
sudah tiga jam Tania di tangani dokter lampu masih berwarna merah, karena satu jam yang lalu dokter mengatakan adanya darah yang tersumbat di otak Tania harus segera di operasi, mau menunggu orang tua Tania mereka masih di jalan...
orang tua Derian dan orang tua Tania saat mereka di beri tahu semuanya terdengar syok, apalagi orang tua Tania saat di beri tahu keadaan Tania sangat terdengar sangat sedih...
orang tua Derian sudah sampai Derian melihat sang anak yang di gendong kakeknya Derian paham kalau Dio masih syok anak itu sedari tadi menangis sambil memanggil nama Tania...
" gimana sudah ada kabar dari dokter " tanya Danu
" belum pah " ucap Derian lirih
" kenapa bisa terjadi sih " ucap Santi sedih
Santi sangat menyukai Tania, gadis itu yang membuat hari-hari anaknya lebih hidup apalagi untuk cucunya Dio sangat bahagia saat dekat dengan Tania...
" semua sudah takdir mah tidak bisa kita tolak " ucap Danu
tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat saat mereka melihat ternyata sahabat Tania yang datang, Ririn sangat terkejut saat mendengar kabar ini dia tidak menyangka sahabat satu-satunya akan berada di dalam ruangan itu...
" pak Derian gimana keadaan Tania pak " tanya Ririn
" belum ada kabar terbaru lagi para dokter masih di dalam " ucap Derian lirih
wajah Derian sudah sangat frustasi, rambut yang acak-acakan, kemeja putih Derian sudah keluar dengan bagian lengan sudah di gulung, dasi yang sudah di kendorkan...
Ririn duduk di samping Santi, Ririn sama merasakan kesedihan itu bagaimana pun Tania sahabat yang Ririn punya, tapi sekarang sahabatnya berada di dalam memperjuangkan hidupnya...
terdengar kembali suara langkah kaki di iringi sedikit berlari ternyata keluarga Tania sudah datang, wajah sang ayah sangat tersirat kesedihan dan juga ke khawatiran dengan masih menggunakan kruk untuk membantu berjalan, wajah sang ibu sudah sembab mungkin karena menangis yang terlalu lama, dan juga wajah kedua adik kembar Tania yang memerah menahan tangis...
" nak Derian gimana keadaan putri ayah " tanya ayah Tania
" masih di dalam yah, maafin Derian yang gak bisa jaga Tania dengan baik " ucap Derian sedih sudut matanya mengeluarkan air mata yang cepat Derian hapus..
" ya Allah cah ayu " ucap ibu Tania dengan tangisannya
" berdoa saja Bu semoga putri kita baik-baik saja di dalam semoga Allah masih memberi umur panjang " ucap ayah Tania
semua orang sangat sedih dengan musibah ini, kejadian ini di luar ekspektasi mereka, awalnya bahagia kenapa endingnya menyedihkan, memang ya hidup ini penuh akan kejutan...
pintu UGD terbuka dengan lampu sudah berganti keluar dokter yang menangani Tania, Derian dan semua orang menghampiri dokter...
__ADS_1
" gimana keadaan calon istri saya dok " tanya Derian
" iya dok gimana keadaan putri saya " tanya ayah Tania
dokter yang mendapat pertanyaan yang sama hanya menghela nafas lelah...
" operasinya berhasil " ucap dokter membuat mereka bernafas lega
" tapi.. kemungkinan pasien bakalan mengalami koma, selain pendarahan hebat di otak, pasien juga mengalami patah di bagian kaki yang akan mengalami kelumpuhan " ucap dokter membuat mereka syok mendengar kenyataan yang menimpa Tania...
" tapi anak saya pasti sadar kan dok " tanya ayah Tania
" kita hanya menunggu keajaiban dari yang maha kuasa, kami sebagai hambanya hanya bisa berusaha tapi semua kembali kepada yang diatas " ucap dokter lalu pergi meninggalkan mereka yang sangat terpukul dengan musibah ini...
" ya Allah yah putri kita gimana dengan putri kita " ucap ibu Tania histeris
" sabar Bu, putri kita pasti baik-baik saja berdoa Bu " ucap ayah Tania sambil memeluk istrinya tak terasa air matanya ikut menetes mendengar keadaan putri kesayangannya...
sedangkan Derian langsung terduduk lemas mendengar pernyataan dari dokter, Derian selalu berfikir kenapa tuhan sangat kejam terhadap dirinya...
" sabar bro, gue yakin semua akan baik-baik saja " ucap Alexander menenangkan
" iya Yan semua akan baik-baik saja Tania wanita kuat gue yakin " ucap Roni sambil menepuk bahu sahabatnya
sedangkan orang tua Derian sama-sama ikut terpukul Santi sudah menangis di dekapan suaminya, Dio, anak itu tadi sudah di antar pulang oleh pak Amin biar di rumah di jaga sama bi Asih...
