
setelah pemeriksaan Derian dan Tania mampir sebentar ke supermarket untuk membeli kebutuhan ibu hamil, Derian setelah tau Tania hamil sifatnya menjadi lebih posesif karena kejadian satu tahun yang lalu yang dimana mereka kehilangan calon bayi mereka maka dari itu sekarang Derian akan lebih menjaga Tania...
setelah berbelanja mereka pulang dan tak lama sampai di rumah minimalis modern milik Derian, terlihat mobil milik mamanya yang terparkir rapi di sisi garasi, Derian membawa belanjaan mereka sedangkan Tania berjalan lebih dulu...
" assalamualaikum " ucap Tania saat masuk ke dalam rumah
" walaikumsalam " ucap seseorang yang terdengar sangat senang...
disana anak sulung mereka sudah datang, Tania dan Derian cukup kaget karena kedua orang tua Tania mengabarkan kalau Dio akan pulang esok hari...
" loh kok anak mami udah pulang " ucap Tania sambil mencium pipi tembem Dio...
" eyang kakek sama eyang uti lagi mau pergi " ucap Dio
aksen bicara Dio sudah mulai jelas karena umurnya sudah menginjak enam tahun lebih, tidak heran kalau bahasa Dio sudah mulai benar...
" kemana " tanya Tania
" entah, Dio gak tau " ucap Dio lalu melirik ke arah papinya yang membawa kantong plastik berisi belanjaan mata kecil Dio menatap binar ke arah yang di bawa Derian...
" wwaaahhh apa tuh " ucap Dio lagi sambil menunjuk ke arah plastik yang dibawa oleh Derian...
" susu buat mami, dimana Oma " tanya Derian
" di halaman belakang " ucap Dio dia penasaran susu apa yang akan di minum oleh ibunya maka dari itu dia membongkar kantong plastik tersebut...
" ngapain " tanya Derian
" apa ya tadi, oh Oma bawa mangga tapi aneh rasanya " ucap Dio sambil mimik mukanya kaya orang keasaman...
" aneh gimana " tanya Tania
" emmm, apa ya rasanya kaya ee kucing " ucap Dio
" tau dari mana kamu ee kucing, udah nyobain emang " ucap Derian
" iya gak lah pih, itu kan pribahasa gimana sih sekolah gak dulu " ucap Dio
Derian yang mendengar ucapan anaknya menjadi mendengus kesal di balik masker hitamnya, anaknya ini sangat menyebalkan kalau dulu Derian tidak sekolah mana bisa dia mengembangkan bisnis miliknya...
" udah-udah mami mau ke Oma dulu " ucap Tania
" Dio ikut " ucap Dio semangat
" ayo, kamu pulang kesini di anter siapa " tanya Tania
__ADS_1
" sama om Fathur dan juga om Farhan " ucap Dio
" terus om kamu dimana " tanya Derian yang mengikuti mereka dari belakang
" istirahat di kamar Oma yang suruh " ucap Dio yang ditanggapi anggukan oleh Derian dan Tania...
sesampainya disana Derian sangat berminat dengan makanan yang berada di atas meja terlihat menggiurkan, tapi saat Derian membuka maskernya dia tidak kuat dengan aroma parfum milik ibunya...
" mama " panggil Tania
" oh udah pulang, sini-sini temenin mama makan rujak tadi pas arisan mama di kasih mangga muda " ucap Santi
" wahh pasti enak " ucap Tania
" mama kok bau banget " ucap Derian
Santi tidak terima di sebut bau, dia pun memukul bahu anaknya dengan keras membuat Derian meringis sakit...
" enak aja bilang mama bau " ucap Santi kesal
" aww, mama sakit " ucap Derian
" lagian ngapain ngatain mama bau dan juga itu kenapa di rumah pake masker sama kaca mata hitam di kira ini pantai apa " ucap Santi
Tania segera melerai mereka, Tania juga gak habis pikir dengan suaminya kenapa kaca mata hitamnya tidak di lepas, kalau di supermarket Tania bisa memaklumi tapi ini di rumah...
