Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 64


__ADS_3

hari ini Derian bersama keluarga kecilnya akan pulang, karena Derian harus mengerjakan pekerjaan tapi sayang drama pagi datang yang dimana anaknya sedang mengamuk tidak ingin pulang, Derian hanya menatap anaknya dengan tatapan datar dan dingin sambil bersedekap dada dan juga sambil melihat drama yang di bikin anaknya...


" Dio gak pulang papi mau sama om Fathul " ucap Dio


Derian tidak menjawab hanya diam sambil melihat anaknya yang sedang berguling ke kiri dan juga ke kanan, Derian memijat pelipisnya karena pusing anaknya ini di pelet apa sih sama adik iparnya itu, sampai-sampai gak mau pulang...


sedangkan Tania yang mendengar rengekan anak tirinya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang masih dalam mode diamnya sambil melihat tingkah anaknya sendiri...


" suamimu nduk ko yo gak mau ngalah sama anak " ucap ibu Tania


" mana mau Bu mas Derian tinggalin anaknya disini, bisa-bisa Dio bisa abis jadi bahan jail Fathur " ucap Tania


" kemaren katanya Dio sama Fathur sampai main di kolam " ucap ibu Tania


" iya Bu sampai seluruh tubuhnya penuh lumpur " ucap Tania


" pantes ibu liat ikan lele ada di kulkas, adikmu itu ya kenapa ajarin keponakannya jadi anak kampung " ucap ibu Tania


" dan liat sekarang anak itu gak mau pulang kasian papinya pusing liat tingkah Dio, yang kalem jadi absurd karena gaul sama Fathur " ucap Tania kesal


" iya kenapa Dio gak niru omnya yang satu lagi pasti lebih kalem " ucap ibu Tania yang dimaksud adalah Farhan


" entah lah, bentar lagi kami harus berangkat ke bandara Bu " ucap Tania


" ya sudah kamu bujuk anak lanangmu biar mau pulang, kasian itu masmu pusing denger rengekan anaknya " ucap ibu Tania karena kasian melihat Derian yang beberapa kali memijat pelipisnya...


Tania berjalan menghampiri ayah dan anak itu, Derian yang dengan setianya masih diam dan melihat tingkah anaknya, sedangkan Dio sama masih setia dengan drama guling-guling...


" ayo sama mami " ucap Tania sambil menggendong Dio berjalan menuju dapur meninggalkan Derian yang masih berdiri melihat anaknya yang di bawa oleh istrinya...


Dio langsung diam dan menyenderkan kepalanya di bahu Tania, lalu menatap ayahnya yang sama sedang menatap ke arah mereka Dio menjulurkan lidahnya mengejek, Derian yang melihat itu sedikit kesal, anaknya kebanyakan gaul sama Fathur jadi ngeselin...

__ADS_1


Derian mengikuti Tania menuju arah dapur, disana sudah ada ayah dan juga ibu mertuanya sedangkan kedua adik iparnya sudah berangkat sekolah hari ini ujian terakhir setelah itu mereka lulus di bangku sekolah menengah atas...


" Dio napa cah Bagus, wong pagi-pagi kok udah merajuk " ucap ibu Tania


" nek uti Dio mau disini bareng nek uti sama eyang kakek " ucap Dio polos


" kan cah Bagus sekolah nanti eyang uti sama eyang Kakung kesana nemuin cah Bagus " ucap ibu Tania lembut


" no cah Bagus, ini Dio, Deldio Nathaniel Wijaya no cah Bagus " ucap Dio


ucapan Dio sontak membuat orang yang ada disana hanya tersenyum mendengar celotehan anak kecil yang lucu seperti Dio, sudah lama rumah mereka sepi dengan anak kecil yang ada rumahnya rusuh karena kelakuan absurd dari anak kembar bungsu mereka siapa lagi kalo bukan Fathur...


