
Setelah dari dokter umum Derian dan Tania menuju tempat dokter kandungan seperti yang di sarankan dokter, mereka sangat antusias untuk melihat calon bayi yang sudah berada di perut Tania...
setelah sampai di depan ruangan dokter kandungan, Derian mengetuk pintunya kata dokter umum langsung saja karena dirinya sudah membuatkan janji untuk mereka...
suara dari dalam terdengar mempersilahkan masuk Derian dan Tania pun masuk ke dalam ruangan dokter kandungan, terlihat berbeda dengan dokter yang sebelumnya, di ruangan ini peralatannya lebih lengkap...
" permisi dok " ucap Derian
" oh silahkan masuk pak, Bu " ucap dokter kandungan ramah
" saya Derian dan ini istri saya Tania " ucap Derian
" silahkan duduk, saya sudah tau dari dokter Arum beliau sudah memberi tahu saya tadi kalau akan ada pasiennya yang akan kesini " ucap dokter kandungan
" iya benar, kami ingin memastikan tentang kehamilan istri saya " ucap Derian
" mari saya periksa dahulu, kita USG dulu ya Bu Tania " ucap dokter
Tania mengikuti dokter tersebut menuju brankar yang sebelahnya sudah ada alat USG, Derian yang penasaran juga dengan kehamilan Tania ikut mendekat, Tania berbaring di brankar dan dokter membuka sedikit baju Tania agar kelihatan perutnya saja, tak lama dokter kandungan memberikan yang sedikit lengket di atas perut Tania, Tania bisa tebak kalau itu seperti jelly...
dokter pun segera mengUSG Tania, alat yang berputar diatas perut Tania memberikan hasil di layar yang seperti monitor terlihat gambar yang tak begitu jelas hanya ada satu titik seperti biji kacang yang berada di tengah-tengah...
" Bu Tania memang sedang hamil, ini yang seperti biji kacang adalah calon anak kalian " ucap dokter
" sekecil itu " ucap Derian tak percaya
" benar pak, karena kehamilan Bu Tania berada di trimester pertama, calon bayi kalian masih sebesar biji kacang " ucap dokter
" saya kira sudah besar " ucap Derian
dokter itu pun tersenyum mendengar ucapan Derian, dokter itu memaklumi mungkin saja ini adalah anak pertama mereka, jadi masih awam mengenal seperti apa proses bayi di dalam kandungan...
" ok selesai, apa mau di cetak hasil USG nya " tanya dokter
" apa bisa " ucap Derian
__ADS_1
" bisa sekali, karena alat jaman sekarang sudah canggih pak " ucap dokter
" kalau gitu saya mau sepuluh " ucap Derian semangat
Tania yang mendengar itu hanya membelalakkan matanya gak salah sepuluh buat apa...
" mas, banyak banget " ucap Tania
" buat kenang-kenangan sayang ini calon bayi kita loh " ucap Derian
" satu saja cukup mas, nanti kalau sudah menginjak empat bulan kan bisa USG lagi " ucap Tania
" memang bisa " tanya Derian
" iya bisa lah mas tanya saja sama dokternya langsung " ucap Tania
Derian melirik ke arah dokter yang sedang membersihkan perut Tania dari jelly bekas tadi, lalu dia melihat ke arah monitor yang masih memperlihatkan gambar calon bayinya...
