Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 78


__ADS_3

Hari demi hari, bulan demi bulan akhirnya Tania bisa jalan walaupun belum seratus persen tapi dia sudah bisa beraktivitas tanpa kursi roda, dan juga sesuai keinginan Dio kalau Tania sembuh kursi roda milik Tania buat dirinya...


Dio setiap hari main dengan kursi roda tersebut entah dia dorong, entah dia pakai tapi suka kesel sendiri karena susah di jalankan, ada-ada saja kelakuan anak itu...


pernah waktu itu Dio ngajak teman-temannya datang ke rumah hanya untuk memperlihatkan kursi roda yang sekarang jadi miliknya, reaksi teman-temannya sangat penasaran dengan benda tersebut, seperti tidak pernah melihat saja, beda dengan teman yang satunya lagi yaitu Justin dia tidak merasa heran dengan benda tersebut karena dirinya sering ikut ibunya ke rumah sakit, karena ibunya salah satu dokter disana, yang dimana itu rumah sakit milik keluarganya...


dan sekarang Tania habis pulang dari terapi sekarang Tania terapinya di antar oleh Santi dan juga Dio, anak itu antusias sekali ingin ikut melihat gimana cara maminya terapi kaki...


" wahh mami hebat udah bisa jalan " ucap Dio senang


" ini kan berkat doa dan semangat dari Dio juga " ucap Tania sambil tersenyum


" nanti kita jalan-jalan kalau kaki mami sudah sembuh " ucap Dio


" mau jalan-jalan kemana " tanya Tania


" kita ke lumah eyang kakek sama eyang uti " ucap Dio


" nanti kita bicarain sama papi " ucap Tania


" siap mami " ucap Dio


lalu mereka duduk sambil menonton televisi yang menayangkan kartun anak kembar botak yang asli dari Malaysia, Santi tadi sudah pamit untuk pergi ke rumah temannya karena ada acara arisan...


tak lama terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya, Tania bangkit untuk melihat dan berjalan ke arah depan saat Tania mau membuka pintu ternyata suaminya sudah pulang...


" loh mas kok udah pulang " tanya Tania heran ini masih sore kenapa Derian sudah pulang...


" assalamualaikum sayang " ucap Derian sambil mencium kening Tania...


" walaikumsalam mas " ucap Tania tak lupa dirinya mencium punggung tangan suaminya...


" kok berdiri disini bukannya istirahat " ucap Derian sambil membantu Tania berjalan


" aku kira tadi ada tamu mangkanya aku mau bukain pintu " ucap Tania


" kan ada bibi sayang yang bisa bukain pintu kalau ada tamu " ucap Derian


" bibi lagi ke supermarket beli bahan dapur " ucap Tania


sekarang mereka sudah di ruang keluarga dimana Dio tadi sedang menonton acara televisi, tapi sekarang anaknya sudah tidak ada mungkin sedang bermain di kamarnya...

__ADS_1


" gimana terapinya " tanya Derian setelah mereka duduk


" Alhamdulillah lancar mas, cuma kata dokter tunggu satu bulan lagi aku bisa berjalan normal seperti dulu " ucap Tania senang


" Alhamdulillah, maaf ya hari ini mas gak bisa nganter kamu terapi " ucap Derian soalnya Derian tidak pernah absen kalau Tania mau terapi...


" gak apa-apa mas aku ngerti kok " ucap Tania


" obatnya udah di minum " tanya Derian


" belum mas baru selesai makan " ucap Tania


" mas ambilin obatnya ya " ucap Derian


" gak usah mas biar Tania aja, kamu mending makan dulu " ucap Tania


" mas udah makan tadi sama Roni dan juga Doni " ucap Derian


" kok tumben " ucap Tania


" iya tadi habis ngecek proyek langsung makan siang bareng, setelah makan mas pulang dan mereka balik ke kantor lagi " ucap Derian


" emang gak ada kerjaan lagi " tanya Tania


Tania tersenyum mendengar ucapan Derian karena Tania bisa menangkap kalau Derian sangat ingin pergi menemaninya, Tania tidak menyangka mendapatkan suami yang sangat perhatian seperti derian, mantan duda satu anak ini memang luar biasa...


