
Tania yang baru sampai di rumah sudah di sambut adik kembarnya yang sedang menunggu dirinya dan sang ayah di depan teras rumah...
" loh kok di luar dek " tanya Tania
" nungguin mba sama ayah " ucap Farhan adik kembar yang pertama..
" gak apa-apa le kenapa harus di tungguin toh ayah sama mbamu pasti pulang " ucap Toni
" khawatir yah " ucap Farhan
" ya sudah ayo masuk, tolong bantuin ayah masuk ya dek mba mau cari ibu dulu " ucap Tania
" nggih mba, ibu di dapur lagi masak " ucap Farhan yang ditanggapi anggukan oleh Tania
Tania pun masuk ke dalam duluan untuk membantu ibunya memasak, sedangkan sang ayah di bantu adiknya untuk istirahat terlebih dahulu, tapi saat Tania berjalan tiba-tiba adik kembarnya yang satu lagi menyodorkan handphone miliknya...
" ini mba ini milik mba kan " tanya Fathur adik bungsu Tania..
" loh kok ada di kamu mba cari gak ketemu-ketemu " ucap Tania
" kemarin ada di sofa Athur simpan dan juga udah Athur cas handphone mba mati soalnya " ucap Fathur
" makasih ya dek baik deh " ucap Tania senang lalu mengambil handphonenya dan berjalan kembali ke dapur sedangkan adik bungsunya melanjutkan kembali main gamenya...
memiliki dua adik kembar yang wajahnya sangat identik terkadang membuat Tania bingung membedakannya apalagi kalau sudah lama tidak bertemu, di pastikan Tania bakalan salah panggil nama dan membuat sang adik merenggut kesal...
Tania menghampiri ibunya yang sedang memasak, hari ini akan ada sepupunya yang datang untuk meminta bantuan dirinya untuk menyiapkan lamaran, lusa sepupunya akan melamar sang pujaan hati...
" Bu mau mba bantuin " ucap Tania
" udah pulang nduk, ayah dimana " tanya ibu Tania
" lagi sama Farhan di ruang keluarga, mana yang bisa Tania bantu " ucap Tania
" gak usah nduk, semuanya udah ibu kerjakan mending kamu mandi pasti capek sudah mengantar ayah check up " ucap Farah ibu Tania
" beneran " tanya Tania
" iya sana sebentar lagi mas mu datang " ucap Farah
" iya Bu Tania ke kamar ya " ucap Tania yang ditanggapi anggukan oleh Farah sambil tersenyum...
Tania pun pergi dari dapur menuju kamarnya, gaya rumah Tania masih tradisional terbuat dari kayu jati asli, terdapat dua lantai yang dimana ada lima kamar, di atas kamar Tania dan dua kamar untuk adik kembarnya dan untuk kamar kedua orang tuanya berada di lantai bawah berdampingan dengan kamar tamu, kasian kalau kamar orang tuanya berada diatas mereka sudah sepuh...
saat sampai di kamarnya Tania langsung membersihkan badannya, karena sudah amat gerah hari ini cuaca cukup panas walaupun sudah sore, setelah selesai dengan rutinitas mandinya Tania mengambil handphonenya dan menyalakannya terlihat banyak sekali Miss call dan juga pesan yang di kirimkan oleh Derian, Tania merasa bersalah selama tiga hari ini tidak mengabari Derian gimana keadaan Derian dan juga Dio...
__ADS_1
Tania memvideo call Derian deringan pertama tidak diangkat saat deringan kedua baru diangkat tapi bukan wajah Derian yang Tania lihat melainkan gelap, Tania bisa tebak kalau Derian menyangka kalau ini telepon bukan video call, Tania terkekeh geli mendengar suara serak dari sebrang sana Derian baru bangun tidur, tumben sekali...
" hallo " ucap Derian dengan suara serak khas tidur
" hallo mas " ucap Tania
suara yang sangat Derian rindukan terdengar juga Derian langsung bangun dan malah menempelkan handphonenya lebih dekat ke telinganya membuat Tania tertawa kecil...
" mas ini video call bukan telepon kenapa di simpan di telinga " ucap Tania sambil tertawa
terdengar suara gerasak gerusuk dari seberang sana mungkin Derian membenarkan tempat biar lebih nyaman, dan ternyata benar saat layar handphonenya memperlihatkan wajah tampan Derian yang khas orang bangun tidur terlihat, dengan rambut yang acak-acakan dan dasi masih tergantung di leher...
" tumben tidur jam segini, gak kerja mas " tanya Tania
" kamu kemana saja aku kangen " ucap Derian manja membuat Tania tersenyum gemas karena melihat wajah lucu Derian..
