Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 93


__ADS_3

Derian masuk ke dalam ruangan bersalin disana Derian bisa melihat bagaimana Tania merasakan kontraksi yang begitu hebat, anaknya sebentar lagi akan lahir Derian menghampiri Tania lalu menggenggam tangan Tania dan berbisik di telinga sebelah kanan sang istrinya...


" sayang yang kuat aku ada disini " bisik Derian setelahnya Derian mengecup kening Tania


" kita mulai ya Bu, nanti dengar instruksi dari saya kalau saya suruh ngejen, ngejen ya Bu " ucap dokter


" bismillahirrahmanirrahim ayo Bu ngejen " ucap dokter lagi


Tania dengan sekuat tenaga mengejan Tania merasa seluruh tulangnya rontok semua, dokter mengintruksikan lagi untuk mengejan...


" ayo Bu tinggal sedikit lagi kepalanya sudah mulai kelihatan " ucap dokter


" ayo sayang sebentar lagi anak kita akan keluar " ucap Derian


Derian merasa tubuhnya lemas, lututnya apalagi dia sampai berlutut saking tidak bisa menahan bobot tubuhnya, walaupun dokter sudah menyediakan tempat duduk untuk Derian, tapi tidak tahu kenapa kaki Derian seperti jelly...


Tania mencoba narik nafas panjang lalu mengejan untuk terakhir kalinya, dan di saat itu suara bayi baru lahir terdengar Tania merasa terharu mendengar tangisan anaknya, begitu pun Derian sampai menangis mendengar suara anaknya yang sangat kencang menghiasi ruangan...


" selamat ya pak, Bu anaknya laki-laki sehat dan tidak kekurangan apapun, silahkan buat ayahnya untuk mengadzani " ucap dokter


" aku adzanin dulu anak kita ya sayang " ucap Derian yang ditanggapi anggukan kecil oleh Tania...


Derian bangkit dari duduknya walaupun kakinya merasa sangat lemas, Derian menghampiri anaknya yang sudah di baringkan di tempat khusus bayi, anaknya yang kedua berjenis kelamin laki-laki Derian melihat anaknya dengan penuh rasa sayang, Derian menundukkan kepalanya dekat telinga kanan sang anak untuk di adzanin dan telinga kiri untuk dia bacakan iqomah..


dokter yang masih sibuk mengurus Tania, Tania sempat tidak sadarkan diri walaupun tidak mengalami pendarahan tapi tekanan darah Tania sangat rendah apalagi Tania tadi sempat kekurangan oksigen...


setelah selesai mengadzani anaknya Derian di persilahkan untuk keluar, Derian tidak tahu kalau Tania sedang tidak sadarkan diri, Derian mengikuti perintah dokter untuk keluar, sedangkan suster langsung membawa anak Tania dan juga Derian ke ruangan khusus bayi...


saat Derian keluar disana sudah ada kedua orang tuanya dan juga kedua sahabatnya, Dio anak itu sudah tertidur di pelukan Roni...


" gimana Yan keadaan Tania " tanya Santi


" lagi di tangani sama dokter mah, Alhamdulillah Tania dan bayi kita selamat " ucap Derian


" Alhamdulillah jenis kelaminnya apa " tanya Danu


" laki-laki lagi pah anak Derian " ucap Derian sambil tersenyum


Derian dan Tania dari awal tidak mempermasalahkan apa jenis kelamin anak mereka yang penting anaknya sehat dan juga tidak kekurangan apapun...


" Alhamdulillah kapan mereka keluar dari dalam sana " tanya Danu


" mungkin sebentar lagi " ucap Derian


Derian masih lemas dia pun duduk di kursi ruang tunggu, Santi yang melihat anaknya lemas langsung memberikan air putih untuk anaknya...


" di minum dulu nak " ucap Santi sambil memberikan botol air...


