
acara pernikahan di kediaman Tania sudah selesai tepat di sore hari, keluarga Derian pun sudah kembali ke hotel tapi tidak dengan Dio anak itu sedang lengket dengan salah satu adik kembar Tania yaitu Fathur....
sedangkan pengantin baru lagi di kamar sedang membersihkan badan, Tania tadi sudah duluan karena sangat gerah Tania sedang menyisir sambil duduk di ranjang miliknya, tapi Derian tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk dan bagian atasnya tidak memakai apapun alias telanjang dada...
" sayang " teriak Derian
Tania yang melihat suaminya tiba-tiba teriak dan hanya memakai handuk tanpa baju, perasaan Derian baru masuk ke dalam kamar mandi masa sudah keluar...
" mas kenapa gak pakai baju " ucap Tania kaget
" itu... " ucap Derian gugup
" kenapa sih mas, di kamar mandi ada apa, gak mungkin kan ada kecoa kamar mandi aku bersih " ucap Tania
" bukan, tapi di tong sampah " ucap Derian
" ada apa sih mas " ucap Tania penasaran lalu pergi ke kamar mandi untuk mengecek apa yang ada di tong sampah...
saat Tania melihat ke arah tong sampah disana hanya ada satu bungkus plastik yang sudah di ambil dalamnya, Tania hanya tersenyum lalu menatap ke arah suaminya...
" hehe, sabar ya mas " ucap Tania sambil menepuk pundak Derian lalu pergi keluar kamar mandi...
" yah sayang " ucap Derian lemas
Tania hanya tertawa saja mendengar nada lesu Derian lalu pergi keluar kamar untuk mengecek anaknya yang tadi bermain dengan Fathur, saat Tania keluar terlihat orang-orang masih ramai dan Tania melihat anaknya yang sedang bermain dengan Fathur juga Farhan....
" ibu " panggil Tania sambil menghampiri ibunya
" mba, mas Derian nya mana " tanya ibu Tania
" lagi di kamar mandi" ucap Tania
" Yo wis nanti suruh makan ya ibu mau ke rumah eyang dulu sama ayah nganter makanan tadi pulangnya buru-buru " ucap ibu Tania
" loh kenapa " tanya Tania
" katanya tadi ada yang mau beli jagung mangkanya eyang Kakung harus pulang buru-buru " ucap ibu Tania
" ya sudah hati-hati " ucap Tania
__ADS_1
" iya mba, inget suruh suamimu makan tadi ibu liat makannya dikit " ucap ibu Tania
" iya ibu " ucap Tania
ibu Tania pergi membawa rantang makanan untuk di kasih ke kakeknya Tania, selepas ibunya pergi Derian turun dari lantai atas dengan wajah masam...
" makan dulu mas " ucap Tania
" gak lapar sayang " ucap Derian
" jangan gitu tadi kamu makannya sedikit, ayo makan aku juga lapar " ucap Tania sambil menuntun suaminya ke meja makan
Derian pun duduk dengan tangan diatas meja sambil melihat istrinya menyiapkan makanan...
" Dio kemana yang " tanya Derian
" mungkin keluar sama Fathur sama Farhan, tadi sih aku liat mereka masih main " ucap Tania yang ditanggapi anggukan oleh Derian
" kalo ayah sama ibu kemana " tanya Derian
" ayah sama ibu pergi ke rumah eyang nganter makanan " ucap Tania lagi-lagi Derian hanya mengangguk...
mereka pun makan dengan tenang sesekali mengobrol, setelah selesai Derian pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi dan Tania mencuci bekas makan mereka, di halaman belakang masih ramai sama orang yang bongkar tenda....
" di minum mas tehnya " ucap Tania
" makasih sayang, sini duduk " ucap Derian sambil menepuk sofa di sebelahnya
Tania pun duduk di sebelah Derian dengan tangan Derian ada di pundak Tania, tiba-tiba suara gaduh dari luar terdengar karena rumah Tania berlantai papan jadi terdengar suara orang berlari...
saat mereka melihat ternyata Dio dengan keadaan badan penuh dengan lumpur, dan Fathur yang di belakang Dio hanya tertawa melihat keadaan Dio yang sangat mengenaskan hanya matanya saja yang selamat...
" ya Allah Thur kok anak mba di bikin begini " ucap Tania kaget begitu pun Derian tak kalah kaget melihat anaknya penuh dengan lumpur...
" ngeyel dia mba di suruh gak boleh turun ke kolam ikan malah mau nangis, Yo wis jadi begini " ucap Fathur sambil tertawa sedangkan Farhan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang sengaja memanas manasi anak tiri mbanya untuk terjun ke kolam....
" mami ini ikan " ucap Dio polos sambil memberikan ikan lele yang di bungkus baju miliknya...
" ya Allah nak kok mau-maunya sih di kerjain om kamu " ucap Tania
__ADS_1
" anak mas kamu apain Fathur " ucap Derian dingin sambil menatap adik iparnya dengan tangan yang di lipat di dada...
" eh, ah itu mas emmm apa ya Han " ucap Fathur sambil melirik saudara kembarnya meminta pertolongan
Farhan hanya menggedigkan bahunya lalu pergi dari sana menuju kamarnya, dia ingin sekali mandi karena tadi harus mengambil Dio di kolam ikan kalau tidak bisa mati ikan lele milik ayahnya, karena perilaku saudara kembarnya dan juga keponakan barunya...
" apa " tanya Derian sambil menatap Fathur
" anu mas maaf " ucap Fathur sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal...
" sudah sana mandi kamu " ucap Tania melerai
" makasih mba " ucap Fathur sambil tersenyum lalu mencium pipi kakak perempuannya lalu lari ke atas menuju kamarnya...
Derian yang melihat itu hanya melotot tidak suka apa-apaan maen nyosor saja, Tania tuh istrinya walaupun hanya adik tetap saja Fathur itu laki-laki...
" sayang kenapa gak ngehindar, aku gak suka ya ada laki-laki yang cium kamu kecuali aku " ucap Derian tidak suka
" dia kan adik aku mas " ucap Tania
" sama aja aku gak suka " ucap Derian
" iya-iya, aku mandiin dulu Dio ya mas " ucap Tania
" mami ikannya " tanya Dio anak itu senantiasa memeluk ikan hasil tangkapannya...
" kasih ke papi " ucap Tania lagi-lagi membuat Derian mendelik tidak suka
" ini Pi " ucap Dio sambil memberikan ikan berbalut baju
" sayang aku gak mau itu ikan lele nanti kalo aku kena patilnya gimana " ucap Derian
" ya ampun mas ikannya aja udah mabok itu karena Dio bungkus sama baju, tolong taruh di dapur taruh di baskom " ucap Tania
" tapi yang " ucap Derian masih saja enggan mengambil ikan dari tangan Dio
" tolong masku sayang " ucap Tania lembut sambil tersenyum
Derian hanya menghela nafas berat dengan terpaksa membawa ikan berbalut baju ke arah dapur, sedangkan Tania membawa Dio ke atas untuk memandikan anak itu kalo di lihat-lihat lagi anak itu mirip tuyul lumpur, Tania ingin tertawa saat pertama Dio datang dengan badan yang penuh lumpur dan juga sambil membawa ikan yang dia balut dengan bajunya, pasti itu ide Fathur adiknya siapa lagi di rumah ini yang jail kalau bukan adik bungsunya....
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