
Satu jam berlalu akhirnya Tania sadarkan diri, suara lenguhan dari mulut Tania membuat Derian merasa lega, Derian mencoba mengajak bicara Tania walaupun Derian tahu kalau Tania baru saja sadar...
" sayang " panggil Derian
Tania yang mendengar suara suaminya mencoba membuka matanya, rasa sakit di bagian perut dan juga kakinya membuat Tania merintih kesakitan...
" mana yang sakit " tanya Derian khawatir
" perut aku mas sama kaki " ucap Tania lirih
" mas panggil dokter ya " ucap Derian
" jangan mas, aku gak apa-apa kok tolong bantu aku mau duduk mas " ucap Tania
" jangan memaksakan diri sayang kalau sakit bilang sama mas " ucap Derian lirih lalu membantu Tania menaikan brankarnya...
" mas kenapa " tanya Tania karena melihat raut wajah Derian yang sedih...
Derian memeluk Tania, Tania merasa bahunya basah apa Derian menangis...
" mas kenapa, kok nangis " tanya Tania bingung
" maaf, maafin mas " ucap Derian lirih
" kenapa mas, coba bilang sama aku " tanya Tania
" Ki.. kita kehilangan calon bayi kita sayang " ucap Derian sambil menangis
" ma.. maksud mas apa, bayi " ucap Tania
" iya sayang tapi calon bayi kita udah gak ada " ucap Derian
' maksud mas aku keguguran " tanya Tania
" iya " ucap Derian
dan seketika tangis Tania terdengar membuat Derian semakin memeluk Tania dengan erat, dirinya saja yang sebagai ayah sangat terpukul apalagi Tania yang mengandungnya...
" aku gagal mas jadi ibu, aku gak bisa jagain anak kita, jangan kan menjaga mengetahui dia ada aja aku gak mas " ucap Tania sambil menangis di pelukan suaminya..
" ini bukan salah kamu ini salah aku yang lalai jagain kamu, kalau saja tadi pagi mas gak berangkat kerja pasti ini gak akan terjadi " ucap Derian
" aku juga salah mas karena gak hati-hati " ucap Tania
Derian melerai pelukannya, lalu menatap mata sembab istrinya sambil menghapus air mata yang jatuh di mata cantik Tania...
" mas boleh nanya " tanya Derian
" hemm, mau nanya apa mas " ucap Tania
" apa yang ada di pikiran kamu sampai-sampai kamu gak fokus sama jalan kamu " tanya Derian
Tania sempat berpikir dan dia mengingat sebelum dia jatuh dia lagi fokus melihat handphonenya yang dimana ada foto suaminya yang sedang makan dengan seorang perempuan...
__ADS_1
" kenapa diam, hemm " tanya Derian sambil mengelus rambut Tania
" mas, apa tadi siang kamu makan sama siapa " tanya Tania
" kenapa memangnya, mas makan sama client sayang " ucap Derian
" aku tadi siang saat mau jemput Dio, aku dapat pesan dari nomer yang gak di kenal, nomer itu mengirim foto kamu lagi makan sama perempuan " ucap Tania sedih
Tania sangat menyesal kalau saja dia fokus dengan jalannya pasti anaknya masih ada...
" maksud kamu nomer siapa " tanya Derian
" aku gak tau itu nomer siapa tapi yang jelas nomer itu sudah dua kali mengirimkan foto kamu sama perempuan yang sama " ucap Tania
" dimana handphone kamu, mas mau liat " tanya Derian
" aku gak tau mas, pas aku jatuh aku gak inget lagi " ucap Tania
" aku telepon bibi dulu, kali aja bibi liat soalnya yang nolong kamu bi Asih sama pak Amin " ucap Derian yang ditanggapi anggukan oleh Tania
Derian pun menelepon orang rumah karena tadi Derian menyuruh bi Asih pulang saja, takutnya Dio pulang walaupun tadi orang tuanya sempat datang...
panggilan telepon pun berdering dan tak lama terdengar suara, ternyata ibunya yang mengangkat teleponnya...
