Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 51


__ADS_3

setelah menempuh satu jam lebih sepuluh menit akhirnya Derian sampai di bandara Yogyakarta internasional Airport, setelah mengambil koper miliknya Derian bergegas menuju hotel terlebih dahulu mau bertamu ke rumah Tania pun sudah malam tidak enak dengan keluarga Tania...


semua fasilitas sudah di atur oleh Doni asisten pribadinya, dari penginapan, mobil dan juga kebutuhan Derian selama berada di kota gudeg itu, tak tanggung-tanggung Doni memesankan hotel bintang lima dengan kamar VVIP untuk atasannya...


Derian segera berjalan ke arah luar terlihat seorang pria baruh baya membawa papan bertulisan nama dirinya, Derian segera menghampiri malam-malam begini Derian memakai kaca mata hitam membuat beberapa orang melihat ke arah dirinya bukan hanya tampan saja mungkin juga aneh...


" maaf pak, apa bapak yang menjemput saya " ucap Derian sambil melepaskan kacamata hitamnya..


" iya mas, mas Derian dari Jakarta kan " ucap seseorang yang menjemput Derian...


" iya pak saya Derian " ucap Derian


" saya pak Jono supir yang akan mengantar anda keliling Jogja " ucap pak Jono


" iya makasih pak bisa kita pergi sekarang " ucap Derian


" bisa mas mari, saya bawakan kopernya " ucap pak Jono


" gak apa-apa pak saya saja bapak jalan saja di depan " ucap Derian


" nggih mas " ucap pak Jono


Derian pun pergi dari sana mengikuti langkah pak Jono memang ya Derian seperti seorang aktor saja di jemput dengan papan bertulisan nama dirinya, setelah cukup berjalan mereka pun sampai di mobil mewah yang akan mengantarkan Derian kemana saja...


" ke hotel ya pak, sudah tau kan " ucap Derian


" nggih mas " ucap pak Jono


mobil yang di tumpangi Derian pergi meninggalkan bandara menuju salah satu hotel berbintang lima yang berada di kota gudeg itu, suasana sangat sepi karena sudah malam beda dengan suasana di kota asalnya yang dimana semakin malam semakin ramai dengan kegiatan malamnya...


sesampainya di loby hotel Derian check in, semua sudah siap tinggal masuk saja, sedangkan pak Jono Derian sudah menyuruhnya pulang dan kembali kesini pagi-pagi sekali...


sesampainya di kamar hotel Derian segera merebahkan badannya yang pegal, dari dalam kamar hotelnya Derian bisa melihat kerlap kerlip lampu kota, tak lama Derian memejamkan matanya karena sudah mengantuk..


pagi menjelang di kediaman Tania sudah sibuk dengan rutinitas seperti biasa, tapi bedanya sekarang ada pembeli yang mau beli ikan lele milik ayah Tania, sedangkan ayahnya tidak bisa pergi ke kolam karena kakinya, begitu pun adiknya karena harus sekolah hari ini ujian terakhir...


" gak apa-apa yah Tania aja yang urus ayah diam aja disini " ucap Tania


" jangan nduk kamu pasti susah tangkap ikannya " ucap Toni ayah Tania


" bisa kok yah asal ada jaring buat ambil lagian yang beli juga bawa tempat simpan ikannya " ucap Tania


" yakin, nanti tunggu ibumu dulu sebentar lagi pasti pulang " ucap Toni


" lama yah kasian yang beli udah nunggu biar Tania aja ayah tunggu di rumah " ucap Tania

__ADS_1


" ya sudah hati-hati ya nak kalau gak bisa jangan maksain biarin aja " ucap Toni


" iya ayah, ya sudah Tania pergi dulu assalamualaikum " ucap Tania


" walaikumsalam " ucap Toni


Tania pergi bersama pembeli ikan lele, jarak antara rumah dengan kolam tidak jauh cukup jalan kaki saja, Tania memakai sepatu kolobot agar tidak kesusahan saat menangkap ikan lelenya...


sedangkan Derian sudah sampai di rumah Tania, Derian melihat ke sekeliling rumah tersebut dengan seksama, rumah dengan khas rumah Jawa yang terbuat dari kayu jati, yang di kelilingi pohon rindang sangat sejuk di pandang, Derian berjalan menuju pintu utama rumah disana tidak ada pagar rumah jadi Derian langsung berjalan ke arah pintu...


