
Derian belum bisa berangkat kerja karena sindrom simpatik nya belum juga reda, setiap orang yang memakai parfum selalu di katai bau dan berakhir Derian harus memberikan setetes minyak telon miliknya seperti sekarang yang menjadi korbannya adalah papanya sendiri...
Danu yang baru saja sampai di rumah anaknya karena istrinya berada disana jadi Danu menjemput Santi, tapi yang dia dapat saat masuk ke rumah Derian adalah wangi minyak telon yang Danu kira adalah milik cucunya Dio...
" wangi bayi banget ini rumah " ucap Danu saat dirinya sampai di ruang keluarga dimana mereka lagi kumpul
Derian yang menyadari penciumannya keganggu langsung memakai masker miliknya yang menggantung di lehernya...
" papa kalau mau kesini tuh mandi dulu " ucap Derian sambil menahan mual...
" kan namanya juga pulang kerja Yan, lagi pula papa gak sebau itu sampai-sampai kamu harus pakai masker " ucap Danu
Derian enggan menanggapi ucapan papanya dia memilih memeluk Tania dari samping, dan kepalanya dia senderkan di bahu sang istri membuat sang ayah melirik tidak suka...
" papa sudah makan, kalau belum nanti Tania suruh bibi masak " ucap Tania
" gak usah nak, papa sudah makan tadi bareng client " ucap Danu
Tania hanya menganggukkan kepalanya lalu melirik ke arah suaminya nyaman banget kayanya...
" suami kamu kenapa, gak ada kerjaan banget di rumah pakai masker " tanya Danu
" mas Derian lagi ngidam pah " ucap Tania
Danu sempat terdiam lalu tertawa kencang membuat Dio yang sedari tadi fokus nonton acara kartun jadi terkejut....
" bercandanya lucu banget, mana ada laki-laki hamil " ucap Danu saat berhenti tertawa...
" yang hamil Tania papa, tapi yang ngidam Derian mangkanya sifatnya aneh " ucap Santi
" hah, serius gak lagi prank papa kan " ucap Danu gak percaya
" papa jauhan deh duduknya Derian mual banget " ucap Derian lemas
tadi setelah makan malam Derian malah muntah-muntah alhasil makanan yang dia makan terbuang sia-sia membuat Derian lemas karena energinya kebuang...
" papa tuh gak sebau itu Yan, ini anak benar-benar deh " ucap Danu lalu melirik ke arah menantunya lalu berucap kembali.. " berapa Minggu usianya " tanya Danu
" udah dua bulan pah " ucap Tania
" loh udah dua bulan aja, selama ini kamu gak ngerasain apa-apa gitu " tanya Danu kaget mendengar kenyataan kalau menantunya sudah hamil dua bulan..
__ADS_1
" Tania gak ngerasain apa-apa pah, seperti kehamilan pertama Tania dulu sekarang pun begitu tapi kalau mas Derian gak muntah-muntah kita gak bakalan tahu kalau ada calon bayi kita disini " ucap Tania sambil mengelus perutnya yang masih datar...
Derian yang melihat istrinya mengelus perutnya jadi ikutan mengelus dengan posisi masih memeluk Tania...
" syukurlah papa ikut senang, kamu harus jaga kesehatan jangan sampai kelelahan dan juga stress " ucap Danu
" iya pah makasih atas perhatiannya " ucap Tania sambil tersenyum
Danu melirik anaknya yang sedang menyenderkan kepalanya di bahu istrinya, manja banget mantan duda satu ini...
" mah ayo pulang " ajak Danu
" mama ambil tas dulu " ucap Santi lalu berdiri dan berjalan ke arah kamar tamu...
adik kembar Tania sore tadi sudah pulang lagi ke Jogja karena mereka akan ada acara di kampusnya, mereka di utus sebagai panitia penyelenggara perwakilan mahasiswa baru...
si kembar memiliki hobi yang berbeda, begitu pula dengan jurusan yang mereka ambil yang satu mengambil jurusan arsitektur yang satunya lagi mengambil jurusan kedokteran....
