Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 38


__ADS_3

Setelah makan siang mereka pun bubar dengan Derian yang sudah terlebih dahulu pergi dari sana, Santi sudah masuk ke kamar tamu yang satunya lagi yang dimana itu kamar kalo dirinya berkunjung ke rumah anaknya...


sedangkan Tania dirinya sedang menemani Dio melukis karena tadi di sekolah di beri pekerjaan rumah dari Mrs Weasley untuk melukis...


" Tante monyet warna apa " tanya Dio


" emmm monyet besar apa kecil " tanya Tania dia sedang mengupas buah untuk Dio...


" kecil Tante, memangnya ada monyet besal " ucap Dio


" ada namanya gorila warnanya hitam, kalo yang kecil kalo setahu Tante abu-abu deh " ucap Tania


" kok Dio gak pelnah liat golila di zoo " ucap Dio


" gorila sudah gak ada Dio, udah punah " ucap Tania


" kenapa " tanya Dio penasaran


" ya udah gak berkembang biak lagi mangkanya sekarang di ganti sama orang utan, sama monyet " ucap Tania


" belkembang biak itu apa " tanya Dio


sekarang Dio malah tertarik sama ucapan Tania daripada pekerjaan rumahnya...


" apa ya seperti kita harus memiliki keturunan biar spesiesnya gak punah " ucap Tania


Tania itu tidak pandai dalam hal berbau biologi jadi dia agak gak paham sama yang berbau biologi...


" oh gitu jadi Dio juga ketulunan monyet dong " tanya Dio


" eh kok malah monyet " ucap Tania kaget dengan ucapan Dio


" kata Tante golila gak ada kalena gak punya ketulunan, nah Dio kan ketulunan papi jadi Dio monyet dong " ucap Dio


ini pertanyaan kenapa malah merebet kemana saja bikin Tania pusing, ini lagi satu kenapa nyamain dirinya sendiri dengan monyet...


" gak sama Dio, kamu tuh manusia keturunan papi kamu, sedangkan gorila itu binatang keturunan juga dari bintang beda ngerti gak kamu " ucap Tania


" ooohhh... gak " ucap Dio polos


Tania hanya menghela nafas panjang ini anak satu menguji kesabaran yang Tania buat tapi kenapa ekspresi wajahnya lucu banget bikin orang ingin mencium saja...


" ya udah gak usah di bahas lagi mending kamu lanjutin ngelukisnya biar cepet selesai dan bisa bobo siang " ucap Tania


" iya Tante, tadi monyet walna apa " tanya Dio masih dengan bahasan monyet Tania hanya bisa menghela nafas...


" abu-abu Dio nah sekalian nih, aaaa buahnya makan " ucap Tania sambil memberikan sepotong buah apel yang diterima oleh Dio..


anak itu melanjutkan melukisnya tapi tangannya tiba-tiba berhenti membuat Tania mengerenyitkan dahinya...


" kenapa " tanya Tania


" gak ada walna abu-abu Tante " ucap Dio

__ADS_1


" iya kan abu-abu memang gak ada " ucap Tania


" telus Dio walnain monyetnya apa dong " ucap Dio


" gabungin warna lain biar bisa jadi warna abu-abu " ucap Tania


" walna apa tante memangnya bisa " tanya Dio


" bisa dong liat nih Tante " ucap Tania


Tania mengambil satu crayon milik Dio yang berwarna hitam dan putih lalu dia apresiasi kan kedalam buku dan jadinya warna abu-abu...


" nih ttaarraaa jadi deh abu-abu " ucap Tania


" wwaaahhh Tante amazing Tante bisa sulap " ucap Dio senang


" bukan sulap memang begitu cara kerjanya Dio sekarang kamu bisa warnain lukisan monyet kamu " ucap Tania


" iya makasih Tante " ucap Dio senang


" sama-sama Dio sambil makan buahnya biar tambah pintar " ucap Tania


Dio pun memakan buahnya sambil melukis tangannya yang kecil bermain di atas kertas sambil mewarnai, walaupun belum rapih tapi itu kemajuan yang sangat bagus...


" yey udah selesai " ucap Dio


" hebat banget kesayangan Tante bisa habisin buahnya ditambah melukisnya pinter banget " ucap Tania


" pasti temen-temen Dio gak bisa walnain monyetnya " ucap Dio masih aja dengan bahasan monyet kapan berakhirnya...