" makasih mah " ucap Derian lalu mengambil botol air minum dari ibunya


tak lama box bayi yang di dorong oleh suster keluar dari ruangan itu, terlihat bayi yang masih kemerahan kulitnya sedang menggeliat di dalam bedongan...

__ADS_1


" Masya Allah cucu mama " ucap Santi


" maaf ya Bu kami harus membawa bayinya terlebih dahulu ke ruangan bayi, nanti satu jam lagi kami akan mengantar bayinya ke ruangan Bu Tania " ucap suster


" baik, silahkan sus " ucap Santi


suster itu tersenyum menanggapi ucapan Santi, lalu mendorong kembali box bayi itu Derian melihat wajah sang anak persis seperti dirinya dan juga Dio tapi bibirnya mirip sang ibu...


" kenapa anak kamu semua mirip sama papinya " ucap Santi


" kan aku papinya mah, iya pantes lah mirip aku " ucap Derian


" iya kan bisa saja anak keduamu itu mirip sama ibunya, wong pas hamilnya kamu yang lebih bucin ke Tania " ucap Santi


saat Derian mau menanggapi ucapan ibunya dokter dan perawat yang lain mendorong brankar Tania dari dalam, terlihat Tania masih menggunakan selang oksigen...


Derian dan semua orang mengikuti dokter dan beberapa perawat yang membawa Tania menuju ruang inap, Derian merasa bahagia karena istri dan anaknya selamat, setelah sampai di ruang inap dokter dan perawat memindahkan tubuh Tania ke ranjang yang sudah berada disana, peralatan medis pun mereka benahi agar bisa berjalan dengan baik...


" semuanya sudah selesai, dan sekali lagi saya ucapkan selamat pak atas kelahiran anak laki-lakinya, dan saya mau bilang kalau istri bapak tadi sempat pingsan dan sekarang pun masih belum sadar " ucap dokter


ucapan dokter membuat semua orang disana sangat terkejut termasuk Derian, Derian menyangka kalau semuanya baik-baik saja tapi ternyata keadaan istrinya tidak...


" apa istri saya baik-baik saja " tanya Derian khawatir


" istri bapak baik-baik saja, karena tenaganya terkuras habis paska melahirkan tapi nanti kita tunggu Bu Tania sadarkan diri, dan saya akan periksa kembali " ucap dokter


" baik, terima kasih dokter " ucap Derian


" sama-sama pak kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter


dokter dan para perawat keluar dari ruangan tersebut, Derian menghampiri Tania yang masih belum sadarkan diri, Derian kira semua akan baik-baik saja tapi ternyata tidak...


πŸƒπŸƒπŸƒ


senja terlukis indah disana dengan pemandangan yang masih sama, Tania pernah datang ke tempat ini sebelumnya dia masih ingat kalau di tempat ini lah pertama kali Tania bertemu dengan wanita cantik yang tak lain adalah ibu dari Dio...


saat Tania sedang menikmati indahnya pemandangan di depan sana, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di sampingnya dan ternyata adalah ibu dari Dio...


" mba Sasa " ucap Tania kaget karena Sasa tiba-tiba berada di sampingnya...


" gimana rasanya melahirkan Tania " tanya Sasa


mereka berdua berdiri sambil menghadap ke arah warna senja yang berada di depan mereka...


" sakit, itu yang pertama kali saya rasakan tapi rasa sakit itu tergantikan dengan rasa bahagia saat mendengar suara tangisan anak aku " ucap Tania


" seperti itu lah aku dulu saat melahirkan anak aku, walaupun saya berada di ambang hidup dan mati tapi aku bisa mendengar suara tangisannya, suara mas Derian yang mengumandangkan adzan untuk anak kita " ucap Sasa


Tania yang mendengar kata kita yang keluar dari mulut Sasa kenapa hatinya sakit sekali...


