Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 63


__ADS_3

setelah kejadian Dio yang penuh lumpur sekarang keluarga Tania di tambah dengan Derian dan juga Dio sedang berkumpul di ruang keluarga, dengan Dio dan Fathur yang sedang makan puding sisa hajatan...


" besok kita berangkat ke Jakarta yah, bu " ucap Derian


" mau langsung gak mau tinggal lebih lama lagi " ucap ayah Tania


" tiga hari lagi kan ada acara resepsi di Jakarta, kami harus urus semua lagian Derian ada kerjaan yang gak bisa di tinggal yah " ucap Derian


" loh mas bukannya kamu udah cuti, urusan kantor kan udah di serahin ke pak Roni dan juga pak Doni " ucap Tania


" aku lupa sayang lusa ada pertemuan sama pihak Santosa finance buat bicarain kerja sama kita, dan itu gak bisa di wakilin " ucap Derian


" ya sudah gak apa-apa, ayah, ibu, sama adik-adik kamu nanti nyusul, ayah harus urus tempat makan dan juga kolam " ucap ayah Tania


" gak apa-apa yah semua beres kok nanti kalau sudah sampai bandara kabari saja " ucap Derian


" pasti itu, ayah kan baru kali ini pergi ke sana " ucap ayah Tania


mereka pun melanjutkan obrolan banyak hal yang Derian tau, dan yang penting Derian bisa membedakan adik kembar istrinya tapi terkadang terkecoh juga, Derian melihat anaknya yang sedang asik menikmati makanannya...


waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam yang dimana masing-masing orang sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, begitu juga Derian dan Tania mereka sudah berada di kamar Tania sedangkan Dio dia ingin tidur dengan eyangnya...


Tania yang sedang packing, tidak banyak yang dia bawa karena bajunya kebanyakan ada di rumah Derian, sedangkan Derian hanya duduk bersila di atas kasur sambil melihat istrinya yang sedang sibuk membereskan bajunya dan juga Dio, tanpa berniat membantu...


" sayang baju kamu gak usah di bawa biar disini saja biar nanti kalau kita pulang kesini gak perlu bawa baju ganti " ucap Derian


" baju aku nanti gak cukup disana " ucap Tania


" nanti kita beli " ucap Derian santai


" gampang banget kalau ngomong mentang-mentang banyak duit " ucap Tania


" iya kan memang kenyataannya begitu " ucap Derian sedikit menyombongkan dirinya...


" itu juga kenapa ada mobil segala sih mas, dalam mas kawin " ucap Tania


" gak apa-apa sayang aku mau beli mobil buat kamu, biar nanti kita kesini gak pinjem punya saudara kamu, dan juga bisa juga di pakai adik kamu " ucap Derian


" kemewahan mas kalau di pakai disini, ini kampung bukan kompleks " ucap Tania

__ADS_1


" kampung juga jalannya kan gak tanah merah sayang " ucap Derian


" serah lah " ucap Tania lalu melanjutkan kembali membereskan baju-baju...


sedangkan Derian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memang salah sih debat sama perempuan yang sedang datang bulan, marahnya itu loh melebihi singa lapar...


Tania sudah selesai mempacking pakaian Derian dan juga Dio, lalu dia menghampiri suaminya yang sedang memainkan handphonenya, Tania duduk di samping suaminya lalu membenarkan posisi untuk segera tidur hari ini sangat melelahkan...


" loh kok langsung tidur " tanya Derian heran


" terus apalagi mas ini kan udah malam " ucap Tania


" emmm, gak ada ritual apa gitu sebelum tidur " ucap Derian


" ritual apa sih mas, kamu lupa kalau aku lagi datang bulan jadi gak ada ritual malam pertama " ucap Tania


ucapan Tania membuat Derian langsung lesu, lalu menatap istrinya yang sudah berbaring dengan selimut menutup badannya sampai dada...


" seenggaknya kasih night kiss kek ke aku biar gak terlalu kecewa " ucap Derian


" gak usah manja ah, sini tidur " ucap Tania sambil menepuk kasur di sebelahnya...


" ihhh mas udah basah wajah aku " ucap Tania sambil tertawa


" gak, soalnya kamu tuh terlalu jaim kalau mau sesuatu, padahal kan kamu juga suka " ucap Derian


" gak gitu mas emang aku gak mau iihh " ucap Tania dia mulai risih dengan perilaku suaminya yang sedikit absurd...


" alah alibi kamu tuh basi " ucap Derian


Dengan puas dengan menciumi wajah Tania lalu Derian ancang-ancang mau menciumi leher Tania tapi Tania segera menutupnya dengan selimut membuat Derian gagal membuat sedikit tanda di bagian leher istrinya...


" sayang jangan gini nanti kamu gak bisa nafas, atau jangan-jangan kamu kode lagi mau aku kasih nafas buatan " ucap Derian


" gak gitu mas " gumam Tania di dalam selimut


" ya udah buka nanti kamu kehabisan nafas " ucap Derian sambil berusaha membuka selimut Tania...


" tapi janji gak cium-cium aku geli mas " ucap Tania

__ADS_1


" iya janji " ucap Derian


lalu Tania membuka sedikit selimutnya untuk melihat suaminya, ternyata Derian sudah berbaring di sebelahnya sambil melihat ke arahnya dengan senyuman yang membuat Tania bergedig ngeri, Tania bersyukur kalau dirinya datang bulan kalau tidak habis lah dia...


" bilang aja kalau kamu senang yang aku ciumin " ucap Derian sambil menggoda


" enak aja mana ada " ucap Tania


" itu buktinya wajah kamu merah " ucap Derian sambil menunjuk wajah Tania yang masih memerah


" serah kamu aja mas, aku udah ngantuk mau tidur " ucap Tania lalu memunggungi suaminya...


" pamali loh yang kalau suami di punggungi " ucap Derian


" aku gak denger mas udah tidur " ucap Tania


" kalau udah tidur, terus siapa dong yang jawab ucapan aku tadi " ucap Derian


" bidadari " ucap Tania


" iya bidadari surganya aku, gemes banget sih istrinya siapa nih " ucap Derian sambil memeluk Tania dari belakang


" istrinya song Jong Ki " ucap Tania


" enak aja istrinya aku lah " ucap Derian tidak terima lalu mempererat pelukannya Tania hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya...


sepasang suami istri itu sudah terlelap mungkin kelelahan karena acara tadi, tanpa ada ritual seperti yang di inginkan Derian, hari itu menjadi awal dari kehidupan Derian dan juga Tania...


🍃🍃🍃


menjelang pagi kedua insan itu masih tertidur dengan saling berpelukan, tanpa menghiraukan cahaya matahari yang masuk di sela-sela gorden...


Tania yang bangun duluan dengan keadaan memeluk Derian sedangkan Derian tidur dengan telentang, di pagi hari Tania di suguhi wajah tampan suaminya, Tania melihat wajah suaminya yang masih tenang dalam tidurnya Tania baru sadar kalau wajah suaminya itu kecil, tampan dan juga cantik di sajikan dalam satu wajah...


Tania bangkit dari ranjang lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi saat dirinya melewati cermin yang ada di dalam kamar mandi dia sangat kaget saat melihat lehernya yang terdapat banyak warna merah, siapa lagi kalau bukan ulah suaminya tidak mungkin kan kalau nyamuk...


" dasar suami mesum " gumam Tania kesal


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2