
Derian masih di dalam ruangan yang dimana Tania berada mesin monitor masih terdengar nyaring, disana Derian masih menangis tapi tidak sekencang tadi hanya ada isakan kecil yang keluar dari mulut Derian, sahabat Derian masuk ke dalam untuk melihat keadaan Derian, di luar ruangan sudah Keos sekali keadaannya sangat kacau...
yang dimana ibu Derian dan juga ibu dari Tania sudah tidak sadarkan diri, sedang di bawa ke ruang inap agar mereka bisa istirahat sebentar sambil menunggu jenazah Tania di urus oleh pihak rumah sakit...
" Yan " panggil Roni
Derian hanya diam tidak mengindahkan panggilan Roni, Alex menghampiri sambil menepuk pundak Derian...
" bangun jangan kaya gini, lu harus ikhlas kasian Tania " ucap Alex
" bener kata Alex Yan, lu harus ikhlas semua udah takdir dari yang diatas " ucap Roni
" bilang ke gue, kalau ini hanya mimpi sumpah gue gak kuat " ucap Derian lirih tak terasa air matanya mengalir kembali dari pelupuk mata...
" gue juga berharap begitu, tapi ini kenyataannya Yan semua sudah terjadi, lu harus ikhlas sekarang lu bangkit, jenazah Tania mau di urus sama pihak rumah sakit " ucap Alex
" bilang ke gue kalau ini mimpi, sakit Lex, Ron disini sakit " ucap Derian sambil menangis dan tangannya menepuk dadanya menghilangkan rasa sesak...
" sabar, gue tau lu sangat terluka tapi lu harus ikhlas biar Tania tenang " ucap Roni
sungguh Roni sangat iba melihat keadaan sahabatnya dia tidak menyangka sahabatnya akan merasakan kehilangan untuk kedua kalinya...
" gue tau, tapi jangan kaya gini tadi gue denger orang tua Tania akan membawa jenazah Tania pulang ke Jogja " ucap Alex
Derian tidak merespon hanya diam sambil menangis dia juga tidak bisa berbuat apa-apa keluarga Tania lebih berhak daripada dirinya, tapi apa bisa Derian menjalani hidupnya tanpa Tania...
" ayo bangun biarin pihak rumah sakit mengurus jenazah Tania kasian dari tadi mereka menunggu " ucap Alex
Derian bangkit di bantu oleh kedua sahabatnya lalu keluar, mereka hanya bisa menenangkan Derian mereka juga bingung mau gimana semua udah terjadi, saat mereka keluar tinggal kedua adik kembar Tania yang ada di bangku tunggu...
" mas " panggil Farhan saat melihat Derian yang di bopong oleh kedua sahabatnya..
__ADS_1
Derian hanya menatap kedua adik kembar Tania dengan sedih, ternyata ada yang lebih sedih darinya yaitu keluarga Tania...
" ayah sama ibu kemana Han " tanya Derian
" ayah lagi nemenin ibu, tadi ibu pingsan " ucap Farhan
sedangkan adik bungsu Farhan, sudah menangis dengan diam Derian bisa melihat kalau mereka sangat kehilangan, malahan luka mereka lebih dalam daripada dirinya...
" mas gak apa-apa " tanya Farhan
Derian tahu adik pertama Tania itu mencoba kuat untuk adiknya yang sedang menangis walaupun mereka kembar sifat mereka sedikit berbeda, Farhan mungkin terlihat kuat di luar tapi Derian yakin kalau adik Tania yang satu ini sama-sama terluka, sedangkan adik bungsu Tania Fathur dia lebih sensitif perasaannya...
" mas lagi sakit dek disini sangat sakit " ucap Derian sambil memegang dadanya
" kita sama-sama sakit mas, bukan hanya mas yang merasakan sakit di daerah situ kita juga mas " ucap Farhan
tak terasa sudut mata Farhan mengeluarkan air mata, sekuat apapun dirinya kalau di hadapkan dengan orang yang disayangi pasti akan menangis juga...
