
satu tahun kemudian...
tak terasa sudah satu tahun pernikahan mereka, setelah kejadian dimana Tania jatuh dan juga keguguran mereka belum juga memiliki anak, setelah dinyatakan sembuh total Tania dan Derian mencoba melakukan program kehamilan agar Tania bisa kembali hamil, tapi rencana tinggal rencana semua yang di usahakan Derian dan juga Tania belum mendapatkan hasil mungkin Tuhan belum berkehendak...
sekarang hari kelulusan Dio dimana anak itu hari ini akan wisuda di TK nya, setelah sebulan yang lalu merayakan ulang tahun yang ke lima, Tania sedang membantu Dio untuk bersiap-siap Dio memakai atasan kemeja putih, celana kain berwarna hitam, di tambah memakai dasi dan juga jas yang warnanya senada dengan celana yang dikenakannya...
sedangkan Derian masih tertidur dengan gaya tengkurap tanpa memakai baju, mungkin sudah kebiasaan, orang rumah sudah sibuk dari pagi dengan persiapan untuk wisuda ini masih aja tidur dengan nyenyak...
" mami hali ini Dio lulus kan " ucap Dio
" iya sayang, Dio udah besar sekarang " ucap Tania sambil membantu memasangkan dasi untuk Dio...
" kalau sudah besar gak mungkin ngomongnya masih cadel, gak bisa bilang R " ucap seseorang dengan suara khas orang bangun, siapa lagi kalau bukan Derian...
Dio yang di ledek ayahnya langsung cemberut, Tania yang tau mood anaknya sudah rusak oleh ayahnya sendiri langsung menenangkannya...
" mas bangun gih, terus mandi ini aku sama Dio udah siap tapi kamu malah masih tiduran " ucap Tania
" bentar lagi sayang, nyawanya belum ngumpul " gumam Derian
" kebanyakan alesan kamu mas, mangkanya kalau nonton bola jangan sampai subuh " ucap Tania
" kan mulainya juga tengah malam sayang " ucap Derian sambil duduk dengan mata yang masih terpejam..
Tania hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Derian yang kebiasaan gak pernah pakai baju, untung tubuh Derian enak di pandang...
" papi gak dingin tidul gak pakai baju " tanya Dio
" kenapa, enak tidur gak pakai baju anget " ucap Derian
" anget kenapa papi " tanya Dio penasaran
" kan ada mami yang angetin, iya gak mi " ucap Derian sambil tersenyum menggoda Tania...
Tania yang mendapat godaan dari Derian hanya memutar matanya malas dengan ucapan gak berfaedah suaminya, sedangkan Dio yang melihat tingkah ayahnya hanya cengo melihatnya...
" udah deh mas gak usah ngawur cepetan mandi, bentar lagi kita harus berangkat " ucap Tania kesal
" siap sayangnya aku " ucap Derian lalu berlari kearah kamar mandi dengan hanya menggunakan celana pendek...
__ADS_1
" ayo kita tunggu di bawah Dio harus sarapan dulu " ucap Tania yang ditanggapi anggukan oleh Dio...
Tania dan Dio keluar dari dalam kamar, sebelum itu Tania menyiapkan pakaian untuk Derian terlebih dahulu, lalu mereka berjalan ke bawah menuju meja makan...
semua keluarga akan datang termasuk keluarga Tania, ayah, ibu dan juga adik kembarnya datang dan sekarang sedang bersiap juga di kamar mereka masing-masing...
" pagi " ucap Dio senang
" pagi cucunya eyang uti yang ganteng " ucap ibu Tania sambil tersenyum
" udah selesai siap-siap nya Bu " tanya Tania
" ibu sih udah, ayah juga sekarang lagi ngopi di halaman belakang, sedangkan adik-adik kamu lagi siap-siap di kamarnya " ucap ibu Tania
" ayah kenapa pagi-pagi udah minum kopi saja " ucap Tania
" udah kebiasaan nduk, di kampung kan ayah selalu kopi duluan daripada sarapan " ucap ibu Tania
" kan kopi enak di nikmati setiap pagi " ucap ayah Tania sambil berjalan ke arah mereka
" gak baik yah, pagi-pagi udah minum kopi " ucap Tania
" hemm, Dio kan mau masuk SD eyang " ucap Dio
" mau masuk SD mana nak " tanya ayah Tania
" di kampung mami, Dio mau sekolah disana " ucap Dio
sontak ucapan Dio membuat mereka kaget, pikiran dari mana anak sekecil ini sudah berpikir mau sekolah disana...
" mana bisa begitu, masa sekolah jauh banget sampai ke Jogja " ucap Derian yang baru saja sampai di meja makan
" memangnya kenapa, kata om Fathul sekolah disana asik papi " ucap Dio tidak senang karena papinya tidak setuju kalau dirinya sekolah di tempat eyang Kakung dan juga eyang uti nya...
" asik gimana " ucap Tania semakin bingung
" asik mami, kata om Fathul kalau sekolah disana tiap belangkat sekolah aku bisa naik kelbau, Dio mau naik kelbau mami " ucap Dio
semua orang yang disana tertawa mendengar ucapan polos dari Dio, sedangkan Derian hanya menatap dingin ke arah anaknya, apa-apaan mau berangkat sekolah naik kerbau pikiran dari mana ada mobil malah milih naik kerbau...
__ADS_1
" naik kerbau itu bukan mau sekolah Derdio " ucap Derian dingin
" telus " ucap Dio polos
" mau ke sawah " ucap Derian kesal lalu duduk di kursinya
" oh, ya udah Dio mau ke sawah aja bial bisa naik kelbau " ucap Dio
Derian yang mendengar itu hanya menghela nafas berat, ada-ada saja pikiran ajaib anaknya ini, sedangkan yang lain hanya tersenyum lalu ikut duduk di kursi disana...
" cah Bagus, di sana sekolahnya gak ada yang naik kerbau " ucap ibu Tania
" kata om Fathul bisa eyang " ucap Dio
" kamu itu di bohongin sama om kamu " ucap Tania
" bohong itu dosa mami " ucap Dio
" sudah-sudah ayo sarapan, cah Bagus udah sekolahnya disini saja ya disana kejauhan kasian nanti kalau Dio kangen sama mami sama papi kan gak bisa ketemu " ucap ayah Tania
tak lama kedua adik kembar Tania turun, walaupun mereka kembar tapi sifat mereka berbeda, selera pun berbeda, yang dimana Fathur memiliki sifat yang ceria sedangkan Fathan memiliki sifat dingin dan cuek, Fathan menyukai warna hitam sedangkan Fathur putih...
" good morning semua " ucap Fathur sambil tersenyum
semua orang melirik ke arah sumber suara tapi itu hanya sebentar ayah dan ibu Tania sudah biasa dengan kelakuan anak bungsu mereka, sedangkan Derian dia menatap akan permusuhan ke arah adik iparnya, dan itu membuat Fathur tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal...
" molning too om Fathul om Fathan " ucap Dio senang tapi tidak dengan ayahnya...
" wihh udah cakep nih, bangun jam berapa " tanya Fathur sambil duduk di sebelah kembarannya..
" subuh dong kan Dio mau wisuda " ucap Dio bangga
" cakep " ucap Fathur lalu mengambil sarapannya
sedangkan Fathan dirinya tidak suka banyak bicara, diam lebih baik Fathan itu sedikit introvert sedang kan Fathur kebalikannya, Fathan senang kesunyian sedangkan Fathur senang keramaian, mangkanya walaupun mereka kembar identik tapi orang-orang mudah membedakan mereka karena sifat mereka yang berbeda...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1