
lima bulan kemudian...
Sudah lima bulan Tania sudah keluar dari rumah sakit dan juga anaknya yang di beri nama, Dersya Marvellio Wijaya anak laki-laki yang tumbuh dengan baik, menjadi teman untuk sang kakak yaitu Derdio Nathaniel Wijaya anak sulung Derian dan juga Tania...
semenjak insiden Tania tidak sadarkan diri setelah melahirkan Derian menjadi protektif terhadap Tania, Derian tidak ingin Tania hamil lagi karena alasan dia tidak ingin terjadi apa-apa terhadap istrinya, dua anak juga sudah cukup walaupun semuanya laki-laki...
tentang anak mereka yang sudah tiada yang sudah Tania di beri nama yaitu Darra Angelina Wijaya, Derian sudah tahu karena selama Tania sudah sadar Derian melihat Tania sering menangis, Derian dan keluarganya mengira Tania terserang baby blues karena gejalanya sama sering menangis tidak jelas, tapi saat Tania menceritakan mimpinya Derian merasakan sebagian dari hatinya kosong saat mengetahui anak yang belum sempat mereka lihat adalah seorang putri...
hari ini kegiatan mereka seperti biasa yang dimana Tania sibuk mengurus ketiga laki-laki yang ada di rumahnya, sebulan sesudah Tania melahirkan Derian memboyong keluarga kecilnya ke rumah baru, tapi tetap satu kompleks tapi yang beda hanya rumahnya lebih besar...
" sayang dasi aku mana " teriak Derian dari kamarnya
" mami kaos kaki aku mana " teriak Dio sama dari kamarnya
Tania yang mendengar itu hanya menghela nafas berat drama di pagi hari masih tetap sama, Tania sebenarnya sudah menyiapkan semuanya lengkap di atas kasur masing-masing tapi tetap saja masih berteriak mencari yang sebenarnya ada di depan mata mereka...
Tania yang sedang mengurus si kecil langsung berjalan menuju kamar anak sulungnya terlebih dahulu, karena kamar Dio dan Dersya bersebelahan...
" Abang bisa gak sih gak usah teriak-teriak ini masih pagi bang, kan mami ada di kamar adek " ucap Tania
" hehe maaf mami, ini kaos kaki Abang cuma sebelah " ucap Dio sambil cengengesan...
" cari tuh pakai mata bang jangan pakai mulut, kamu tuh ya drama pagi tetap sama " ucap Tania sesudah menemukan kaos kaki Dio...
" makasih mami yang cantik, morning derder " ucap Dio sambil mencium pipi Tania dan juga Dersya yang Dio singkat jadi derder...
" cepetan ya bang siap-siapnya nanti telat, mami mau lihat papi dulu " ucap Tania
" adek biar disini aja mi, nanti Dio yang gendong " ucap Dio
" kuat gak gendongnya sekarang adek udah berat loh bang " ucap Tania
__ADS_1
" kuat mami kan Dio sudh besar " ucap Dio
" ya sudah hati-hati ya nanti pas gendong adeknya " ucap Tania
" siap mami " ucap Dio semangat
Tania meletakkan Dersya di atas kasur milik Dio, Dersya sudah bisa tengkurap sendiri, mangkanya masih aman di tidurkan di atas kasur, setelah itu Tania pergi ke kamar miliknya dan juga Derian...
saat masuk Tania melihat Derian sedang memakai dasinya, sedangkan Derian yang melihat Tania datang tanpa anaknya tersenyum cerah membuat Tania aneh dengan kelakuan suaminya...
" itu ada mas dasinya, kenapa teriak-teriak " ucap Tania
" tadi gak ada sekarang mah ada " ucap Derian sambil tersenyum
" orang dasinya juga ada di dekat baju kantor kamu kok " ucap Tania sambil membantu merapihkan dasi milik suaminya
Derian yang melihat itu hanya tersenyum lalu memeluk pinggang istrinya agar bisa lebih dekat dengan dirinya...