" hallo " ucap Santi
" mama, ini Derian bi Asih ada gak " tanya Derian
" oh kamu, ada kok " ucap Santi
" ada apa Yan apa Tania baik-baik saja " tanya Santi khawatir
" Tania baik-baik saja mah, dia baru saja sadar " ucap Derian
Tania sekarang sedang di periksa oleh dokter karena tadi sebelum menelepon Derian memanggil dokter terlebih dahulu...
" syukur lah bentar mama panggil bibi dulu " ucap Santi
" iya mah makasih " ucap Derian
terdengar suara Santi yang memanggil bi Asih, Derian melirik ke arah istrinya yang sudah selesai di periksa, Derian menghampiri Tania...
" makan ya sayang " ucap Derian
" belum lapar mas " ucap Tania
" harus makan sayang, biar cepat sembuh " ucap Derian
" mas suapin ya " ucap Derian kembali
saat Derian mau mengambil mangkuk yang berisi bubur, suara bi Asih sudah terdengar Derian sengaja melodspekerkan handphonenya...
" iya mas Derian " ucap bi Asih
__ADS_1
" bi Derian mau tanya apa bibi liat handphone milik Tania " tanya Derian
tangan Derian senantiasa menyuapi Tania dengan telaten, Derian tidak mau Tania semakin lemah atas kejadian ini...
" oh handphone mba Tania, ini ada di nyonya Santi tadi bibi lupa bawa ke rumah sakit " ucap bi Asih
" tolong kirim ke rumah sakit ya bi, minta pak Amin anterin " ucap Derian
" baik mas " ucap bi Asih
" terima kasih ya bi saya tutup dulu " ucap Derian
" sama-sama mas " ucap bi Asih
Derian mengakhiri panggilannya, lalu fokus dengan Tania, terlihat wajah cantik Tania yang sangat pucat, Derian merasa bersalah akibat insiden ini...
" mas " panggil Tania karena melihat Derian malah melamun...
" hemm, kenapa sayang butuh sesuatu atau ada yang sakit " tanya Derian
" mas... apa aku bisa hamil lagi " tanya Tania
" pasti sayang, kata dokter kemungkinan kamu punya anak lagi masih besar kita berdoa semoga Allah cepat ngasih kita kepercayaan lagi " ucap Derian
" amin " ucap Tania
" amin sayang " ucap Derian lalu memeluk Tania menenangkan istrinya yang sedang terpuruk...
Tania lega atas jawaban Derian semoga saja Allah masih berbaik hati memberikan kepercayaan untuknya agar bisa hamil lagi, cukup akibat insiden ini mereka bersedih semoga kedepannya akan ada kebahagian...
saat Derian sedang menemani Tania karena tadi setelah minum obat Tania langsung tidur, Derian bersyukur Tania tidak terlalu histeris akibat kehilangan calon anak mereka, walau Derian tau pasti hati kecil istrinya merasakan sakit yang teramat dalam...
pintu rawat inap Tania di ketuk oleh seseorang, Derian menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk, terlihat pak Amin yang datang...
" misi tuan " ucap pak Amin
" masuk pak " ucap Derian
" terima kasih, saya kesini mau nganter handphone milik mba Tania " ucap pak Amin sambil memberikan handphone milik Tania..
" oh iya, makasih pak Amin " ucap Derian lalu mengambil handphone milik Tania
" sama-sama tuan, saya langsung pamit saja " ucap pak Amin
" iya hati-hati " ucap Derian
" baik tuan " ucap pak Amin
pak Amin keluar dari dalam ruangan inap Tania, sedangkan Derian langsung memeriksa handphone istrinya memang benar saat Derian liat ada nomor yang tak di kenal mengirimkan pesan ke istrinya, Derian segera membuka terlihat Derian sangat kaget siapa wanita yang ada di dalam foto itu...
Derian merasa marah jadi ini tujuan clientnya mengubah tempat pertemuannya, Derian tidak bisa tinggal diam dia harus berbuat sesuatu agar mereka jera, akibat ulahnya keluarganya harus menderita...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