
kehidupan Derian dan Tania kembali seperti semula tapi bedanya mereka sekarang sudah menjadi suami istri, Derian sedang sibuk menjalankan proyek barunya dan Tania sibuk mengurus Dio anak itu sebentar lagi akan naik tingkat dari TK nol menjadi TK tingkat satu, umurnya pun sebentar lagi sudah lima tahun...
pagi ini keluarga Derian sedang tenang makan sarapan pagi mereka sebelum sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing...
" sayang hari ini aku bakalan pulang telat " ucap Derian
" loh kok tumben mas " tanya Tania
" aku harus tinjau dulu proyek di lapangan " ucap Derian
" bukannya proyek yang sekarang mas cuma penanam modal saja " ucap Tania
" iya tapi kan tetap saja aku harus liat juga perkembangannya, aku gak mau uang aku abis percuma, nanti bisa-bisa uang habis pekerjaan belum selesai " ucap Derian
" oh ya sudah " ucap Tania
" kenapa hemm, tumben kamu lagi gak enak badan " tanya Derian
" gak mas, aku gak apa-apa " ucap Tania
" beneran " tanya Derian
Tania hanya menanggapinya dengan anggukan lalu melanjutkan kembali makanannya, Derian yang melihat raut wajah istrinya yang sedang bad mood hanya diam, dia tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini istrinya sering sekali diam dan Derian merasa kalau Tania seperti sedang menyembunyikan sesuatu...
" mami Dio sudah selesai " ucap Dio
" pinter, sekarang minum susunya lalu kita berangkat " ucap Tania sambil tersenyum
" baik mami " ucap Dio lalu meminum susunya...
Derian yang melihat interaksi antara anak dan istrinya hanya tersenyum, semoga Tania akan tetap menyayangi Dio kelak setelah mereka memiliki anak sendiri...
" aku juga sudah selesai " ucap Derian
Tania yang mendengar ucapan Derian hanya menatap piring kosong suaminya tanpa berbicara apapun, Dio anak itu sudah berlari keluar terlebih dahulu...
Tania pun pergi ke kamar untuk mengambil tas kerja suaminya sekaligus mengambil tas miliknya, Tania merasa hatinya tidak enak tapi tidak tau kenapa setelah dia mendapatkan pesan dari nomer yang tidak di kenal, Tania menghampiri suaminya yang sedang duduk lalu memberikan tas kerja suaminya, tas kerja itu hanya laptop milik derian saja isinya...
" berangkatnya hati-hati sayang " ucap Derian sambil mencium puncak kepala Tania..
" iya mas kamu juga " ucap Tania
" kamu gak apa-apa sayang, wajah kamu kaya pucat gitu sakit " tanya Derian khawatir
" gak apa-apa mas aku baik-baik saja " ucap Tania
__ADS_1
" ya sudah mas harus ke kantor ada meeting soalnya " ucap Derian
" nanti siang mau aku bawain makanan mas " tanya Tania
" gak usah mas makan di kantor saja, kamu istirahat mas gak mau kamu kenapa-kenapa " ucap Derian
" iya mas " ucap Tania lalu masuk ke dalam mobil
Derian melihat kepergian istrinya dengan perasaan tidak enak, hari ini Derian merasakan ada yang berbeda dengan sifat istrinya, Derian berharap Tania tidak apa-apa dia tidak mau mimpi yang dulu jadi kenyataan...
Derian pun pergi menuju kantornya hari ini jadwal dirinya sibuk, banyak pertemuan dengan kolega, meeting juga dengan staf keuangan perusahaan dan banyak lagi agenda yang harus Derian lakukan, mangkanya tadi Derian bilang kalau dirinya akan pulang telat...
sedangkan Tania dia baru sampai di sekolah Dio hari ini awal Dio masuk TK tingkat satu, disana sudah ada guru wali baru Dio yang bernama Mrs Alina...
