aku gak mau kalian kenapa-napa " ucap Derian


" mas kalau suatu saat aku menyerah, tolong semangat ya buat anak-anak kita " ucap Tania


ucapan Tania membuat Derian tertegun Derian tidak suka mendengar Tania berbicara seperti itu, Derian melepaskan pelukannya lalu memeluk sang istri walaupun terhalang oleh perut buncitnya...


" aku gak suka kamu ngomong kaya gitu, kamu harus sehat bayi kita juga aku belum bisa bahagiain kamu sama anak kita, jadi tolong bertahan lebih lama di samping aku " ucap Derian


" pasti aku pasti akan berusaha, tapi kita gak tau ke depannya seperti apa " ucap Tania


" aku akan selalu berdoa sama Allah agar kita selalu bersama selamanya " ucap Derian


Tania hanya menganggukkan kepalanya di dalam dekapan suaminya, saat mereka sedang merasakan kenyamanan satu sama lain tiba-tiba pintu kamar terbuka terlihat sosok yang dulunya kecil sekarang bertambah tinggi siapa lagi kalau bukan Dio, anak itu cemberut melihat kedua orang tuanya malah asik pelukan...


" di tungguin juga malah enak-enakan pelukan " ucap Dio sambil bersedekap dada


Derian dan Tania melihat tingkah Dio hanya tersenyum anak itu sudah tumbuh dewasa, seragam yang dulu kotak-kotak berwarna grey sekarang berganti menjadi warna grey polos di bagian celananya saja...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉

__ADS_1


__ADS_2