" apa benar dok yang istri saya bicarakan " tanya Derian penasaran
" kesungsangan itu apa " tanya Derian
" kesungsangan itu adalah letak bayi yang belum sempurna bayi yang berusia tujuh bulan bisa saja dia bergerak aktif di dalam perut sehingga posisinya belum sempurna, dan saat delapan bulan posisi sang bayi bisa bergerak lagi sesuai keinginannya dan kita bisa melihat posisi mana yang di pilih, apa sudah berada di posisi aman atau sebaliknya dan saat menginjak usia sembilan bulan belum juga ada perubahan kita bisa menindak lanjuti secara cepat seperti kita bisa melakukan operasi Caesar " ucap dokter
" berarti kemungkinan untuk lahir secara normal tidak ada " tanya Tania
" iya betul, karena itu beresiko tinggi itu bisa menyebabkan kematian terhadap bayi, atau pun ibu, bayi bisa kehilangan oksigen dan sang ibu bisa pendarahan hebat " ucap dokter
penjelasan dari dokter membuat Derian dan Tania terdiam ada banyak ketakutan nantinya saat proses melahirkan tapi itu semua masih jauh karena kehamilan Tania masih tahap trimester pertama...
" di kehamilan Bu Tania yang memasuki trimester pertama ini masih bisa menyebabkan keguguran jadi saran saya Bu Tania jangan terlalu kelelahan, stress apalagi jangan berpikir terlalu jauh dulu nikmati saja proses kehamilannya, apa ada gejala mual ataupun muntah-muntah " tanya dokter
" tidak dok tapi suami saya yang mengalaminya " ucap Tania
sang dokter melirik ke arah Derian, lalu tersenyum terhadap Tania kembali...
__ADS_1
" itu namanya sindrom couvade sudah menjadi hal biasa kalo sang ayah ikut merasakan namanya morning sickness " ucap dokter
" sindrom couved itu apa dok " tanya Tania karena penasaran
" Sindrom couvade yang dialami para pria menjadi salah satu dampak adanya perubahan hormon pada para pria. Meningkatnya hormon prolaktin dan kortisol menyebabkan para pria mengalami gejala morning sickness seperti yang dialami oleh ibu hamil, jadi mungkin juga sang ayah memiliki kecemasan tersendiri terhadap si cabang bayi dan sindrom itu juga bisa di sebut dengan sindrom simpatik" ucap dokter
" tapi kan kami belum tau dok kalau saya hamil tapi gejala itu sudah ada terlebih dahulu " ucap Tania
" karena ibu dan bapak tidak menyadari akan hal ini, kalau saja si ibu bisa merasakan tanda-tanda kehamilan pasti kita bisa menyimpulkan mualnya sang ayah dan muntah-muntahnya itu adalah gejala dari morning sickness " ucap dokter
" tapi ibu dan bapak tidak perlu khawatir itu normal-normal saja karena bukan pak Derian saja yang mengalaminya, tapi ayah-ayah di luar sana pasti mengalaminya juga " ucap dokter kembali
" gejalanya berapa lama " tanya Derian
" kalau penglihatan saya selama ini morning sickness akan berkahir pada trimester ketiga atau bisa juga lebih gimana hormon sang ayah " ucap dokter
" baiklah " ucap Derian lesu
Tania yang melihat itu hanya tersenyum dia senang dan juga sedih, senang dia tidak mengalami masa morning sickness dan bisa menikmati kehamilannya, dan sedih karena harus melihat suaminya tersiksa akan kehamilannya tapi menurut Tania itu seimbang karena Derian akan merasakan morning sickness di awal-awal Tania hamil saja, sedangkan dirinya harus mengandung sembilan bulan lamanya...
" saya akan resepkan vitamin buat sang ibu dan juga calon bayinya agar kuat di dalam, dan buat sang ayah saya akan resepkan obat anti mual " ucap dokter
" apa bisa saya minta sirup saja obat anti mualnya " ucap Derian
dokter itu hanya tersenyum, memang bukan Derian saja orang dewasa yang tidak bisa minum obat tablet tapi beberapa pasiennya yang kondisinya sama seperti Derian pasti akan meminta yang sama...
" bisa pak " ucap dokter
dokter pun menuliskan resep untuk Tania dan juga Derian setelah itu mereka berdua berpamitan, sudah cukup lama mereka konsultasi dengan dokter kandungan...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
...maaf kalau penjelasan tentang kehamilannya tidak sesuai 🙏🙏...
__ADS_1