
setelah lamaran dadakan yang di berikan Derian hari ini keluarga Tania lagi sibuk-sibuknya karena persiapan untuk lamaran resmi yang besok akan di adakan, mereka akan mengadakan lamaran di kediaman Tania dengan secara kekeluargaan...
banyak sanak saudara yang datang, tentu saja kebanyakan dari mereka ingin tahu, bagaimana perawakan calon Tania, banyak dari mereka yang terang-terangan menyindir Tania dengan pedas, siapa lagi kalau bukan Tante dari pihak ayah yang suka julidin orang...
" wah gak nyangka ya Tania dapatnya bos perusahan " ucap bibi Tania
" iya, tapi sayang duda mana punya anak lagi " ucap bibi Tania yang satu lagi
" biasa beli satu dapat satu " ucap bibi Tania yang lain
gelak tawa terdengar karena menurut mereka lucu, tapi tidak dengan Tania dan ibunya yang mendengar, perasaan Tania sangat kesal kalau bukan orang tua sekaligus bibinya sudah Tania semprot tuh mulut pedas mereka...
" belum apa-apa kamu sudah harus ngasuh anak Nia, mana anak orang lagi " ucap sepupu Tania anak dari tante nya
memang benar ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mulut emaknya suka julid anaknya pun sama...
" iya nih Nia masa lama ngejomblo sekalinya nikah sama duda buntutan malu dong " ucap sepupu Tania yang lain
sudah cukup kesabaran Tania sudah habis, Tania bangkit dari duduknya lalu melempar tutup toples yang sedari tadi dia pegang, saking kesalnya membuat orang-orang disana menatap Tania tidak percaya, Tania di keluarganya terkenal akan sifat pendiam malahan Tania bisa di bilang sangat cuek...
" bude dan juga kalian " ucap Tania sambil menunjuk ke arah sepupunya lalu melanjutkan kembali ucapannya.. " kalian kesini tuh mau bantuin apa gosipin calon Nia, memangnya ada yang salah sama status duda, salah memiliki anak, emangnya kalian siapa emak gue " ucap Tania kesal
ucapan Tania membuat mereka terdiam, nada bicara Tania yang sedikit tinggi membuat ayah dan adik kembarnya menghampiri ibu-ibu yang sedang menyiapkan makanan ringan...
" ada apa nak " tanya ayah Tania saat melihat raut wajah putrinya yang sudah merah padam...
" gak tau lah " ucap Tania sambil pergi dari sana
ayah Tania melirik ke arah istrinya yang sedari tadi diam, lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka, ayah Tania menyusul sang istri sedangkan adik kembar Tania hanya melirik ke arah para wanita lalu pergi juga tanpa bicara apapun, apalagi raut wajah Farhan datar, sedangkan Fathur hanya mendelik ke arah sepupunya...
Tania yang sudah di kamarnya dan mengunci pintu kamarnya, Tania kesal, marah dengan ucapan saudara saudaranya yang menjelek-jelekkan Derian karena statusnya...
tak terasa air mata Tania keluar, dengan isakan pelan Tania menangis mereka yang tidak tahu apa-apa tapi berani berbicara seperti itu, memangnya mereka siapa...
dengan perasaan yang tidak karuan Tania merebahkan tubuhnya di kasur miliknya, dan tangisan Tania tidak mereda walaupun wajahnya dia tenggelamkan di atas bantal suara dering handphone miliknya tidak Tania hiraukan, ketukan pintu dari luar dan juga suara adiknya tidak Tania gubris, Tania butuh waktu sendiri...
__ADS_1
sedangkan Derian yang masih menetap di kota gudeg itu merasa gelisah karena dari tadi Tania tidak mengangkat panggilannya, tidak mungkin kan Tania kabur tidak lucu sekali, di film-film orang kabur saat acara pernikahan masa ini masih lamaran sudah minggat...
" kenapa sih Yan " tanya Santi saat melihat anaknya dari tadi sangat gelisah
" Tania mah gak bisa di hubungi " ucap Derian
" lagi sibuk mungkin Yan kan besok ada acara lamaran " ucap Santi
" positif thinking aja, gak usah mikirin yang enggak-enggak mending duduk tenangin diri " ucap Danu tegas
Derian menghela nafas berat dia tidak tahu apa yang terjadi disana sampai-sampai Tania susah di hubungin, semua persiapan lamaran sudah Derian siapkan di bantu sang mama, besok acaranya jam sembilan pagi semoga lancar Derian berharap...
