Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 92


__ADS_3

di sore hari keluarga kecil Derian sedang sibuk menyiapkan persiapan untuk kelahiran Tania, persiapan baju ganti untuk sang anak, baju ganti untuk sang ibu mereka siapkan karena prediksi dokter Tania akan melahirkan waktu-waktu terdekat mangkanya mereka menyiapkan dari sekarang....


kamar khusus bayi sudah di siapkan oleh Derian dan Tania dengan menyungsung desain abstrak antara warna biru dan pink di satukan, berhubung mereka belum tahu jenis kelamin apa anaknya karena selalu memunggungi setiap di USG...


" sayang apa ini cukup baju ganti baby dan juga kamu " tanya Derian


" iya mas ini malahan berlebihan masa orang mau melahirkan bajunya satu koper " ucap Tania


" gak apa-apa sayang, ini kan buat ganti kamu sama baby lagian aku gak mau kamu cepat-cepat pulang " ucap Derian


" kok gitu " tanya Tania heran


" aku mau kamu sama baby baik-baik saja minimal tiga hari di rumah sakit " ucap Derian


" gak kelamaan " ucap Tania


" gak lah sayang itu udah cukup, aku mau memberikan fasilitas yang terbaik buat kamu " ucap Derian


" makasih ya mas " ucap Tania sambil memeluk suaminya dari samping...


Derian mengelus perut Tania yang semakin hari semakin membesar, karena anaknya di dalam berkembang sangat baik, ada tendangan kecil dari dalam sana sebagai respon kalau sang anak merasakan kehadiran ayahnya...


" dih dia nendang sayang, pasti anak kita laki-laki " ucap Derian senang


" mau laki-laki ataupun perempuan yang penting sehat mas " ucap Tania


pintu kamar terbuka dan masuklah Dio yang habis pulang mengaji di masjid dekat kompleks mereka, setelan Koko dan sarung dan tak lupa buku iqro yang dia peluk...


" assalamualaikum " ucap Dio dan tak lupa dia menyalami tangan papi dan maminya...


" walaikumsalam, kok tumben pulangnya cepet " ucap Tania


" pa ustadnya mau pergi " ucap Dio


Dio menatap ke arah koper dekat kedua orang tuanya lalu menghampiri Tania dan duduk di sebelahnya...


" mami mau kemana " tanya Dio


" gak kemana-mana sayang, kenapa " tanya Tania


" ini koper punya mami kan " ucap Dio


" iya, ini buat keperluan mami dan Dede bayi di rumah sakit " ucap Tania


" kok banyak banget " ucap Dio


" papi kamu tuh " ucap Tania

__ADS_1


Dio melirik ke arah ayahnya yang sedang fokus packing baju-baju Tania dan juga anaknya tanpa menghiraukan obrolan istri dan anaknya....


" papi tuh kok anehnya nambah sih nanti Dio bilangin Oma tau rasa " ucap Dio


" aneh apa perasaan papi biasa aja " ucap Derian akhirnya menimpali ucapan anaknya...


" iya aneh lah yang mau lahiran mami tapi kok yang sibuk papi " ucap Dio


" papi kan suami siaga nanti juga kamu bakalan ngerasain kalau sudah besar " ucap Derian


Dio hanya diam saja tapi Dio merasakan kalau tempat duduknya basah, Dio meraba dan ternyata benar ada air tapi Dio tidak tahu itu air apa...


" mami kok kamar mami sama papi banjir sih " ucap Dio


Derian melirik ke arah anaknya yang sudah berdiri dan benar celana anaknya basah, Derian melirik ke arah istrinya Tania sedang merintih dengan wajah pucat...


" sayang " panggil Derian


" M-mas perut aku sakit " ucap Tania sambil memegang perutnya..


" Dio panggil bi Asih buat bantuin papi bawa koper mami kamu mau melahirkan, cepat " ucap Derian sedikit panik


" iya Pi " ucap Dio lalu berlari keluar kamar dan berteriak memanggil bi asih...


sedangkan Derian segera menggendong istrinya, sambil memberikan kekuatan lewat ucapan...


" mas perut aku sakit banget " ucap Tania


" iya sayang ini kita mau ke rumah sakit " ucap Derian


tak lama bi Asih datang menghampiri Derian dan Tania, bi Asih bisa melihat kalau Tania sudah mau melahirkan setau bi Asih tadi mereka bersama sedang mempersiapkan kebutuhan untuk di bawa ke rumah sakit...