" jenazahnya bisa di bawa pulang pak semuanya sudah selesai " ucap perawat
" tunggu sebentar lagi ya pak, nunggu orang tua saya dulu mereka masih belum sadar " ucap Farhan
" baik pak " ucap perawat
perawat itu pergi meninggalkan mereka Derian, juga kedua sahabatnya dan si kembar duduk di luar ruangan UGD, jenazah Tania sudah berada di kamar mayat mereka sudah memindahkannya...
tak lama kedua orang tua Tania berjalan kearah mereka terlihat ibu Tania sangat terluka dan lemah, begitupun ayahnya raut wajahnya sudah memerah karena habis menangis, dan tak lama juga kedua orang tua Derian menyusul...
" ayah akan membawa jenazah Tania pulang ke Jogja " ucap ayah Tania
" apa gak bisa disini dulu yah, besok kita pergi kesana " ucap Derian
__ADS_1
" kasian Tania nak sudah terlalu lama dia disini gak baik juga menunda " ucap ayah Tania
" aku gak sekuat itu Yah untuk mengantar Tania ke sana " ucap Derian lirih
" ayah tau nak, kamu juga pasti terluka dan juga kehilangan tapi semua sudah kehendak Allah, ayah juga terluka putri kesayangan ayah pergi meninggalkan ayah " ucap ayah Tania sambil menangis
mereka semua menangis kembali mengingat semua ini seperti mimpi, tapi kalau ini mimpi kenapa terasa sangat nyata dan juga sangat menyakitkan sehingga tidak mampu bernafas, terlalu sesak...
" ayah mewakili Tania minta maaf kalau putri ayah punya salah atau selalu merepotkan kamu " ucap ayah Tania
" gak Yah harusnya Derian yang harusnya minta maaf gara-gara Derian ayah kehilangan putri ayah, kalau saja Derian tidak memaksa Tania menjadi pengasuh anak Derian pasti ini semua gak akan terjadi, kalau saja Tania masih bekerja di perusahaan cabang pasti tidak akan seperti ini Derian minta maaf Yah, maaf Bu " ucap Derian lirih
" gak nak ini sudah takdir dari Allah kita harus ikhlas agar Tania tenang, kamu juga harus tabah dan ikhlas " ucap ayah Tania
" besan " panggil ayah Tania Danu yang mendengar itu melihat kearah ayah Tania..
" takdir tidak mengizinkan kita menjadi besan, tapi saya berharap kita masih bisa menjadi saudara agar tali silaturahmi kita tidak putus, maafin anak saya kalau ada salah " ucap ayah Tania kembali...
" Tania tidak pernah membuat salah sama kami, semoga kita masih bisa menjaga tali silaturahmi kita walaupun kita tidak menjadi besan " ucap Danu membuat ayah Tania terharu dan menganggukkan kepalanya pertanda setuju...
" saya sudah menyiapkan jet pribadi saya untuk mengantar jenazah Tania juga keluarga untuk pergi ke Jogja " ucap Alex
" ya Allah nak gak usah ayah gak mau merepotkan lagi, biar kami sewa pesawat saja untuk membawa jenazah anak ayah " ucap ayah Tania
" gak perlu pak saya sudah menyiapkan semuanya, tadinya ini akan menjadi kado pernikahan untuk sahabat saya tapi takdir tidak berpihak kepada kita maka saya izinkan kalian memakainya " ucap Alex
ayah Tania sangat terharu ternyata anaknya di kelilingi orang baik, ayah Tania sangat bersyukur anaknya memiliki calon mertua yang sangat menyayanginya, calon suami yang baik dan juga sahabat calon suaminya yang sangat baik..
mereka semua akan segera ke bandara hari sudah semakin malam, mereka harus segera pergi agar hari esok jenazah Tania bisa di kebumikan...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
__ADS_1
happy reading guys 😉😉