Derian dan Tania beranjak dari sana menuju kamar mereka yang terletak di samping tangga, Tania harus meminum obatnya agar cepat sembuh...


🍃🍃🍃


hari sudah malam keluarga kecil Derian sedang duduk di meja makan, mereka sedang menikmati makan malam dengan keseruan yang di ciptakan oleh Dio anak mereka...


Dio sedang menceritakan kejadian di sekolah dimana ada anak baru perempuan yang pipinya tembem, dan menjadi incaran teman-teman sekelasnya untuk mencubit karena gemas...


" lain kali Dio gak boleh ikutan ya " ucap Tania


" kenapa, Dio pelan kok cubitnya Alan tuh yang cubitnya kenceng sampai nangis " ucap Dio


" apalagi itu sampai nangis " ucap Tania


" Jackson apalagi dia malah gigit katanya empuk kaya mochi " ucap Dio

__ADS_1


Derian yang menjadi pendengar hanya menggelengkan kepalanya ada-ada saja kelakuan anak jaman sekarang...


" gak boleh sayang, itu namanya gak baik gimana kalau teman perempuan kamu itu gak mau ke sekolah gara-gara kalian gangguin " ucap Tania


" gak kok mami, dia malah sekolah telus bawa makanan banyak " ucap Dio


" pantes pipinya tembem kerjaannya makan terus " ucap Derian


" gak boleh gitu mas itu namanya body shaming " ucap Tania


" kan kenyataannya sayang yang suka makan tuh, kalau gak tumbuh di perutnya ya di pipi, coba liat ada kan orang yang tubuhnya kecil tapi pipinya tembem, dan juga ada juga orang yang badannya berisi tapi pipinya tirus " ucap Derian


" iya tapi gak boleh bicara gitu juga, gak semua orang sepemikiran sama kita, cara pandang orang berbeda-beda mas, apalagi fisik bagi sebagian perempuan itu hal yang sensitif banget " ucap Tania


" iya, iya maaf " ucap Derian lalu melanjutkan kembali makannya


" Dio juga agak boleh gitu kasian temannya " ucap Tania


" iya mami " ucap Dio


mereka pun melanjutkan makan malam mereka, setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga hari ini tidak banyak kegiatan hanya terapi disambung kumpul-kumpul, mengobrol, dan juga menemani Dio mengerjakan tugas sekolahnya...


Tania suka senyum sendiri saat mengingat tadi siang yang dimana Dio mendorong kursi roda itu sampai depan pagar rumahnya, dan dia pamerkan ke anak-anak kompleks yang lewat kalau dirinya memiliki kursi roda..


anak-anak kompleks yang melihat itu antusias ingin mencoba menaikinya, Tania tidak paham dimana letak serunya saat melihat kursi roda yang sebagian orang akan berfikir itu bekas orang lumpuh...


Tania melihat ke arah bawah tepatnya ke arah kakinya, dia bersyukur karena kakinya sudah bisa berjalan walaupun harus menunggu lama ternyata yang kita pikir biasa saja, kenyataannya lebih parah, Derian yang melihat tingkah istrinya ikut memperhatikan kaki istrinya...


" kenapa sayang, sakit kakinya " tanya Derian sambil mengelus rambut Tania...


" gak mas, cuma aku gak nyangka aja bisa jalan kembali " ucap Tania sambil tersenyum..


" kan aku udah bilang kamu pasti bisa jalan lagi, ini hanya sementara " ucap Derian


" makasih yah mas udah sabar nungguin aku bisa jalan lagi " ucap Tania


" bukan aku, tapi kamu, kamu yang hebat karena sudah sabar menjalani cobaan yang Tuhan kasih, terima kasih sudah mau bertahan " ucap Derian sambil memeluk Tania


Dio yang melihat kedua orang tuanya berpelukan dia pun ikut bergabung dengan memeluk tubuh bagian belakang ibunya....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2