" maaf ya mas aku lupa nyimpen handphonenya, mas gimana kabarnya kok kaya kurusan " ucap Tania
" aku gak baik, aku jarang makan aku kepikiran kamu, kamu gak nakal kan, gak berpaling kan sama aku " ucap Derian khawatir
" gak mas, jangan telat makan dong mas nanti sakit, kalo mas sakit yang nyakitin aku siapa " ucap Tania bercanda
" enak aja aku gak pernah nyakitin kamu ya, kamu tuh yang tega ninggalin aku " ucap Derian kesal
" nanti kan pulang mas akunya " ucap Tania
" kangen kok mas " ucap Tania membuat Derian tersenyum senang tapi tak lama Derian langsung cemberut mendengar ucapan Tania selanjutnya.. " tapi sama Dio " ucap Tania sambil tersenyum senang menjahili Derian...
" bercanda mas aku juga kangen " ucap Tania seketika membuat senyuman Derian mengembang...
saat Derian mau berucap terpotong dengan suara dari luar kamar Tania ternyata adik bungsunya yang datang...
" mba sudah di tunggu mas Riko katanya mau bicarakan tentang lamaran " ucap Fathur
" oh iya dek tunggu sebentar bilang sama mas Riko " ucap Tania
Derian yang mendengar suara yang membuatnya panas di dada, apa katanya tadi lamaran, laki-laki mana yang mau mendahului dirinya melamar Tania dan juga kenapa Tania malah merespon sangat welcome saja membuat emosi di dada Derian memuncak...
" Riko siapa, lamaran apa yang di maksud " tanya Derian marah
" oh itu mas eh mas nanti aku jelasin ya ibu udah panggil bye mas " ucap Tania mematikan sepihak panggilannya membuat Derian di sana sangat kesal...
Derian hanya menatap layar handphonenya yang dimana menampilkan wajah cantik Tania yang sedang menggandeng tangan Dio sambil tersenyum...
Derian langsung pergi dari kamar Tania berlari menuju kamarnya yang berada di atas membuat kedua orang tuanya dan juga Dio heran kenapa Derian berlari begitu seperti orang kesurupan, mereka pun bergegas menyusul Derian...
__ADS_1
sesampainya disana mereka melihat anaknya sedang berkemas sambil menelepon seseorang...
" cepat pesankan saya tiket pesawat ke Yogyakarta malam ini juga " ucap Derian lalu mematikan handphonenya
" mau kemana Yan " tanya Danu heran melihat anaknya yang sibuk memasukkan baju bajunya ke dalam koper
" mau nyusul Tania pah " ucap Derian
" ada apa, apa terjadi sesuatu " tanya Santi ikut panik juga
" aku harus cepat mah ke sana kalau gak masa depan Derian gak bakalan ada " ucap Derian
" ada apa sih kamu kenapa " tanya Danu
" Tania mau di lamar orang pah " ucap Derian frustasi
bukan hanya Danu yang sangat terkejut Santi juga, kalau benar gagal mereka dapat mantu idaman, sedangkan Dio yang mendengar itu malah bahagia...
" wah Tante baik mau nikah yey " ucap Dio senang membuat sang papi mendelik gak suka
" kita gak friend ya Yo " ucap Derian kesal
" kita kan bukan teman papi, tapi Dio anak papi gimana sih, Oma papi udah gila nganggep Dio teman bukan anak " ucap Dio membuat Santi meringis kasian melihat anaknya yang cengo mendengar ucapan anaknya sendiri ternistakan sekali duda anak satu ini mana sama anak sendiri lagi...
" Dio gak boleh gitu bicaranya " ucap Danu tegas
" maaf opa, maaf papi " ucap Dio menyesal
" jangan ulangi lagi gak baik bicara seperti itu " ucap Danu
" iya opa " ucap Dio
" mama ikut ya Yan " ucap Santi
" besok saja mama sama papa juga Dio menyusul sekarang Derian saja dulu " ucap Derian
" ya sudah hati-hati kamu " ucap Santi
" pasti mah " ucap Derian
Derian pun pamit ke kedua orang tuanya dan juga anaknya, malam ini Derian langsung berangkat tadi Doni sudah mengabari kalau tiket sudah di pesan dan akan berangkat jam sembilan malam...
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉
__ADS_1
disini author gak bakalan pakai bahasa Jawa ya biar kalian mengerti maaf yang kemarin bahasa jawanya author lupa bikin artiannya juga, tolong dong komennya yang positif jangan terlalu menjatuhkan banget biar author semangat nulisnya makasih 🙏🙏