" tapi sayang Tuhan berkehendak lain aku tidak pernah merasakan gimana rasanya memeluk anak sendiri, gimana memberikan asi pertama kali untuk anak aku, semuanya aku gak merasakan, tapi di balik semua itu aku bersyukur anak aku bisa bertemu sama ibu sambung seperti kamu " ucap Sasa sambil tersenyum dan benar senyuman yang di miliki Dio adalah senyuman yang ibunya turunkan ke dia...

__ADS_1


" aku hanya menjalankan tugas sebagai ibu saja " ucap Tania


" tolong sayangi anak aku juga ya Tania, walaupun sekarang kamu memiliki anak kamu sendiri " ucap Sasa


ucapan Sasa sama persis seperti ucapan Dio saat di taman, Tania jadi berpikir apa ibu dan anak itu berpikir Tania akan membeda-bedakan, Tania tidak ada pikiran kesana Tania sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang...


" aku gak akan membeda-bedakan mereka mba, jangan khawatir aku menyayangi Dio seperti anak aku sendiri " ucap Tania


" makasih Tania, mungkin ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir, dan terima kasih sudah memberikan kado terindah kepadaku " ucap Sasa


" maksud mba " tanya Tania bingung sambil menatap Sasa dengan intens


Sasa menunjuk ke arah depan disana sudah ada anak perempuan yang cantik mamakai gaun berwarna putih, dan anehnya Tania merasa dekat dengan anak itu...


" dia adalah anak kamu yang waktu itu keguguran " ucap Sasa


" mana mungkin mba, saat saya keguguran anak saya yang ada di perut masih gumpalan darah " ucap Tania


" iya memang, tapi kita tidak tau yang diatas sudah merencanakan apa tapi saya menjamin kalau itu memang anak kamu sama mas Derian " ucap Sasa


Tania merasa ini semakin aneh mana bisa anaknya yang dulu sempat keguguran bisa tumbuh dengan cantiknya, usia anak itu juga mungkin satu tahun karena masih kecil...


" apa aku boleh memeluknya " tanya Tania


" hemm boleh, tapi jangan lama-lama kamu harus kembali ke sana kasian anak kamu yang baru saja lahir " ucap Sasa


Tania hanya menganggukkan kepalanya lalu menghampiri gadis kecil itu, mata Tania sudah berkaca-kaca saat melihat wajah cantik anaknya, Tania langsung memeluk anaknya sambil menangis dan gadis itu pun memeluk Tania balik sambil berkata...


" mami " ucap gadis kecil itu


tangisan Tania semakin kencang saat mendengar suara lembut yang keluar dari mulut anak itu, Tania merasa tidak percaya kalau yang dia peluk adalah anaknya dulu...


Sasa menghampiri Tania dan mengelus bahu Tania, Tania yang merasakan itu terpaksa melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Sasa...


" sudah waktunya kami pergi dan juga sudah waktunya kamu kembali " ucap Sasa


Tania sebenarnya berat melepaskan gadis kecil itu, Tania menatap gadis itu dengan sedih sedangkan anak itu malah tersenyum bahagia...


" Darra Angelina Wijaya " ucap Tania


" nama cantik buat anak mami yang cantik " ucap Tania lagi sambil menangis


senyuman gadis itu semakin berkembang saat mendengar nama yang di buat oleh ibunya...


" aku tunggu mami di surga nanti " ucap Angel malaikat kecil Tania dan Derian yang sudah pergi terlebih dahulu...


ucapan gadisnya membuat tangisan Tania semakin kencang, air mata yang tak bisa di bendung lagi semakin keluar, dan akhirnya Tania tersadar di satu ruangan dan sorot cahaya dari lampu menghalau matanya, ternyata Tania sudah kembali ke dunianya tangisan Tania berlanjut dia merasakan sedih yang teramat dalam...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit πŸ˜‡πŸ˜‡


happy reading guys πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


happy Ied Mubarak semuanya gak kerasa ya ramadhan udah pergi disini author mau minta maaf kalau selama author nulis cerita ini kesannya tidak berkenan di hati kalian... minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin πŸ™πŸ™β˜ΊοΈ


END....


__ADS_2