Tania menyiapkan makanan untuk suaminya, sedangkan dirinya sama Dio makan satu piring biar cepat karena mereka juga harus cepat-cepat ke bandara, sarapan pagi terasa begitu berwarna karena adanya anggota baru yang sangat menghidupkan suasana sarapan pagi kali ini...


setelah selesai sarapan Derian, Tania dan Dio sudah siap untuk berangkat drama Dio sudah berhenti dia sudah tidak merajuk ingin diam disini, kedua orang tua Tania mengantarkan putri dan juga mantu dan cucu mereka sampai depan, mereka meminta orang yang bisa membawa mobil untuk mengantarkan keluarga Derian ke kota menuju bandara, untungnya mobil Tania sudah disana jadi bisa di pakai kalau mobil pemberian Derian masih tersimpan apik di garasi rumah mereka...


ayah Tania bukannya tidak bisa membawa mobil hanya saja dia harus segera ke tempat makan lesehannya hari ini ada orang yang mau sewa untuk acara keluarga...


" kami pamit yah Bu " ucap Derian


" iya yah " ucap Derian


" mba pamit ya yah, Bu kabari kalau kalian sudah mau berangkat dari sini " ucap Tania


" iya mba kalian hati-hati di jalannya kabari ibu kalau sudah sampai " ucap ibu Tania


" Dio salim ke eyang Kakung sama eyang uti " ucap Derian


" Dio pamit eyang uti, eyang kakek " ucap Dio sambil menyalami kedua tangan kakek dan juga neneknya...


" yang pinter yah cah Bagus nanti eyang uti, sama eyang Kakung temuin cah Bagus di sana " ucap ibu Tania

__ADS_1


" om Fathul dan juga om Falhan juga eyang uti " tanya Dio


" iya sama kedua om kamu " ucap ibu Tania yang ditanggapi anggukan kecil oleh Dio...


Derian dan keluarga masuk ke dalam mobil dengan Derian di depan sedangkan Tania dan juga Dio di belakang, yang menyupiri mereka adalah anak buah ayahnya yang selalu di kolam, mobil Tania sudah meninggalkan perkarangan rumah Tania dengan Dio yang masih melambaikan tangannya ke arah kakek dan neneknya...


hanya butuh setengah jam mereka sampai di bandara Yogyakarta Derian membantu mengeluarkan barang-barang mereka, sedangkan Tania dan Dio menunggu Derian setelah selesai orang suruhan ayahnya berpamitan untuk pulang Derian dan Tania mengiyakan...


Derian, Tania dan juga Dio masuk ke dalam bandara menuju tempat pemeriksaan tiket sudah mereka pesan lewat online melalui Doni, mereka hanya tinggal berangkat saja tak lama pesawat mereka akan check in segera mereka berjalan dengan Dio yang duduk di koper milik Derian...


beberapa jam kemudian mereka sampai di kota asal Derian, dengan Dio yang tertidur di gendong oleh Derian dengan satu tangan dan tangan yang satu lagi menggenggam tangan Tania...


" kopernya biar aku aja sayang yang bawa " ucap Derian setelah melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Tania kasian takut istrinya berat membawa koper miliknya...


" gak apa-apa mas, kamu pasti berat gendong Dio " ucap Tania


" yakin " tanya Derian


" iya, ayo kasian pak Amin nunggu lama " ucap Tania


mereka pun kembali berjalan dengan Tania yang membawa koper, Derian yang menggendong Dio sambil tangan satunya menggenggam tangan Tania kembali...


ternyata di luar bandara pak Amin sudah ada Tania memberikan koper ke pak Amin lalu menyusul Derian ke dalam mobil, setelah itu mobil yang di tumpangi mereka meninggalkan bandara, menuju rumah mereka...


" kalau lelah kamu juga boleh istirahat, sini nyender di bahu aku " ucap Derian


" gak apa-apa mas aku cuma pegel aja " ucap Tania karena tadi kelamaan duduk di pesawat


" gak apa-apa " ucap Derian sambil menyenderkan kepala Tania di bahunya


jadi sekarang posisi Derian memangku Dio dan menjadi sandaran Tania, tapi suasana itu tidak tau kenapa membuat Derian bahagia...

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉


__ADS_2