
Tania terbangun dari tidurnya saat mendengar alarm dari handphonenya, Tania sengaja memasang alarm agar dirinya bisa menjemput Dio di sekolah lalu belanja keperluan dapur...
Tania bangkit dari ranjangnya rasa pusing yang dia rasakan sudah perlahan hilang, tidak sesakit tadi Tania pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka biar segar, setelah itu dia mengambil tas dan juga handphone miliknya banyak sekali pesan dan panggilan dari suaminya, terlihat dari pesan yang Derian kirim kalau dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya...
tapi selain pesan yang di berikan oleh Derian ada satu pesan dari nomor yang tak di kenal mengirimkan satu picture, Tania tidak tau orang ini dapat darimana nomernya tapi yang jelas nomer ini sama kaya nomer yang waktu lalu mengirimkan sebuah gambar...
Tania keluar dari dalam kamar sambil melihat pesan yang di kirim dari orang yang tidak di kenal saat Tania liat ternyata foto suaminya yang sedang makan dengan seorang perempuan, saking kagetnya Tania tidak menyadari kalau dirinya sudah berada di anak tangga dan sayangnya kakinya terpeleset dan Tania jatuh dari tangga itu sampai ke bawah...
bi asih yang melihat itu sangat terkejut sampai berteriak, walaupun Tania jatuh tidak di tangga yang paling atas tapi tetap saja membuat Tania tidak sadarkan diri...
" mba Tania ya Allah " teriak bi asih lalu menghampiri tubuh Tania yang sudah tergeletak di lantai...
" mba bangun, ya Allah mba, tolong " teriak bi Asih
pak Amin yang kebetulan ada di luar langsung berlari saat mendengar teriakan bi Asih yang cukup kencang, saat pak Amin datang pak Amin melihat bi Asih yang sedang memangku kepala istri majikannya...
" ya ampun bi kenapa mba Tania sampai bisa begini " tanya pak Amin
" jangan banyak bicara dulu pak, tolongin mba Tania dulu bibi takut kenapa-napa " ucap bi Asih
pak Amin segera membopong tubuh Tania di bantu bi Asih menuju keluar, mereka segera pergi dari rumah menuju rumah sakit, saat di perjalanan bi Asih kaget karena melihat baju yang di kenakan Tania basah, kebetulan Tania memakai dress selutut berwarna biru muda...
" ya Allah pak ini ada darah " ucap bi Asih panik
" darah darimana bi " tanya pak Amin
pak Amin mencoba tidak terlalu panik karena beliau harus berkonsentrasi membawa mobil..
" dari bagian bawah mba Tania, ya Allah jangan-jangan mba Tania lagi hamil pak " ucap bi Asih sambil menangis
__ADS_1
" tenang bi sebentar lagi kita akan sampai " ucap pak Amin
mobil yang di kendarai pak Amin akhirnya sampai di rumah sakit, pak Amin segera keluar meminta bantuan ke pihak medis untuk membawa brankar karena Tania harus segera di pindahkan...
pihak rumah sakit segera menolong Tania dan membawanya ke ruang IGD, bi Asih dan juga pak Amin duduk di ruang tunggu, tadi pak Amin sudah menelepon sekertaris Derian meminta memberitahu kalau Tania masuk rumah sakit...
Derian yang mengetahui istrinya masuk rumah sakit segera pergi dari acara makan siang bersama clientnya, dia sangat khawatir dengan kondisi Tania apalagi tadi pak Amin tidak memberitahu kenapa Tania bisa masuk rumah sakit...
saat Derian sampai di depan ruang IGD dia hanya melihat bi Asih dan juga pak Amin yang sedang menunggu, Derian segera menghampiri bi Asih dan juga pak Amin di dampingi oleh sekertaris dan juga asisten pribadinya...
" gimana keadaan Tania " tanya Derian
" masih di dalam mas " ucap bi Asih
" kenapa bisa terjadi " tanya Derian
" apa lantai tangganya licin " tanya Derian
" gak mas, bibi pel lantai pagi-pagi " ucap bi Asih
" tenangin diri dulu Yan kita berdoa semoga Tania gak kenapa-napa " ucap Roni
setelah mereka menunggu akhirnya dokter yang menangani Tania keluar, Derian segera menghampiri dokter tersebut dan menanyakan keadaan Tania bagaimana...
" gimana dengan keadaan istri saya dok " ucap Derian
" maaf pak, saya harus menyampaikan berita duka ini " ucap dokter
" maksud dokter apa " tanya Derian
__ADS_1
" pasien mengalami keguguran akibat benturan keras di bagian perutnya, janinnya masih sangat muda dan rentan akan keguguran " ucap dokter
ucapan dokter membuat kaki Derian sangat lemas anaknya bersama Tania sekarang sudah tiada, apa yang harus Derian sampaikan kepada istrinya, satu bulan setelah mereka pulang dari Turki momen kehamilan lah yang Derian dan Tania tunggu-tunggu tapi sekarang semuanya sudah terlambat...
" selain kandungannya yang tak bisa kami selamatkan, kaki pasien juga mengalami keretakan dan pasien terpaksa tidak boleh dulu berjalan kondisi pasien sangat butuh istirahat total " ucap dokter
" kami akan memindahkan pasien ke ruang inap, sekali lagi kami turut berduka cita atas kehilangan calon bayi kalian, kami permisi " ucap dokter kembali
Derian sudah tidak bisa mengucapkan apa-apa semua kejadian sangat tiba-tiba, dari yang mereka tidak mengetahui kehamilan Tania karena tidak ada tanda-tanda, setelahnya mereka harus mendengar kalau calon janin itu sekarang sudah tiada...
" terima kasih dok " ucap Roni mewakili Derian
setelah itu dokter pun pamit, dan tak lama perawat membawa brankar Tania keluar, disana Derian bisa melihat wajah pucat sang istri yang masih belum sadarkan diri, hati Derian sangat hancur saat mendengar kalau calon anaknya sudah tiada..
penjelasan apa yang harus Derian katakan kepada istrinya kalau anak yang mereka tunggu sudah tiada, Derian saja yang menjadi ayah sangat sakit hatinya apalagi Tania yang sebagai ibu pasti sangat hancur, Derian tidak bisa membayangkan gimana sedihnya Tania...
Tania sudah di pindahkan ke ruang inap, Derian senantiasa menemani Tania di sampingnya, Derian sesekali mencium tangan Tania yang tidak terdapat selang infus, soal orang tuanya Roni sudah memberitahu kalau Tania masuk rumah sakit mereka sangat kaget akan kejadian ini...
sedangkan Doni bersama pak Amin pergi ke sekolah Dio untuk menjemputnya, semenjak tadi Alex sudah menghubungi Roni dan bertanya kenapa Tania belum juga menjemput Dio, Roni memberitahu kalau Tania masuk rumah sakit dan Doni akan menjemput Dio di sekolah...
Roni yang melihat keadaan sahabatnya yang sedang terpuruk merasa sangat iba, ini soal kehilangan anak pasti orang tua mana yang tidak sedih saat anak yang mereka nantikan sudah tiada apalagi mereka belum mengetahui kalau anaknya sudah ada...
" maafin aku " gumam Derian lirih matanya sudah berkaca-kaca
" maaf aku kira aku sudah bisa membahagiakan kamu ternyata aku lalai menjaga kamu " gumam Derian kembali sambil menangis...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1