Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 84


__ADS_3

karena tidak kunjung sembuh juga sakitnya Derian, Tania berencana akan bawa Derian ke klinik yang dekat rumah barang kali Derian agak mendingan, saat kemarin Derian meminta obat anti mual yang sirup ternyata itu lebih memicu Derian sering muntah membuat Derian lebih tersiksa...


Tania sedang siap - siap di kamar sedangkan Derian lagi berada di bawah karena tadi Roni dan juga Doni datang untuk membicarakan tentang pekerjaan...


semenjak mereka datang kerjaan Derian hanya menutup hidungnya dengan kedua tangannya, Derian merasa mual mencium parfum yang di pakai Roni dan juga Doni...


" kalian gak mandi " gumam Derian di balik tangannya yang menutup hidung dan juga mulutnya...


" mandi lah " ucap Roni tidak terima di bilang belum mandi


" tapi kenapa kalian berdua bau banget " ucap Derian


Roni dan Doni saling melirik lalu mereka mengecek badan mereka takutnya yang di bicarakan Derian benar, karena tadi mereka sempat mengecek proyek yang sedang berjalan tapi saat mereka mengendus bau yang keluar dari tubuh mereka, mereka hanya mencium wangi maskulin yang keluar dari parfum yang mereka gunakan...


Roni yang gak terima langsung melayangkan tatapan tajam ke arah boss sekaligus sahabatnya itu, apa-apaan menghina kita bau sedangkan kenyataannya mereka wangi...


" kagak bau Yan, hidung lu lagi bermasalah ya " ucap Roni kesal


" enak aja emang kalian bau kok " ucap Derian masih dalam posisi menutup hidungnya..


" kami gak bau pak " ucap Doni


" lagian gue pake parfum mahal, mana bisa wanginya hanya sebentar kaya parfum isi ulang, lu emang ngada-ngada ya " ucap Roni


" terserah, lain kali kalau mau datang kesini mandi dulu terus beli parfum kaya milik saya " ucap Derian


Roni dan Doni langsung mengerutkan kening mereka karena yang di ucapkan Derian tidak lah benar, sedari tadi mereka tidak mencium parfum milik bossnya itu malahan mereka hanya mencium wangi telon khas bayi...


Derian mulai memeriksa laporan yang di berikan sekertaris dan juga asisten pribadinya dengan sebelah tangan masih setia menutup hidung dan mulutnya...


" lu kagak pake parfum Yan " ucap Roni


" enak aja ini gue pake parfum satu botol ya " ucap Derian gak terima

__ADS_1


" mana, gue dari tadi gak cium wangi parfum lu, lu juga kan Don " tanya Roni dan Doni langsung mengiyakan ucapan Roni dengan menganggukkan kepalanya...


" gue ganti parfum " ucap Derian setelah selesai mendata tangani berkas...


" pakai parfum baru apa lu, sedari tadi yang gue cium cuma bau telon " ucap Roni


" iya itu parfum gue yang baru, gimana wangi kan " ucap Derian bangga


Roni dan juga Doni sampai speechless mendengar itu, mereka gak salah dengar kan, telon bayi Derian sebut sebagai parfum lalu parfum milik Derian yang limited edition kemana...


" lu pakai minyak telon anak sendiri " tanya Roni kaget


" enak aja gue beli ya satu dus " ucap Derian


semakin speechless aja mereka gak salah denger Derian menyetok minyak telon satu dus, sekarang Derian bukan wangi maskulin malah wangi bayi...


" sakit lu makin parah ya sampai segitunya lu " ucap Tania


" kenapa sama penyakit gue " tanya Derian


" sembarangan gue kagak hamil " ucap Derian


" iya yang hamil emang bukan lu tapi istri lu Yan, tapi yang ngidam lu " ucap Roni


" kagak usah sok tau lu kan jomblo mana belum pernah nikah lagi, mana tau lu sama yang beginian " ucap Derian


" walaupun gue jomblo dan juga belum pernah nikah tapi kerjaan gue gaul sama client yang udah nikah, dan juga punya sahabat yang udah nikah dua kali ya pasti gue tau " ucap Roni


Derian jadi berpikir apa benar yang di ucapkan Roni, kalau dirinya sedang ngidam dan Tania sedang hamil, Derian gak mau terlalu berharap karena takut menyakiti hati istrinya, karena kejadian setahun yang lalu dan Tania harus mengonsumsi obat-obatan selama penyembuhan, proses kehamilan Tania terganggu, dan sampai sekarang Tania belum juga hamil...


" malah ngelamun, udah di check belum " tanya Roni


" gue gak mau terlalu berharap itu bisa nyakitin hati Tania bicara soal penyakit gue, sekarang gue sama Tania akan ke klinik buat periksa " ucap Derian

__ADS_1


" kenapa gak ke rumah sakit saja pak, biar saya buat janji ke dokternya " ucap Doni yang sedari tadi hanya jadi pendengar...


" tidak usah, kemarin saya habis dari rumah sakit tapi hasilnya cuma kecapean dan juga kurang istirahat, tapi setelah istirahat beberapa hari di rumah saya gak kunjung sembuh malah semakin parah penyakitnya " ucap Derian yang ditanggapi anggukan oleh Doni...


Roni merasa aneh dengan keadaan Derian karena yang Roni tau Derian terkena sindrom orang hamil tapi Roni lupa apa namanya...


" ya sudah kalo begitu kita berdua kembali ke kantor lagi cepat sembuh buat lu " ucap Roni


" iya thanks ya " ucap Derian


" cepat sembuh pak Derian " ucap Doni


" terima kasih hati-hati kalian " ucap Derian yang ditanggapi anggukan oleh Doni dan Roni


mereka berdua berjalan keluar rumah Derian, sedangkan Derian malah kembali memikirkan apa yang di ucapkan oleh Roni barusan, apa benar dirinya sedang ngidam dan Tania sedang hamil Derian takut kalau saja dirinya menyuruh Tania untuk mengecek lalu hasilnya negatif itu akan membuat Tania semakin drop karena kenyataannya tidak sesuai harapan...


Derian hanya akan menunggu saja mungkin penyakit yang dia derita hanya penyakit biasa, sedangkan Tania yang baru keluar dari dalam kamar langsung heran melihat suaminya yang sedang melamun, Tania melirik ke arah penjuru rumah dia tidak melihat keberadaan sekertaris dan juga asisten suaminya apa sudah selesai...


Tania menghampiri Derian, lalu mengusap kepala Derian dengan sayang Derian yang merasakan sentuhan itu melirik langsung tersenyum saat melihat siapa yang menyentuhnya...


" mas kenapa, kok ngelamun " tanya Tania


" gak apa-apa mas cuma mikirin kerjaan aja " ucap Derian


" beneran " tanya Tania tidak percaya


" beneran sayang, udah siap ayo kita berangkat " ucap Derian


" udah mas, ayo keburu siang banget kita ke sananya " ucap Tania


Derian bangkit dari duduknya lalu merangkul istrinya, Derian selalu ingin memeluk tubuh istrinya karena wangi Tania sangat Derian sukai, mangkanya Derian akan merajuk kalau Tania tidak ada di sisinya barang sedikit pun, kemana pun Tania pergi Derian harus ikut...


mereka masuk ke dalam mobil hari ini Derian menyetir sendiri karena dia ingin berduaan bersama istrinya, lagi pula klinik yang akan mereka tuju jaraknya tidak terlalu jauh, sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara, Derian yang fokus menyetir sedangkan Tania yang sibuk dengan handphonenya karena tadi adiknya mengirim video kegiatan Dio selama disana...

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉


__ADS_2