
Setelah mereka sampai di sekolahannya Dio, terlihat banyak orang tua murid yang datang, kebanyakan dari mereka dari kalangan atas semua, Derian membukakan pintu mobil untuk istrinya sedangkan kedua mertuanya di mobil satunya lagi bersama kedua orang tuanya...
Dio yang sudah antusias dari pagi langsung lari saat melihat teman-temannya, terlihat baju mereka sama karena setiap anak laki-laki di wajibkan memakai jas dan perempuan memakai gaun warna putih...
Derian menggandeng istrinya untuk masuk karena kursi untuk orang tua berbeda dengan kursi tamu yang ikut dalam rombongan...
" sayang kamu gak apa-apa " tanya Derian
" gak apa-apa mas " ucap Tania
" kaki gimana " tanya Derian
" Alhamdulillah udah baik " ucap Tania
" jangan kecapean nanti bakalan banyak acara " ucap Derian
" iya mas " ucap Tania
Derian takut kalau istrinya kenapa-kenapa Tania baru saja di nyatakan sembuh total oleh dokter, sebisa mungkin Derian menjaga kondisi Tania...
acara sudah di mulai MC sudah memberi tahu apa saja acara yang akan di laksanakan, pertama-tama anak laki-laki akan membawakan lagu BIG-BIG World dan anak perempuan menyanyikan lagu UNINTENDED (muse)...
mereka akan menyanyikannya silih berganti, lalu akan ada penampilan dari bintang tamu juga, wisuda hari ini akan menjadi kenang-kenangan untuk anak-anak karena banyak dari mereka akan ikut dengan orang tuanya ke luar kota...
sekarang yang tampil giliran anak laki-laki yang terdiri dari tiga puluh anak, mereka berjajar di atas panggung Dio anak itu berdiri di paling depan Dio tersenyum saat Tania melambaikan tangan...
suara anak kecil bernyanyi bersamaan terdengar lagu yang berbasis Inggris itu terdengar merdu, di iringi dengan alunan musik dari pengiring, sedangkan keluarga besar Derian dan Tania berada di bagian kiri panggung, mereka menyaksikan cucu mereka diatas panggung dengan suara yang begitu kontras terdengar...
" beda ya Han kalau sekolahan mahal wisuda TK aja mewah banget " bisik Fathur
Farhan yang sedari tadi diam saja melirik ke arah kembarannya, hari ini mereka sepakat memakai baju yang warnanya senada, yaitu putih Farhan terpaksa meminjam baju milik Fathur...
" mangkanya jangan pengaruhi otak Dio untuk sekolah di Jogja, mana di iming-imingi naik kerbau lagi " ucap Farhan sinis
" ya elah Han kan gue cuma bercanda tuh bocah aja yang nganggep beneran " ucap Fathur
Fathan hanya menggelengkan kepalanya mendengar alasan Fathur, sedangkan Fathur dirinya hanya asal bicara kalau di kampungnya bisa sekolah naik kerbau, terjadi lah perang antara Fathur dan Dio yang mempertanyakan darimana datangnya kerbau apa eyang Kakungnya memiliki kerbau...
sekarang anak itu sedang bernyanyi diatas panggung dengan cerianya, terlihat dari raut wajah Dio kalau anak itu senang, Derian yang melihat Dio sebegitu cerianya sangat bahagia, tapi tiba-tiba Derian merasa perutnya ingin mengeluarkan sesuatu, tiba-tiba saja dia merasa mual...
Tania yang merasa Derian aneh langsung melihat dan menanyakan apa Derian baik-baik saja...
__ADS_1
" mas kenapa " tanya Tania khawatir
" gak tau perut mas kok mual banget " ucap Derian
" mau ke toilet aku temenin " ucap Tania
" boleh, mas gak kuat " ucap Derian
Tania membantu Derian bangun lalu bersisih ke samping di sana pintu keluarnya, Derian dan Tania berjalan menuju toilet tapi saat mereka berjalan berpapasan dengan Alex yang akan masuk kedalam ruangan bersama asistennya...