Derian berjalan tidak tau arah dia berjalan sampai ke depan lobby rumah sakit, di sebelah rumah sakit ada mesjid Derian berjalan ke arah mesjid mungkin selama ini Derian kurang mendekatkan kepada sang pencipta, kurang bersyukur juga sampai Allah memberikan ujian yang begitu berat...
sahabat Derian hanya melihat dari kejauhan yang akan menyusul Derian ke mesjid adalah Roni, karena Roni satu keyakinan dengan Derian sedangkan Alexander dia memutuskan berada di rumah sakit kalau ada apa-apa dia bisa cepat menghubungi Roni, selain keyakinan mereka yang berbeda...
Derian mengambil wudhu dan menjalankan ibadah sholat isya yang dimana tadi belum melaksanakan, setelah selesai sholat Derian berdoa semoga Allah masih berbaik hati dengan dirinya agar memberi Tania kesembuhan...
Derian akan menerima Tania apa adanya walaupun keadaan Tania cacat karena tidak bisa berjalan, Derian berjanji akan menjadikan dirinya kaki untuk Tania apapun kemauan Tania akan dia turuti...
setelah selesai sholat Derian ketiduran begitu juga Roni mungkin mereka kelelahan untung saja jama'ah di mesjid itu hanya tinggal beberapa saja, Derian tertidur pulas dengan badan yang sedikit meringkuk sedangkan Roni dia tertidur dengan menyederkan badannya di tiang mesjid...
di alam bawah sadarnya Derian merasakan angin yang menerpa wajahnya saat Derian membuka mata ternyata ini adalah tempat terakhir dimana dia bertemu dengan mendiang istrinya dengan keadaan yang sama di mana senja adalah penghiasnya...
terlihat seorang wanita yang sedang menikmati senja dari belakang Derian tahu itu bukan punggung Sasa, tapi itu punggung...
__ADS_1
" Tania " panggil Derian
seseorang yang di panggil Derian berbalik dan ternyata benar Tania yang berdiri disana dimana tempat yang sama dimana Sasa berada, Tania yang melihat Derian hanya tersenyum...
" mas " ucap Tania
" kamu ngapain disini sayang " ucap Derian ada rasa takut yang Derian rasakan jarak mereka dekat tapi terasa sangat jauh dan susah untuk Derian jangkau..
" harusnya aku yang nanya begitu, mas ngapain disini ini bukan tempat mas " ucap Tania
" ini juga bukan tempat kamu sayang, ayo pulang sama mas " ucap Derian lirih
Tania menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan Tania melihat kembali warna senja yang indah..
" disini indah mas aku mau disini saja, dan juga tadi aku bertemu perempuan cantik senyumnya sama kaya Dio " ucap Tania ucapan Tania membuat Derian semakin takut..
" sayang jangan ikut dia ya ikut mas aja mas mohon kembali ya sayang " ucap Derian memohon
belum sempat Derian memeluk Tania semua menjadi gelap dan terdengar suara Roni yang memanggil namanya...
" Yan, bangun Yan sadar " panggil Roni Derian segera membuka matanya saat dia melihat sekitar ternyata dirinya masih berada di dalam masjid...
" bangun kita harus segera balik ke rumah sakit " ucap Roni
mendengar kata rumah sakit Derian segera bangkit dan berjalan keluar mesjid lalu memakai sepatunya dan berlari ke arah rumah sakit di ikuti oleh Roni sesampainya di rumah sakit terdengar suara tangis ibunya dan juga ibu Tania ditambah Ririn yang sudah tidak sadarkan diri yang di bopong oleh Doni ke ruang inap...
Derian segera menghampiri keluarganya dan bertanya ada apa dia tidak mau berfikiran lebih jauh dia belum siap...
" mah, pah ada apa " ucap Derian tidak ada jawaban lalu Derian beralih menatap calon mertuanya dan langsung bertanya " yah Bu ini ada apa " tanya Derian
" Tania nak Tania dia pergi " ucap ibu Tania sambil menangis
ucapan ibu Tania membuat dunia Derian hancur, ketakutan yang dia coba hilangkan ternyata terjadi, dimana untuk sekian kalinya orang yang dia cintai meninggalkannya dengan kenangan yang indah dan juga luka yang amat dalam, Derian menerobos masuk ke dalam ruangan khusus saat sampai disana terlihat tubuh Tania yang sudah pucat wajah cantiknya sudah berubah warna menjadi putih pucat tangannya yang sudah mulai mendingin saat Derian pegang...
Derian berlutut sambil memegang tangan Tania tangisannya pecah dia menangis dengan kencangnya sambil memanggil nama Tania, tapi hanya suara monitor yang nyaring....
manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan yang menghendaki semua yang hidup pasti akan berpulang hanya menunggu waktu saja...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉
maafin author guys ðŸ˜ðŸ˜