
Sudah tiga hari Derian di tinggal oleh Tania, selama tiga hari itu juga kerjaan Derian marah-marah tidak jelas semua orang yang melakukan kesalahan akan habis dia marahi mau kesalahan besar, kesalahan kecil ataupun hanya melihat orang lain berbicara, semua orang yang ada di kantor pasti akan kena imbasnya seperti sekarang, mereka terkena semburan amarah dari atasan mereka karena kesalahan kecil...
" kalian gimana sih kerja itu yang bener bikin grafik saja gak bisa, kalian kerja disini tuh saya bayar bukan malah makan gaji buta " ucap Derian marah sambil membanting map keatas meja yang berisi grafik penghasilan padahal semua sudah sesuai seperti yang Derian mau tapi masih saja salah...
" kerja yang benar kalau masih saja begini lebih baik kalian resign saja " ucap Derian sambil keluar dari ruangan meeting membuat mereka yang berada disana menghela nafas berat...
pagi-pagi begini dapat semburan dari atasan memang menyedihkan sekali, apalagi kerja kita benar...
" pak Derian lagi kenapa sih pak perasaan kerjaan kita bener kok " ucap salah satu karyawan
Roni yang mendapat pertanyaan hanya menggelengkan kepala dirinya juga tidak tahu, bukan karyawannya saja yang kena damprat sang CEO tapi dirinya juga sama, apalagi Doni asisten Derian sampai mogok makan karena sudah tiga hari ini kerjaannya di marahi oleh Derian...
" saya juga tidak tahu, kalian mending di marahi saat meeting saja lah saya sama Doni, tuh yah lebih kasian Doni sampai mogok makan karena tiap hari di marahin " ucap Roni
" aneh ya padahal selama saya kerja disini baru sekarang amarah pak Derian meledak banget " ucap karyawan
" mungkin lagi banyak pikiran kali mending kita kembali kerja daripada nanti di marahi si boss lagi " ucap karyawan yang lain
mereka pun bubar dengan lesu hari ini pasti akan jadi hari yang sangat berat karena harus mendengar Omelan si boss, mereka berfikir ada apa sama atasannya ini, yang tadinya memiliki sifat dingin dan datar tapi sekarang malah di tambah dengan sifat yang suka marah-marah...
sekarang Derian lagi duduk di kursi kebesarannya sambil melihat handphone miliknya, tidak ada pesan tidak ada panggilan kemana orang yang dia tunggu, suara ketukan terdengar Derian menyuruh orang itu masuk ternyata salah satu ob yang mengantarkan kopi...
" silahkan pak " ucap ob
" terima kasih simpan disana saja " ucap Derian dengan suara datarnya sambil menunjuk tempat yang biasanya kopi untuknya disimpan...
walaupun disana tersedia mesin kopi tapi tetap saja Derian suka memesan kopi dari office boy yang ada di kantornya, ob itu meletakkan cangkir kopinya seperti biasa lalu dia berpamitan keluar tanpa basa basi lagi karena takut kena amukan atasannya karena mereka semua hampir mendapat marahan dari sang atasan, pernah ada yang Derian marahi karena membuatkan kopi yang terlalu manis padahal pas saat mereka coba rasa kopinya sangat pas tidak berlebihan...
" aman " gumam ob saat sudah berada di luar ruangan Derian membuat Roni dan Doni terkekeh geli..
__ADS_1
" berasa uji nyali ya mas " ucap Doni sambil terkekeh kecil
" iya pak, bikin istighfar terus pak boss " ucap ob
" ya udah sana kembali kerja ketahuan masih disini di omelin kamu " ucap Roni
" owalah, ya udah saya permisi ya pak Roni, sama pak Doni " ucap ob itu lalu pergi dari sana menuju lift khusus karyawan
Roni dan Doni melanjutkan kembali pekerjaannya sedangkan Derian dia pun kembali bekerja memeriksa laporan dan grafik yang tadi sudah karyawannya perbaiki, tak lama jam makan siang pun datang Derian sudah selesai dengan pekerjaannya hari ini dia ingin pulang lebih awal karena ingin mengistirahatkan tubuh lelahnya...
" mau makan siang dimana pak nanti saya pesankan " ucap Doni saat melihat atasannya keluar dari ruangannya...
" restoran biasa " ucap Derian
" baik pak " ucap Doni
Derian masuk ke dalam lift menuju lantai satu, hari ini badannya terasa lelah dia ingin sekali tidur, tapi sayang dia sangat merindukan seseorang yang jauh disana...
" hari ini saya tidak kembali ke kantor urusan kantor saya percayakan ke kalian " ucap Derian setelah masuk ke dalam mobil Roni dan Doni tidak ikut..
" baik pak " ucap Roni dan Doni bersamaan
" saya sudah pesankan makanan di restoran biasa mungkin akan sampai di rumah bapak " ucap Doni yang ditanggapi anggukan oleh Derian...
mobil Derian pun pergi dari kantor menuju rumah tadinya Derian mau makan di restoran yang biasnya dia datangi tapi tiba-tiba Derian tidak berselera mangkanya dia putuskan untuk kembali pulang saja...
saat sampai di rumah disana sudah ada mobil supir yang khusus di tugaskan untuk mengantar jemput anaknya, Derian keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumahnya saat sampai di ruangan keluarga Derian melihat mamanya bersama anaknya yang sedang menonton, Santi terkejut melihat Derian yang sudah pulang...
" loh Yan kok udah pulang aja " tanya Santi heran
__ADS_1
Derian tidak menjawab malah berjalan kearah kamar tamu yang dimana Tania tinggal, bukannya ke kamarnya Derian malah milih pergi kesana...
" papi kenapa sih Oma " tanya Dio bingung melihat ayahnya yang kelihatan tidak semangat...
" gila mungkin " ucap Santi asal
Dio yang mendengar ucapan Santi hanya menggaruk dahinya tidak mengerti, setahu Dio orang gila kan diamnya di jalan sama rumah sakit kok ini di rumah...
Derian masuk ke dalam kamar lalu tidur di ranjang milik Tania aroma shampoo milik Tania meruak di atas bantal yang Derian jadikan ganjalan kepalanya...
" kangen banget, di telepon gak bisa ngasih kabar gak kamu kemana sih, lama-lama aku nekad juga nih " gumam Derian lalu memeluk guling dan memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpi...
sedangkan di sisi lain di tempat Tania, gadis itu sibuk dengan pemulihan ayahnya saat dia sampai tujuan pertamanya adalah sang ayah, dia sangat khawatir hari ini check up sang ayah...
" pak Toni sudah gak apa-apa cuma hati-hati saja usia sudah berlanjut rentan akan persendian " ucap dokter
" terima kasih dok " ucap Tania lalu keluar dari ruangan dokter
" ayah tunggu disini mba mau tebus obat dulu " ucap Tania
" iya nduk " ucap Toni ayah Tania
Tania berjalan menuju tempat penembusan obat, ayahnya walaupun sudah tidak apa-apa tapi tetap harus menggunakan tongkat kruk agar bisa menyanggah satu kakinya...
setelah menembus obat Tania membawa ayahnya untuk pulang, Tania menggunakan motor sang adik kembarnya karena mobilnya berada di kota tidak dia bawa mau pesan taksi online dia lupa nyimpan handphonenya dimana...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1