" mas jangan gini ah kamu mah suka jahil " ucap Tania
" sekali yu yang, aku udah gak tahan " ucap Derian
suara Derian sudah mulai berat, Tania sudah paham dengan apa yang suaminya inginkan...
" sudah siang mas kamu harus berangkat ke kantor, kasian anak-anak sudah nunggu " ucap Tania
" sebentar aja sayang gak lama, ya ya please masa kamu tega " ucap Derian
" tapi mas " ucap Tania masih tetap dengan pendiriannya..
" gak ada tapi-tapian ayo ah " ucap Derian
__ADS_1
dan terjadi lagi bukan hanya sekarang Derian suka meminta haknya di pagi hari, tapi setiap ada kesempatan Derian akan melakukannya karena Derian sering tidak memiliki waktu berdua karena Tania pasti akan mendahulukan anak-anak mereka daripada dirinya...
sedangkan Dio yang sudah ada di ujung anak tangga hanya menghela nafas panjang Dio sebenarnya tidak tahu apa yang di lakukan kedua orang tuanya, yang pasti mereka akan bosen menunggu di meja makan...
" nunggu lagi kita dek " ucap Dio ke adiknya yang anteng dengan tangannya yang sudah masuk ke dalam mulut...
Dio tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga tinggi badannya tidak seperti anak SD pada umumnya, Dio memiliki postur tubuh tinggi dan juga memiliki kulit putih...
setelah menunggu beberapa menit akhirnya kedua orang tua mereka turun Derian dengan wajah cerahnya, sedangkan Tania sedikit membenarkan rambutnya...
mereka melihat kedua anaknya yang sudah duduk di kursi masing-masing, Dio duduk di dekat adiknya yang duduk di kursi khusus bayi...
" pagi " ucap Derian
Derian dan Tania hanya saling melirik karena tidak dapat jawaban dari sapaannya, Derian bisa melihat kalau anak sulungnya sedang memakan sarapannya sedangkan si kecil sedang meminum susu dari botol...
" maaf ya mami telat turunnya" ucap Tania sambil mengelus rambut Dio
Dio hanya tersenyum menanggapinya, lalu melanjutkan makannya lagi Tania pun menyiapkan sarapan untuk suaminya dan juga dirinya, seperti ini lah kehidupan keluarga kecil mereka yang dimana kebahagian, kesalahan pahaman kecil, dan juga keramaian yang di ciptakan dari anak-anak mereka tapi semua Derian dan Tania tetap bersyukur...
kehidupan berkeluarga lagi dulu Derian tidak mengharapkan lagi karena ketakutan akan kehilangan masih ada, tapi saat dia memutuskan untuk menjalani bahtera rumah tangga bersama Tania semua itu lenyap, walaupun banyak sekali cobaan yang menerpa kehidupan keluarganya tapi Derian bersyukur semua itu bisa mereka lewati...
begitu pun Tania dia tidak berfikir akan berlabuh pada sosok duda anak satu, kehidupannya yang dia anggap santai-santai saja ternyata di takdirkan menjadi ibu sambung, tidak pernah Tania sangka jalan hidupnya seperti ini karena dulu tujuan dia hanya membahagiakan kedua orang tuanya dan adik-adiknya terlebih dahulu, tapi takdir berkata lain bertemunya dengan seorang anak kecil membuat hidupnya berubah, dan sekarang mereka bisa menjadi keluarga kecil dengan dua malaikat kecil di dalamnya....
...thank you semuanya sudah setia dengan novel ini, akhir dari kisah mantan duda dan juga seorang gadis, makasih yah udah mau baca novel author yang gaje ini semoga kita bisa berjumpa kembali di projek terbaru author...🙏🙏...
baca juga novel author yang berjudul ' Luka Didalam Pernikahan ' jangan lupa mampir ya dan ramein komen sama likenya makasih teman-teman bye 👋👋
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1