Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 76


__ADS_3

Dua hari kemudian Tania di perbolehkan untuk pulang, tapi Tania tetap harus kontrol ke dokter bedah ortopedi untuk penyembuhan kakinya, Derian sesigap mungkin untuk istrinya selama Tania di rumah sakit Dio di larang keras untuk datang oleh Derian karena rumah sakit tidak baik untuk anak kecil...


tapi walaupun di larang menemui Tania Dio selalu menghubungi Tania katanya kangen, di rumah sepi gak ada yang bisa masakin sup ayam seenak buatan Tania, Tania merasa terharu ternyata anak tirinya sangat menyayanginya...


" sudah semua sayang, bentar mas ambil kursi roda dulu " ucap Derian


" makasih mas " ucap Tania yang ditanggapi senyuman oleh Derian...


Derian mengambil kursi roda yang terletak di pojok ruangan, Derian sengaja menyuruh Tania memakai kursi roda untuk sementara waktu karena kondisi kaki Tania belum memungkinkan untuk berjalan...


Derian memangku Tania dan dia dudukkan di kursi roda, hari ini semua orang sibuk jadi hanya pak Amin yang datang untuk menjemput...


" dua hari lagi kita kesini, untuk terapi kaki kamu sayang " ucap Derian


" bakalan sakit gak ya mas " ucap Tania


" sakit pasti sayang, tapi semua untuk kesembuhan kamu juga " ucap Derian


" iya mas " ucap Tania


" jangan sedih, mas bakalan temenin kamu sayang " ucap Derian


Derian mendorong kursi roda yang di duduki Tania, kalau kakinya baik-baik saja Tania tidak ingin memakai kursi roda karena dirinya seperti orang lumpuh, tapi mau gimana lagi...


sesampainya mereka di depan rumah sakit pak Amin sigap membantu Derian membukakan pintu mobil untuk majikannya, lalu Derian masuk ke dalam mobil setelah memastikan Tania sudah nyaman dengan duduknya, pak Amin memasukan kursi roda dan juga tas milik Tania ke dalam bagasi mobil...


mobil pun pergi meninggalkan area rumah sakit menuju rumah, untung jaraknya tidak terlalu jauh, Derian memeriksa pekerjaannya melalui tab miliknya, sedangkan Tania menyenderkan kepalanya ke jendela sambil melihat lalu lalang kendaraan...


Derian sudah mendapatkan hasil dari rencananya, Roni sudah memberitahu kalau mereka resmi tidak bekerja sama lagi dengan perusahaan itu, dan kabarnya perusahaan itu mengalami penurunan saham, tapi Derian tidak peduli siapapun yang membuat masalah dengan keluarganya siap-siap saja akan mengalami nasib yang sama...


mobil pun sampai di rumah Derian, Derian keluar duluan dan juga pak Amin yang membantu mengeluarkan kursi roda, Derian menggendong Tania dan dia dudukan di kursi roda, di depan sudah ada Santi dan juga Dio sepertinya mereka baru pulang dari sekolah...


Dio yang melihat Tania pulang sangat senang tapi saat melihat Tania duduk di kursi roda membuat anak itu menjadi bingung...


" mami " panggil Dio senang


" assalamualaikum mama, Dio " ucap Tania


" walaikumsalam nak, gimana kabar kamu " tanya Santi

__ADS_1


" baik mah Alhamdulillah, cuma kaki aja yang belum bisa leluasa bergerak " ucap Tania


" kapan terapinya " tanya Santi


" dua hari lagi mah " ucap Derian


" mami, waahh ini apa " tanya Dio takjub saat melihat kursi roda


" ini namanya kursi roda " ucap Tania


" wahh kaya sepatu yang Dio punya " ucap Dio antusias


" sudah-sudah ayo masuk, kasian Tania baru pulang " ucap Santi


mereka pun masuk ke dalam, Derian menyuruh Tania untuk istirahat tapi Tania keras kepala tidak mau katanya bosan kalau harus berbaring terus...