" mas Derian apa yang bisa bibi bantu " tanya bi Asih


" tolong ambilkan koper di kamar saya cepetan ya bi saya tunggu di mobil " ucap Derian


" baik mas " ucap bi Asih


Derian segera berjalan cepat ke arah pintu utama, disana Derian melihat anaknya sudah berdiri bersama pak Amin dengan mobil yang sudah siap, ternyata anaknya berinisiatif untuk memanggil pak Amin juga...


pak Amin segera membantu majikannya Dio yang sedari tadi diam saja menghampiri Derian yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Tania...


" papi Dio boleh ikut " ucap Dio


" kamu mau ikut " tanya Derian


" iya Dio mau nemenin mami " ucap Dio lirih mata anak itu sudah berkaca-kaca Derian menjadi tidak kuasa menolak...

__ADS_1


" ya sudah masuk " ucap Derian


Dio masuk ke dalam mobil dia duduk di samping Tania yang sedang merasakan kontraksi, Tania menyenderkan kepalanya di bahu Derian sambil menggenggam erat tangan suaminya agar sakitnya berkurang...


mobil pun segera pergi dari rumah Derian menuju rumah sakit setelah tadi bi Asih memasukan koper ke dalam bagasi mobil, di dalam perjalanan hanya terdengar rintihan dari mulut Tania dan Derian yang memberi kekuatan dengan cara mengelus perut Tania Dio yang melihat ibunya kesakitan merasa kasian dia pun ikut mengelus perut Tania sambil bergumam...


" Dede bayi yang sabar ya nanti pasti keluar jangan siksa mami kaya gini kasian " gumam Dio sambil mengelus perut Tania


Derian maupun Tania yang mendengar itu merasa terharu Dio anak itu kenapa pikirannya sulit untuk di tebak, Dio kadang akan bersifat layaknya anak kecil pada umumnya kadang pula Dio akan bersifat seperti orang dewasa...


tak lama mobil sampai di rumah sakit pak Amin segera membantu membukakan pintu mobil agar Derian bisa secepatnya membawa Tania ke dalam, Dio pun ikut keluar dan menyusul sang ayah ke dalam di susul oleh pak Amin yang membawa koper milik Tania...


pihak medis yang melihat pasien yang mau melahirkan segera membantu dengan mendorong brankar agar Tania bisa tidur disana, Derian selalu menggenggam tangan Tania tangan istrinya sudah sedikit berkeringat dingin...


" sabar ya sayang " ucap Derian Tania hanya menganggukkan kepalanya...


saat sampai di ruang bersalin Derian duduk di ruang tunggu tak lama Dio sampai disana bersama pak Amin, saking fokusnya ke Tania Derian sampai lupa kalau anak sulungnya ikut...


" papi, mami mana " tanya Dio


" mami di dalam, Dio doain mami ya agar mami baik-baik aja " ucap Derian


Dio hanya menganggukkan kepalanya dia menatap ke arah pintu yang tertutup, sedang kan pak Amin setelah mengantarkan koper langsung pamitan pak Amin akan menjemput kedua orang tua Derian dari rumah mereka, tak lama dokter yang menangani Tania keluar...


" suami pasien " panggil dokter


" saya dok " ucap Derian berdiri dan menghampiri sang dokter


" istri anda akan segera melahirkan apa anda mau menemaninya" tanya dokter


Derian melirik ke arah Dio yang masih duduk di tempatnya dia merasa tidak tega meninggalkan Dio sendirian, tapi di dalam istrinya juga sedang membutuhkan dirinya...


" papi masuk aja Dio disini saja gak apa-apa " ucap Dio sambil menggenggam tangan Derian karena Dio melihat kegelisahan ayahnya...


" tapi kalau papi ikut ke dalam kamu disini sendirian " ucap Derian


" Dio kan udah besar gak apa-apa papi, kasian mami di dalam pasti sedang kesakitan " ucap Dio


" ya sudah, kamu duduk yang baik disana nanti Oma sama opa akan kesini " ucap Derian


" baik papi " ucap Dio


" jadi anak yang baik nak " ucap Derian


Dio menganggukkan kepalanya pertanda setuju, Derian yang sebenarnya berat meninggalkan anaknya di luar sini sendirian langsung masuk untuk menemani Tania di dalam, Dio walaupun sudah berumur tujuh tahun tapi tetap dia masih anak-anak....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2