" emang bisa sama walna lain ya tante " tanya Dio


" bisa aja tapi nilainya pasti gak seratus " ucap Tania


" Dio jadi gak sabal liat besok pasti, Jackson, Justin sama Alan gak punya walna abu-abu " ucap Dio


" seneng banget ya unggul dari orang lain " ucap Tania sambil menguyel pipi tembem Dio...


" tapi Tante mata Jackson walnanya abu-abu " ucap Dio


" iya kah pasti bagus banget warna matanya Jackson " ucap Tania


" iya ada juga yang walna lain, cuma Dio, Alan, yang walna matanya hitam kalo Justin walnanya coklat milip sama mamanya " ucap Dio


" Dio pinter ih bisa bedain warna sekarang biar lebih pintar lagi Dio harus tidur ok boy " ucap Tania


" siap laksanakan " ucap Dio semangat


mereka berdua pun bergegas ke arah tangga, ternyata disana sudah ada Derian yang akan turun...


" pak Derian butuh sesuatu " tanya Tania karena melihat wajah Derian masih pucat


" saya cuma haus karena di kamar stok airnya sudah habis " ucap Derian

__ADS_1


" biar saya ambilkan pak, bapak tunggu di kamar saja nanti saya antar kan " ucap Tania


" gak apa-apa nanti merepotkan kamu " ucap Derian


" gak apa-apa daripada bapak ambil sendiri terus lemes di tangga ngegelinding bahaya " ucap Tania


" kamu tuh kalo ngomong " ucap Derian sedikit kesal tak ayal dia mengacak rambut Tania


" makasih ya tolong anter ke kamar " ucap Derian lagi Tania hanya menganggukkan kepalanya


Derian pun pergi kembali ke kamarnya, sedangkan Tania masih berdiri disana dengan menggandeng tangan Dio, anak itu hanya melongo melihat keatas kearah Tania tepatnya sambil tertawa kecil...


" Tante lucu " ucap Dio


" hah " ucap Tania belum sadar


" lambut tante kusut tadi papi uyel-uyel " ucap Dio


Tania segera merapikan rambutnya bisa-bisanya dia baper sama kelakuan duda satu anak itu, dan ini kenapa sih kirain teori orang aja kenapa rambut yang di acak-acak tapi malah hati yang berantakan...


" Dio ke kamar duluan Tante mau ambil minum buat papi, Dio bisa kan " ucap Tania


" iya bisa Dio kan hebat " ucap Dio


" pinter banget sih cium dulu sini sama Tante " ucap Tania gemas lalu mencium Dio kencang sampai bibirnya maju ke depan...


Dio hanya ketawa saja mendapat perilaku dari Tania, sedangkan Tania hanya tersenyum lalu kembali ke bawah untuk mengambilkan air minum untuk Derian...


disana ternyata Santi sedang duduk di meja makan, apa Santi mau makan lagi..


" Tante " panggil Tania


" eh kirain lagi tidur siang " ucap Santi


" gak Tante ini mau ngambil air minum " ucap Tania


" oh buat Dio " tanya Santi


" bukan Tante, tapi buat pak Derian " ucap Tania


" ehemm, perhatian banget tadi aja Tante godain malah saling tersedak mana gantian lagi " ucap Santi menggoda


" ihh bukan gitu Tante, Tante mah salah paham " ucap Tania


" gak apa-apa lagian tante juga setuju kok " ucap Santi sambil tersenyum lalu pergi dari sana


Tania lagi-lagi menghela nafas gini amat hidupnya berbuat baik malah di salah pahami, Tania pun mengambil air minum untuk Derian lalu pergi dari sana...


Tania berjalan menuju kamar Derian tak lupa dia pun mengetuk pintu saat pintu terbuka ternyata Derian sudah tertidur di atas ranjang king size miliknya, Tania menaruh air minum diatas nakas lalu pergi dari sana menuju kamar Dio...


saat sampai di kamar Dio anak itu juga sudah tertidur dengan gaya tengkurap Tania hanya menggelengkan kepalanya melihat cara tidurnya Dio, lalu Tania menyelimuti tubuh Dio dan keluar dari kamar anak itu menuju kamarnya...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2