Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 44


__ADS_3

setelah menjemput Dio di sekolahnya Tania langsung menemani Dio mengerjakan tugas rumahnya masih dengan tugas melukis, Tania menerima pesan dari Derian mereka akan dinner jam tujuh saat makan malam, jadi Derian bilang tidak usah masak ke bi Asih...


setelah itu handphone Tania berdering terlihat nama sahabatnya yaitu Ririn, Tania sangat rindu dengan teman satu-satunya ini dia langsung menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan video call dari sahabatnya...


terlihat wajah Ririn di layar handphone milik Tania dengan senyum sumringah...


" ah Tania, sumpah gue kangen banget sama lu " ucap Ririn di seberang sana


Tania hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya, kekonyolan Ririn memang selalu Tania rindukan...


" gue juga, lu apa kabar " tanya Tania


" gak baik saat lu gak ada, tau gak gue kesepian " ucap Ririn


" bentar lagi kan long weekend main kesini " ucap Tania


" lu aja yang main kesini, sekalian lu tengok apartemen kali aja udah banyak penghuninya " ucap Ririn


" huh sembarangan, lu gak kerja " tanya Tania


" lagi istirahat, lu sendiri ngapain gak momong bocah " ucap Ririn


Tania membalikkan kamera handphonenya ke arah Dio yang sedang belajar, anak itu tidak merasa terganggu dengan suara Tania dan Ririn...


" wih rajin ya ibu tiri nemenin " ucap Ririn menggoda


" kan emang tugas gue Rin kalo lu lupa " ucap Tania


" ya elah Tan sekalian aja gitu belajar jadi emak tiri yang baik, kali aja kan jodoh lu sama si bos duda " ucap Ririn


" gue gak mau berasumsi apapun sejalannya aja " ucap Tania


" ah lu mah gak asik, btw entar lanjut lagi gue mau kerja lagi " ucap Ririn


" ok, yang semangat ya kerjanya biar kagak di potong Mulu gaji lu " ucap Tania


" sialan, mentang-mentang gajinya selalu dapet bonus mulu " ucap Ririn


setelah panggilan video call berakhir, Tania fokus kembali ke Dio anak itu masih anteng aja dengan pekerjaan rumahnya...


" Tante aku udah beles " ucap Dio

__ADS_1


" bagus ayo kita tidur siang biar tambah pintar " ucap Tania


" Dio gak ngantuk tante, mau main ke taman " ucap Dio


" panas Dio kalo ke taman sekarang " ucap Tania


" tapi Dio suka liat anak kompleks main ke taman siang hali " ucap Dio


Tania hanya menghela nafas panjang memang sih kebanyakan anak kompleks suka main di taman yang tak jauh dari rumah, tapi tetap saja siang bolong gini harus jalan kaki kesana...


" ayo tante Dio mau main sama meleka" ucap Dio


" ya udah ayo bentar tante ambilin dulu topi biar Dio gak kepanasan " ucap Tania


" yey, Dio mau sambil main sepeda ya tante pasti selu " ucap Dio senang


" iya, bentar " ucap Tania lalu berlalu ke arah tangga menuju kamar Dio tak lama dia kembali tapi tadi sempat ambil minum takutnya nanti haus disana...


" ayo " ucap Tania


" ayo ke garasi dulu ambil sepeda Dio tante" ucap Dio yang ditanggapi anggukan kepala oleh Tania


Tania sendiri sudah memakai topi mengahalau sinar matahari yang gak tau kenapa hari ini sangat panas, Tania dan Dio pun berjalan keluar perkarangan rumah Derian dengan Dio yang berada di depan Tania dengan memboseh sepeda, sedangkan Tania berjalan kaki mengikuti...


Tania duduk di salah satu bangku di taman itu, sambil mengawasi Dio yang sedang bermain pasir disana banyak anak sebayanya yang bermain, pantes Dio pengen sekali bermain kesini ternyata ramai ada juga yang jualan untung Tania tadi sempat mengantongi uang takut-takutnya Dio ingin membeli sesuatu...