" kabar baik apa " tanya Santi
mereka duduk bersama di bangku kayu yang ada di halaman belakang, dengan Derian dan Dio berada di seberang Santi dan Tania...
" Tania hamil mah " ucap Tania bahagia
Santi yang mendengar itu langsung terdiam dirinya speechless apa dia tidak salah dengar, Santi langsung memeluk menantunya itu dengan haru Santi merasa ini kabar sangat bahagia, dia melirik ke arah anaknya yang sudah makan rujak mangga mudanya dengan masih menggunakan maskernya...
" apa keanehan Derian ada hubungannya dengan kehamilan kamu " tanya Santi
" iya mah, aku cuma mengandung saja mas Derian yang ngerasain ngidamnya " ucap Tania
" syukurlah biarin biar tau rasa gimana tersiksanya kalau hanya ibu yang merasakan " ucap Santi
kedua wanita itu jadi tidak berminat memakan rujak mangga mudanya karena melihat Derian makan dengan lahap tanpa merasakan keasaman sedikit pun, lalu Tania melirik ke arah Dio anak itu malah asik memandangi ayahnya dengan tatapan polosnya...
" papi itu rasanya kaya ee kucing " ucap Dio
" enak aja ini enak tau cobain ini papi suapin " ucap Derian
__ADS_1
" gak, gak mau " ucap Dio langsung menolak dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya
" kalau gak mau ya sudah " ucap Derian
" kalau makan kamu seperti itu, mending pakai cadar aja Yan " ucap Santi
" enak aja, cadar itu buat wanita mama, ini juga kalau mama gak bau mana mau Derian pakai masker " ucap Derian
" ya ampun ini anak, apa dia juga sama, sama kamu " tanya Santi
" gak mah, mas Derian begitu hanya ke orang lain seperti pak Roni dan pak Doni, sekarang ke mama tapi gak tau ke siapa lagi entar soalnya mas Derian belum masuk kerja " ucap Tania
" parah banget ngidamnya, kata dokter sudah berapa bulan " tanya Santi
" baru dua bulan mah, kita juga gak bakalan tau kalau aku lagi hamil kalau saja mas Derian gak muntah-muntah " ucap Tania
" ada gunanya juga anak itu " ucap Santi
" udah habis " ucap Derian senang dia merasa tidak mual lagi saat sudah memakan rujak mangga mudanya...
" ya ampun mas kenapa di habisin nanti kalau kamu sakit perut gimana " ucap Tania khawatir
" habisnya enak sih, mama mangganya masih ada " tanya Derian
" tadi di bawa bi Asih ke dapur " ucap Santi
" ok nanti Derian mau mangga mudanya di cocol sama garam pasti enak " ucap Derian sambil membayangkan enaknya mangga muda dengan garam...
ucapan Derian membuat Tania ingin juga merasakan sepertinya enak, sedangkan kedua orang lagi meringis mendengar ucapan Derian rasa mangga itu sangat asam walaupun ada rasa manis-manisnya sedikit...
" jangan kebanyakan perut kamu gak bisa makan pedes " ucap Santi
" Derian jadi gak mual mah makan yang pedes sama asam seger malah " ucap Derian
Dio yang tak minat bergabung lagi memilih pergi ke kolam ikan miliknya sudah lama dia tidak main dengan ikan badutnya, kelamaan gaul dengan lele jadi Dio sedikit aneh melihat ikan badut miliknya...
" mas udahan dulu makan yang asemnya kita makan siang dulu terus kamu minum obat " ucap Tania
" siap sayangnya aku " ucap Derian senang sambil pergi untuk mencuci tangannya di kran dekat kolam renang...
" anak itu bucin banget " ucap Santi
Tania hanya tersenyum saja memang benar Derian itu definisi dingin pas di luar dan hangat saat di rumah malah Derian lebih bucin ke Tania sampai-sampai orang-orang melihat mantan duda itu merasa aneh tapi Tania bersyukur memiliki suami seperti Derian...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