" istirahat sana kasian cucu papa tidur sendirian di kamar " ucap Danu
" ya sudah Derian ke kamar " ucap Derian
" iya istirahat besok kita harus pagi-pagi berangkat kesana " ucap Santi yang ditanggapi anggukan oleh Derian
sedangkan Tania yang baru bangun dari tidurnya, kamar Tania sangat gelap karena lampu kamar yang belum di nyalakan mana gordennya belum dia tutup terlihat di luar juga sudah gelap, setelah menyalakan lampu Tania melirik ke arah jam dinding di kamarnya, Tania kaget ternyata sudah jam sembilan malam dia tidur sangat lama...
" hah gila, mata gue kaya biji jengkol mana besok acaranya " ucap Tania sambil melihat ke arah cermin..
malam ini Tania harus mengompres matanya yang sembab untuk dia memiliki masker mata tapi sayang yang bagian atas gak bisa di pakaikan masker...
Tania sudah selesai dengan rutinitas mandinya lalu berjalan ke arah ranjang, lalu mengambil masker mata miliknya, memang benar-benar ya keluarga dari ayahnya itu kang bully semua...
🍃🍃🍃
ke esokan harinya rumah Tania sudah ramai dengan keluarga besar dari pihak ayah maupun ibu, mereka penasaran seperti apa calon Tania itu selepas dari status dudanya...
suara ketukan pintu terdengar dari luar Tania yang sudah siap dengan tampilannya walaupun matanya masih sedikit bengakak, Tania berjalan dengan anggunnya lalu membuka kunci kamar miliknya, terlihat wajah adik bungsunya yang sudah tersenyum manis...
" ada apa dek " tanya Tania
" mbak gak apa-apa " tanya Fathur
__ADS_1
" mba gak apa-apa gak usah kasih mba tampang begitu " ucap Tania
wajah tampan Fathur tercetak jelas, dengan senyum yang manis hari ini adik kembarnya memakai baju batik khas Pekalongan, sedangkan dirinya memakai baju kebaya modern dan juga kain batik yang melilit di bagian bawahnya...
" kalo gitu ayo ke bawah, ayah sama ibu udah di bawah " ucap Fathur
" iya bentar lagi mba belum pakai sendal " ucap Tania
" ya sudah Athur duluan ke bawah " ucap Fathur
" iya bentar lagi mba nyusul " ucap Tania
tak lama dari Tania turun suara mobil dari luar terdengar, ada dua mobil mewah yang datang, beruntung om dan juga tantenya bisa datang ke Jogja...
keluarga Derian di sambut ramah oleh kedua orang tua Tania, dan juga keluarga besar mereka tercetak jelas raut wajah dari sepupu Tania yang menatap Derian dengan minat, kalau dudanya seperti ini mereka juga mau beruntung sekali Tania...
Tania yang melihat sepupunya dengan wajah seperti itu hanya mendengus kesal, kemarin saja mereka menjelekkan Derian sekarang malah terpesona, boleh kah Tania bilang kalau mereka itu munafik...
Derian mengerenyitkan dahinya melihat mata sembab Tania, tapi Derian harus fokus dulu ke acara hari ini dia tidak mau gagal...
" terima kasih pak atas sambutannya " ucap papa Derian sambil tersenyum
" kami yang harusnya terima kasih sudah berkenan bertamu kesini, dengan keadaan kami seperti ini silahkan duduk " ucap ayah Tania
" jangan merendah seperti itu, kami akan langsung ke intinya saja, kami datang kesini secara resmi melamar anak bapak untuk anak saya " ucap papa Derian
" kami dengan senang hati menerimanya pak, semoga semuanya lancar sampai hari H " ucap ayah Tania
" amiin " ucap mereka bersama
acara lancar dengan pertukaran cincin antara Derian dan Tania, lamaran ini sekaligus tunangan, sesuai rencana mereka akan nikah bulan depan...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1