" mau kemana bro " tanya Alex saat melihat Derian dan Tania malah keluar ruangan...
" ini mas Derian tiba-tiba merasa mual " ucap Tania
" kenapa, sakit " tanya Alex
" gak tau Mr " ucap Tania
" Alex aja, ya sudah kalau gak bisa ikut acaranya mending ke klinik nanti gue suruh asisten pribadi gue anter " ucap Alex
" gak usah mas nanti ngerepotin " ucap Tania
" kenapa manggil dia mas sayang " ucap Derian tidak terima
" gak boleh, panggil aja Alex gak usah pakai mas segala itu khusus buat aku " ucap Derian
" dan juga lu Lex pake parfum apaan lu bau banget " ucap Derian lagi lalu berlari ke arah toilet dan di susul oleh Tania setelah mengucapkan kata maaf ke Alex...
" sialan lu, wangi gini " teriak Alex setelah memastikan kalau dirinya wangi..
" maaf ya pak " ucap Tania
" gak apa-apa aneh banget laki lu " ucap Alex
Tania hanya menanggapinya dengan senyuman lalu pergi menyusul suaminya, dan Alex melanjutkan jalannya menuju ruangan yang sedang melangsungkan acara, sebagai pemilik sekolah Alex di wajibkan datang...
Tania setelah sampai di depan toilet khusus laki-laki sedikit berteriak karena dia tidak masuk ke dalam, terdengar suara orang yang sedang membuang sesuatu melalui mulut...
" mas gak apa-apa " teriak Tania
Tania berdiri di depan pintu toilet, dan Derian keluar dengan wajah yang sudah pucat, Tania semakin khawatir melihat kondisi suaminya...
__ADS_1
" mas gak apa-apa, kita ke rumah sakit ya " ucap Tania
" aku gak apa-apa " ucap Derian lirih
" gak apa-apa gimana, wajah kamu udah pucat mas " ucap Tania
" mending kita kembali saja, kasian Dio pasti nyariin kita " ucap Derian
" beneran gak apa-apa " tanya Tania
" iya sayang " ucap Derian
Tania membantu Derian berjalan terlihat Derian sangat tidak bertenaga karena isi perutnya keluar semua, sesampainya disana acara pembagian sertifikat wisuda sudah di serahkan, untung saja giliran Dio belum mereka akan di dampingi oleh kedua orang tuanya saat mengambil sertifikat itu...
" biar aku aja mas yang naik kamu istirahat saja disini " ucap Tania
" gak apa-apa aku kuat kok " ucap Derian
" mas, aku khawatir sama keadaan kamu " ucap Tania
" beneran sayang mas gak apa-apa " ucap Derian
" sekali aja mas kamu nurut sama aku " ucap Tania
" kapan sih yang aku gak pernah nurut sama kamu " ucap Derian
memang benar selama ini Derian selalu menuruti apapun keinginan Tania asal itu buat Tania senang...
" ini, kali ini mas gak nurutin keinginan aku " ucap Tania
Derian hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya, Tania malah merajuk karena keinginannya tidak terpenuhi...
" ayo yang giliran anak kita yang maju " ucap Derian sambil merangkul istrinya
" mas ih " ucap Tania
" ayo ah nanti aja kalau mau merajuk di kamar " bisik Derian
Tania yang mendengar itu sepontan mencubit perut suaminya, sedangkan Derian hanya tertawa kecil senang sekali menjahili istrinya seperti ini, selain agar terlihat romantis Derian juga merangkul Tania agar dirinya tidak limbung karena Derian merasakan pandangannya sedikit buram....
setelah sampai di atas panggung Derian dan Tania berjalan di belakang Dio yang sedang menerima sertifikat, tapi saat mereka akan sampai di bawah Derian sudah tidak tahan lagi menahan bobot tubuhnya dan seketika tubuh Derian ambruk ke lantai membuat Tania kaget, dan juga orang-orang yang ada disana...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