" good morning " ucap Tania
" good morning too Mrs Wijaya " ucap Mrs Alina
" panggil Tania saja " ucap Tania karena dia merasa aneh mendengar panggilan baru untuknya
" oh baik lah, Mrs Tania saya wali barunya Derdio selamat buat Derdio sudah naik jadi TK tingkat satu " ucap Mrs Alina
" makasih Mls " ucap Dio senang
" baik Mls " ucap Dio
Dio masuk bergabung bersama teman-temannya, Dio hanya sekelas dengan Jackson saja karena Justin dan juga Alan mereka jadi terpisah kelas...
" terima kasih Mrs saya permisi dulu " ucap Tania
" baik Mrs hati-hati, jadwal pulangnya jam makan siang ya Mrs kalau anda tidak bisa menjemput kami menyediakan bus yang akan mengantar jemput anak sampai rumah " ucap Mrs Alina
" baik Mrs terima kasih atas infonya " ucap Tania
" sama-sama " ucap Mrs Alina
Tania pun pergi menuju mobil, hari ini dia akan pulang terlebih dahulu tadinya Tania mau pergi berbelanja kebutuhan di rumah tapi dia berfikir nanti saja kalau Dio sudah pulang sekolah biar sekalian...
sedangkan Derian, setelah sampai di perusahaannya seperti biasa Roni dan Doni sudah standby di loby kantor menunggu atasannya, setelah Derian sampai Doni segera memberitahukan kalau hari ini salah satu client minta pertemuannya di luar...
" hari ini pihak Angkasa group ingin pertemuannya di luar pak " ucap Doni saat mereka sudah sampai di ruangan Derian...
" baik urus semuanya, kamu Roni siapkan berkas meeting untuk pagi ini " ucap Derian
" baik pak " ucap Roni
__ADS_1
" lima menit lagi kita ke ruang meeting " ucap Roni kembali yang ditanggapi anggukan oleh Derian...
Roni dan Doni keluar dari ruangan Derian, sebentar lagi mereka akan meeting Derian harus mencapai target tahun ini, dia ingin menghadiahkan sesuatu untuk istrinya belum apa-apa Derian sudah rindu dengan istrinya...
Derian mengambil handphone miliknya di dalam saku jas hitamnya, lalu mencari kontak yang sudah dia masukan ke list favorit terlihat kontak bernama My wife sweetie, Derian sengaja menamai kontak Tania dengan nama itu biar romantis...
panggilan pun tersambung tapi dari seberang sana belum diangkat, tapi tak lama suara yang Derian rindukan terdengar di telinganya...
" hallo mas " ucap Tania di seberang sana
" hallo juga sayang, kamu udah pulang " tanya Derian
" sudah mas ini lagi tiduran " ucap Tania
" kamu sakit, mau ke dokter aku pulang ya " ucap Derian dengan nada khawatir dia takut istrinya kenapa-kenapa...
" gak apa-apa mas, aku cuma pusing aja kamu kan hari ini sibuk mas " ucap Tania
" gak apa-apa sayang kerjaan bisa di handle oleh sekertaris aku " ucap Derian
" beneran mas aku gak apa-apa cuma pusing aja, di bawa tidur sebentar aja pasti sudah mendingan " ucap Tania
" mas usahain pulang cepat kamu gak usah jemput Dio biar mas nanti suruh Doni jemput ya sayang " ucap Derian
" gak usah mas, pak Doni pasti sibuk juga beneran aku gak apa-apa " ucap Tania
" sayang aku khawatir loh kamu kenapa-napa " ucap Derian
" aku gak apa-apa mas sayang, kamu fokus kerja aja " ucap Tania
" ya sudah kalo begitu, kalau sakitnya belum reda juga kasih tau aku nanti kita ke rumah sakit untuk periksa " ucap Derian
" iya mas " ucap Tania
" ya sudah mas tutup ya assalamualaikum sayangnya mas mmuuaahhh " ucap Derian dengan kecupan diakhir panggilan membuat Tania tersenyum...
" walaikumsalam mas semangat kerjanya " ucap Tania
" pasti sayangnya aku " ucap Derian
panggilan pun berakhir Tania beristirahat sebentar, memang benar kepala Tania sangat pusing tidak tau kenapa tiba-tiba saja, sedangkan Derian dia mulai dengan agenda meetingnya...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1