" istirahat ya sayang " ucap Derian


" nanti aja mas, aku bosen harus tiduran terus " ucap Tania


" biarin istri kamu disini dulu Yan, seminggu dia di rumah sakit pasti bosan kalau harus tiduran terus " ucap Santi


Derian menghela nafas panjang, mau tidak mau dia harus mengikuti keinginan istrinya...


" iya mas " ucap Tania


" kalau gitu aku ke ruang kerja dulu " ucap Derian


" iya mas " ucap Tania


" Derian titip istri Derian ya mah " ucap Derian


" iya tenang aja takut bener " ucap Santi


Derian melirik kearah anaknya yang sedari tadi lihatin kursi roda yang di duduki Tania, anak itu masih penasaran gimana rasanya duduk disana, Derian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya itu...


Derian pergi keatas menuju ruang kerjanya, sedangkan Tania mengobrol dengan Santi...


" mama kaget banget saat bi Asih ngasih tau kalau kamu jatuh dari tangga " ucap Santi

__ADS_1


" maaf ya mah bikin khawatir " ucap Tania


" mama takut kalau kamu kenapa-napa, tadinya mama mau marahin bibi karena kerjanya gak bener, tapi saat mama dengar penjelasan dari Derian mama gak jadi marah " ucap Santi


" bi Asih gak salah mah, Tania aja yang gak hati-hati saat jalan " ucap Tania


" besan, juga mau banget kesini tapi kerjaan gak bisa di tinggal adik kamu juga gak bisa datang karena lagi ada kegiatan di kampus " ucap Santi


" siapa mah yang kasih tau ayah sama ibu " tanya Tania


" yang kasih tau Derian langsung, tau gak suami kamu itu kasih tau mertuanya sambil menangis minta maaf karena gak bisa jagain kamu " ucap Santi sambil tertawa kecil...


Santi selalu ingin ketawa kalau mengingat kelakuan anaknya yang cengeng, tapi Santi juga merasa kasian karena anaknya harus kehilangan calon bayi mereka...


" mama juga sedih karena calon anak kalian gak bisa di selamatkan " ucap Santi


" maafin Tania ya mah gak bisa jaga amanah " ucap Tania sedih


" ini musibah, jangan terlalu larut dalam kesedihan kalian masih bisa dapat anak lagi " ucap Santi


.


" amin mah semoga " ucap Tania


mereka pun mengobrol seputar sekolah Dio, anak itu makin hari makin pintar sebentar lagi sudah mau lima tahun dan akan lulus dari TK, tak terasa perjalanan rumah tangganya sudah cukup jauh walaupun mereka secepat itu dapat momongan dan secepat itu pula kehilangan...


bi Asih memberitahu kalau makan malam sudah siap, Santi meminta tolong bi Asih untuk memanggil Derian di atas, agar bisa makan sama-sama...


Derian turun dengan penampilan segar mungkin baru saja mandi, Derian duduk di samping Tania, sekarang bukan Tania yang melayani Derian tapi Derian yang melayani Tania...


" gak apa-apa mas biar aku aja " ucap Tania


" gak apa-apa gantian biar aku aja yang sekarang melayani kamu " ucap Derian


" gak enak mas aku ngerepotin kamu terus " ucap Tania


" gak ngerepotin sayang malahan mas senang " ucap Derian sambil mengelus rambut Tania...


Santi yang melihat adegan itu hanya tersenyum bahagia, akhirnya anaknya bisa merasakan kebahagian di dalam rumah tangganya, Santi berharap mereka selalu bahagia dan tidak ada lagi kesedihan, dulu saja Derian enggan bermanja-manja dengan Sasa, tapi sekarang dia malah bucin banget sama Tania....

__ADS_1


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇


happy reading guys 😉😉


__ADS_2