Santi dan Danu berpamitan ini sudah pukul sembilan malam dan Tania mengajak Dio untuk tidur karena besok Dio akan mulai masuk sekolah dengan baju seragam putih abu-abu, tapi bukan seragam anak SMA tapi memang baju seragamnya begitu...
" Dio ayo tidur " ajak Tania
" mami aku mau makan sosis " ucap Dio
" yahh, padahal Dio mau makan sosis di campur keju mozzarella " ucap Dio lesu
" besok sarapan mami buatin gimana " tanya Tania
" beneran " ucap Dio senang
" iya, tapi sekarang Dio harus tidur " ucap Tania
" siap mami " ucap Dio lalu pergi ke kamarnya...
sedangkan Derian membayangkan makanan yang di bilang sama anaknya sepertinya enak apalagi di tambah sama mangga di cocol garam...
Derian bukannya kembali ke kamar malah balik lagi ke bawah membuat Tania heran...
" mas mau kemana " tanya Tania saat dirinya sudah memastikan anaknya tidur...
" mau ke dapur sayang " ucap Derian
__ADS_1
" mau ngapain, kamu gak mau tidur " tanya Tania
" nanti aja, tidur juga percuma gak bisa olahraga malam dulu " ucap Derian
Tania yang mendengar itu hanya menghela nafas berat ternyata suaminya selain menyebalkan dia juga sangat frontal banget, Tania mengikuti suaminya harusnya jatah makan Derian tengah malam tapi ini masih jam sembilan udah masuk ke dapur aja...
sesampainya mereka di dapur Derian segera membuka plazer yang dimana makanan Frozen food berada, Derian mengambil sosis dan juga dimsum beku...
" kok ambil itu mas " tanya Tania
" aku mau bikin makanan yang tadi Dio mau " ucap Derian
" Dio nya juga udah tidur mas, ngapain kamu bikin segala " ucap Tania
" siapa bilang buat Dio, ini semua aku punya " ucap Derian sambil memperlihatkan makanan yang berada di pantry...
" itu mangga mudanya kenapa di keluarin dari kulkas " tanya Tania
tadi siang derian meminta bi Asih untuk mengupas semua buah mangga mudanya yang tersisa, lalu di masukan ke dalam wadah agar Derian bisa gampang mengambilnya...
" ini buat cuci mulut sayang, biar seger " ucap Derian
" kejunya dimana sayangku " tanya Derian
" di rak paling atas pojok, jangan di abisin besok Dio mau makan menu yang sama " ucap Tania
Tania mendudukkan dirinya di kursi meja makan sambil mencicipi mangga muda milik Derian, disana sudah tersedia garam dan juga cabai bubuk...
Derian memasak masakan itu lalu menyajikannya di meja makan, Derian melihat sang istri lagi memakan mangga dengan di cocol di garam...
" enak kan sayang " tanya Derian
" seger gak terlalu asam juga ini mangga " ucap Tania
" makan tapi jangan kebanyakan nanti sakit perut " ucap Derian
Derian menyantap jatah makan malamnya di temani sang istri, sebenarnya Tania sangat ngantuk tapi demi menemani suaminya makan, Tania harus bisa menahan kantuk agar dia tidak sampai tertidur di meja makan...
Derian sangat lahap memakan sosis di campur keju mozzarella sangat enak di tambah dengan taburan cabai kering di atasnya, tapi matanya selalu fokus ke arah istrinya...
Derian bersyukur karena ngidamnya terjadi kepadanya, Derian tidak membayangkan kalau Tania yang menderita badan kurusnya semakin kurus apalagi perut Tania lama kelamaan akan membesar juga, Derian jadi gak sabar menantikan kelahiran anaknya yang kedua...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