
tidak ada aktivitas lain selain berdiam diri di rumah, sejak kehamilannya di ketahui sampai sekarang sudah berjalan lima bulan, Tania tidak boleh beraktivitas selain tidur, makan, dan juga yoga khusus ibu hamil tidak ada kegiatan mengantar jemput Dio lagi karena Derian tidak mengizinkannya jadi lah Dio berangkat bersama Derian, dan pulang di jemput sama supir...
seperti sekarang ketika semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing Tania hanya duduk santai di sofa ruang keluarga sambil menonton acara kartun kesukaan Dio, ngomong-ngomong soal Dio anak itu sedang les dan Derian masih kerja, Tania sudah mulai bosan dengan rutinitas monotonnya itu...
Tania beranjak menuju dapur dia melihat-lihat kali aja ada yang bisa di kerjakan tapi sayang tidak ada, mau masak belum waktunya akhirnya Tania pergi ke halaman belakang disana ada sayur mayur yang bi Asih tanam, dan juga ada buah-buahan juga seperti buah rambutan dan juga jambu air...
Tania merasa ingin sekali makan rambutan, untungnya pohonnya tidak tinggi mangkanya buahnya mudah di jangkau, Tania memetik satu rambutan yang sudah merah rata-rata sudah masak tinggal panen saja...
" manis banget " gumam Tania saat merasakan manisnya rambutan
Tania kembali ke dalam dia menuju dapur untuk mengambil baskom untuk wadah rambutan, yang akan dia panen sedangkan jambu airnya masih muda banget belum waktunya untuk di panen...
Tania dengan semangatnya memetik rambutan, enaknya tuh rambutan ini tidak ada semut sama sekali jadi Tania senang memanennya setelah di rasa cukup Tania duduk di kursi kayu yang ada disana...
Tania memakan rambutan hasil panen miliknya tak lama bi Asih datang membawa barang belanjaan lewat halaman belakang tumben sekali, Tania langsung menyapa bi Asih...
" bibi tumben jalan belakang " tanya Tania
bi Asih sedikit terkejut melihat majikan perempuannya berada disana...
" ya Allah mba kaget saya " ucap bi Asih
" hehe maaf bi, terus bibi ngapain lewat belakang " tanya Tania
" ini mba bibi beli iga sapi tapi tadi baru keluar pendingin jadi bibi takut kalau cair nanti airnya jatuh di lantai " ucap bi Asih
" oh gitu, rencana mau masak apa " tanya Tania
" mau bikin sop iga, mba gak apa-apa kan bibi masak itu " tanya bi Asih
" gak apa-apa bi Asih, Tania gak sulit kok makan apapun " ucap Tania
bi Asih hanya menganggukkan kepalanya lalu melirik ke arah meja, ternyata Tania sedang makan rambutan...
__ADS_1
" mba metik sendiri " tanya bi Asih
" iya bi, mau " ucap Tania
" gak mba bibi mau langsung ke dapur aja mau masak " ucap bi Asih
" oh gitu, ya sudah " ucap Tania
" mba jangan kebanyakan makannya nanti sakit perut " ucap bi Asih
" iya bi Asih " ucap Tania sambil tersenyum lalu kembali memakan rambutannya sedangkan bi Asih kembali berjalan menuju dapur...
di lain tempat Derian yang sedang bersiap untuk ke acara pembukaan mall, seperti biasa Derian masih memakai masker dan tak lupa minyak telon, Roni yang melihat perubahan sahabatnya ini hanya menghela nafas berat gini amat hidup mantan duda...
" Yan lu gak mau pakai parfum gue apa " tanya Roni
Roni tau Derian sudah tidak memakai parfum lagi semenjak insiden ngidam yang Derian rasakan, parfum mahalnya dengan suka rela dia wariskan ke adik iparnya...
" emangnya ada salah sama wangi gue " ucap Derian sambil mencium jas miliknya masih wangi kok...
" yang penting gue kagak mual-mual " ucap Derian
" bini lu udah hamil lima bulan masa masih ngidam " ucap Roni heran
" lah mana gue tau, kalau lu penasaran tanyain gih sama anak gue yang ada di perut Tania " ucap Derian
Roni yang mendengar ucapan Derian tersenyum jail dia melirik ke arah sahabatnya yang sekarang dirinya lagi sibuk dengan berkas-berkas...
" oh berarti gue boleh dong pegang perut buncitnya Tania " ucap Roni sambil tersenyum
Derian yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah sekertarisnya sekaligus sahabatnya, enak aja mau pegang perut lucu istrinya...
" berani lu sentuh gue bunuh lu " ucap Derian dingin
__ADS_1
" lah kan lu sendiri yang bilang kalau gue penasaran boleh langsung tanya ke anak lu, terus salah gue dimana " ucap Roni
" tapi gak usah di pegang juga perut istri gue " ucap Derian kesal
" belom juga di pegang Yan sensi banget " ucap Roni
" kagak usah banyak ngomong mending sekarang kita berangkat, lama-lama bergaul sama lu bisa bikin gue darah tinggi " ucap Derian lalu bangkit dan berjalan keluar meninggalkan Roni yang terkekeh kecil melihat tingkah Derian...
Roni sudah memberitahu kalau Doni sudah disana duluan untuk mengecek semuanya, dan Doni pun memberitahu kalau semuanya sudah siap...
" perhatikan semuanya jangan sampai kita rugi " ucap Derian
sekarang mereka sudah di dalam mobil menuju tempat peresmian, Roni yang duduk di depan bersama supir sambil mengecek pekerjaan di dalam tab...
" semua sudah di set ulang, kerugian terbesar bukan ada di pihak kita tapi di pihak yang pemiliki proyek, walaupun ada apa-apa dalam hal ini kita masih bisa dapat kompensasi sebesar tujuh puluh persen " ucap Roni
" tentang dana sebisa mungkin pisahkan dengan dana dari perusahaan pusat " ucap Derian
" kalau di pisah lalu masuk ke dana mana " tanya Roni
" masukan ke dana perusahaan cabang yang baru kita buka satu setengah tahun yang lalu " ucap Derian
" baik pak " ucap Roni
professional itu lah mereka, disaat di luar dan masih dalam jam kerja Roni akan menempatkan diri menjadi sekertaris Derian, kalau sedang berdua atau sedang berkumpul dengan Alex mereka akan seperti sahabat seperti pada umumnya...
dua puluh menit mereka sampai di tempat lokasi banyak karangan bunga yang memberi selamat, gedung mewah yang akan menjadi mall terbesar kedua di kota ini, berjarak satu kilometer dari kampus ternama, dan berada di titik pusat kota membuat Derian tidak sia-sia menggelontorkan uangnya untuk mendanai mall ini...
Derian dan Roni berjalan masuk ke dalam mall tersebut, pertama kali masuk mereka akan di suguhi patung kuda bergaya Eropa, dengan desain sebagus mungkin, mall ini terdiri dari lima lantai, yang dimana lantai pertama menjadi basemen, lantai dua di isi dengan perlengkapan elektronik, lantai keempat menjadi tempat anak-anak bermain, lantai ketiga di isi oleh fashion untuk berbagai kalangan, dan yang terakhir lantai ke lima menjadi tempat makan...
Roni mengarahkan Derian ke salah satu ruangan disana akan ada rapat terlebih dahulu, dan selanjutnya mereka akan memotong pita sebagai peresmian, Derian berjalan menuju salah satu ruangan saat dirinya masuk Derian di sambut oleh sebagian pemilik mall ini, karena sebagian lagi miliknya...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