Derian pun mengetuk pintu, tak lama pintu terbuka dari dalam memperlihatkan seorang laki-laki paruh baya dengan satu kruk di sebelah tangannya, Derian bisa menebak kalau ini adalah ayahnya Tania...


" assalamualaikum " ucap Derian ramah


" walaikumsalam, cari siapa le " tanya ayah Tania


" apa benar ini rumahnya Tania " ucap Derian sopan


" iya siapanya putri saya " ucap ayah Tania


" saya pacarnya pak " ucap Derian gugup


ucapan Derian membuat Toni kaget, pasalnya putrinya tidak pernah bercerita kalau sudah mempunyai kekasih...


" oh masuk le, " ucap ayah Tania


Derian pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu, banyak foto-foto berjejer disana, dari foto keluarga sampai foto penghuni rumah termasuk foto Tania dan juga adik kembarnya...


" di minum dulu le maaf ayah cuma bisa bikin teh saja " ucap ayah Tania


" gak apa-apa pak makasih " ucap Derian sambil mencicipi teh buatan ayah Tania


mata Derian sedari tadi tidak diam, Derian sempat heran kenapa rumah Tania sangat sepi, semalam saja Derian sangat jelas mendengar kalau Tania akan membicarakan tentang lamaran tapi kok ini sepi...


" cari Tania ya le " ucap ayah Tania sambil tersenyum


" iya pak, kemana ya dan juga kok sepi " tanya Derian


" Tania lagi ke kolam dulu, tadi ada yang beli ikan lele kalau ibu lagi ke pasar dan adik kembarnya Tania sudah berangkat sekolah " ucap ayah Tania


" oh begitu " ucap Derian sambil manggut-manggut


" kalau boleh ayah tau mas asal mana " tanya ayah Tania


" dari Jakarta pak maaf saya kesini tanpa mengabari terlebih dahulu " ucap Derian tidak enak

__ADS_1


" owalah dari kota toh, pantas mukannya cakep " ucap ayah Tania sambil tertawa kecil


" makasih pak " ucap Derian sambil tersenyum


Derian bangga memiliki wajah tampan karena itu salah satu modal menjerat calon mertua agar bisa merestui, lumayan kan buat memperbaiki keturunan tapi Derian akui kalau keluarga Tania good looking semua walaupun ayah dan ibunya wajah asli Jawa semua...


tak lama mereka mengobrol ibunya Tania sudah kembali dari pasar, heran melihat mobil mewah berada di depan teras rumahnya, saat sampai di dalam ibunya Tania kaget melihat ada laki-laki sedang berbicara dengan suaminya...


" assalamualaikum " ucap ibu Tania


" walaikumsalam " ucap Derian dan ayah Tania barengan


" ada tamu toh " ucap ibu Tania


" iya nih Bu pacarenya putri kita " ucap ayah Tania


" owalah " ucap ibu Tania kaget


" Derian Bu " ucap Derian sambil menyalami tangan ibu Tania


" nak Derian sudah lama " tanya ibu Tania


" baru Bu " ucap Derian


" kemana si mba yah kok gak ada " tanya ibu Tania


" lagi ke kolam Bu tadi ada yang beli ikan lele " ucap ayah Tania


" Yo wis ibu ke belakang dulu mau masak, yang betah ya nak Derian ibu tinggal dulu ke belakang " ucap ibu Tania


" silahkan Bu " ucap Derian sambil tersenyum


ibu Tania pergi ke dapur, dan tak lama Tania datang sambil menenteng sepatu kolobot yang sudah kotor karena lumpur, Tania simpan di bawah rumah lalu berjalan menuju dalam rumah, sama seperti ibunya Tania pun heran melihat mobil terparkir di depan rumahnya...


saat masuk Tania sangat kaget melihat Derian berada di dalam rumahnya, sedang apa duda satu anak itu disini...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉


bonus kembar-kembar nakal 😁😁...



yang gak pakai poni itu Farhan si tengah, dan yang pakai poni itu Fathur si bontot...

__ADS_1


maaf ya guys kalau ada salah kata dalam bab ini 🙏🙏


__ADS_2