Tania melihat ke sekeliling taman ini sangat asri dengan pepohonan yang tinggi, besar dan juga rindang, banyak yang jualan Tania melihat yang jualan sosis berasa ingin merasakan sudah lama juga tidak makan sosis...


Tania menghampiri yang jualan sosis lalu memesan beberapa untuk dirinya dan Dio kali aja dia mau, setelah itu dia kembali lagi ke tempat duduknya, Dio sudah berganti mainan yang sekarang dia lagi main trampolin, sosis yang Tania pesan telah jadi Tania memanggil Dio untuk makan sosis bersama-sama...


" Dio " panggil Tania Dio yang sedang asik bermain mengalihkan pandangannya ke Tania dan Tania langsung menunjukkan sosis yang dia pegang, Dio langsung beranjak dan berlari ke arah Tania...


" wah sosis " ucap Dio senang


" makan pelan-pelan sambil duduk gak baik makan sambil berdiri " ucap Tania memangnya lagi panuwun


panuwun kalo di bahasa Indonesia kannya adalah syukuran tapi untuk bayi yang suka potong rambut, Dio pun duduk sambil menikmati makan sosis Tania bisa melihat kalo anak itu sangat senang sekali bermain disini, sepertinya baru pertama kali Dio kesini...


" aku udah selesai tante mau main lagi " ucap Dio setelah menghabiskan tiga sosis...


" minum dulu " ucap Tania sambil memberikan air minum yang dia bawa dari rumah..

__ADS_1


setelah meminum Dio lari kembali ke arah tempat bermain, teman sebaya Dio banyak mungkin mereka sudah akrab memang begitu kan kalo anak-anak gampang berantemnya, gampang pula akrabnya...


tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari, Tania yang masih asik melihat Dio tanpa menyadari kalo hari sudah sore, tapi taman itu makin ramai, tiba-tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang saat Tania melihat ternyata Derian...


" di cariin di rumah gak ada malah pada nyangkut disini " ucap Derian lalu duduk di sebelah Tania...


" Dio mau main disini katanya, kok udah pulang " tanya Tania


" udah sore ya sudah waktunya pulang dari kantor, memangnya kamu disini dari jam berapa " tanya Derian


" dari siang, abis Dio mengerjakan tugas sekolahnya dia minta main ke sini " ucap Tania


" selama itu, gak tidur siang dong " ucap Derian


" iya enggak dia gak mau, di paksa juga gak bakalan baik " ucap Tania


" sudah makan " tanya Derian


" sudah sebelum kesini kan makan dulu ini juga habis sosis tujuh " ucap Tania


" banyak banget, jangan sembarangan beli kita kan gak tau kualitas makanan itu sehat apa gak " ucap Derian sambil mengelus rambut Tania


" bersih kok kamu mau coba " tanya Tania


" gak usah ayo pulang sudah sore Dio harus mandi kamu juga " ucap Derian lalu bangkit dari tempat duduknya lalu memanggil anaknya yang masih betah bermain...


" Dio, Derdio " panggil Derian


Dio yang mendengar suara papinya langsung menghampiri sang ayah, sambil mendorong sepeda beroda tiganya...


" kok papi ada di sini " tanya Dio heran


" papi mau jemput kamu katanya keenakan main disini sampai lupa pulang " ucap Derian


" hehe, ramai pih disini banyak temen juga Dio suka " ucap Dio dengan ciri khas cengirannya...


" ayo pulang bisa besok lagi mainnya, besok kan libur " ucap Derian


mereka bertiga pun pergi pulang dengan Dio di depan sambil mengayuh sepeda roda tiganya, sedangkan Tania dan Derian berjalan di belakang dengan Derian menggenggam tangan Tania seperti keluarga kecil...


" jangan lupa nanti malam dandan yang cantik " bisik Derian sambil tersenyum membuat wajah Tania memerah...

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉


__ADS_2