
setelah tau apa penyebab Tania kurang konsentrasi saat berjalan di tangga, Derian segera menyelesaikan semuanya, walaupun perusahaannya akan sedikit merugi akan kejadian ini tapi Derian tidak peduli yang penting keluarganya baik-baik saja...
ke esokan harinya Derian tidak masuk kerja dia ingin menemani Tania yang masih dalam perawatan, selain paska keguguran Tania juga harus memulihkan kondisi kakinya, Tania akan mendapatkan terapi agar dia bisa cepat jalan normal...
karena tempat ruang inap Tania itu kelas VVIP jadi disana tersedia kamar mandi yang cukup untuk sekedar membersihkan badan, tadi pagi Derian meminta orang rumah untuk mengantarkan pakaian ganti untuknya...
hari ini dokter memeriksa kondisi Tania, walaupun wajah Tania sudah tidak sepucat waktu pertama kali masuk rumah sakit tapi tetap Tania harus istirahat total...
" gimana dok keadaan istri saya " tanya Derian
" kondisi sudah membaik besok lusa Bu Tania bisa keluar dari rumah sakit, tapi tetap harus banyak istirahat " ucap dokter
" lalu kondisi kakinya gimana " tanya Derian
" soal keretakan dalam kakinya, saya sarankan anda bisa bawa ke dokter bedah ortopedi " ucap dokter
" baik terima kasih " ucap Derian
" sama-sama pak saya permisi dulu " ucap dokter
" silahkan dok " ucap Derian
Tania sedang sarapan paginya, tadinya Derian mau menyuapi Tania tapi malah di tolak katanya dia sudah baik-baik saja...
" gak ke kantor mas " tanya Tania
" gak, mas mau disini saja " ucap Derian
" kenapa begitu, kasian pak Doni dan pak Roni harus ngehandle pekerjaan kamu " ucap Tania
" biarin, mending aku kasih kerjaan daripada gak sama sekali, biar mereka gak gajih buta " ucap Derian
" dasar " ucap Tania sambil menggelengkan kepalanya karena tidak paham maksud dari suaminya...
" kamu gak sarapan " tanya Tania
" tadi mas udah order mungkin sebentar lagi datang " ucap Derian
mereka saling diam karena walaupun Derian tidak masuk kerja tetap semua aktivitas karyawannya harus dalam kendali dirinya, sedangkan Tania yang sudah tertidur akibat efek dari obat...
tak lama pintu kamar inap Tania terbuka ternyata mamanya yang datang...
" mama kesini sama siapa " tanya Derian
" sama supir, tadi mama habis nganter Dio ke sekolah dulu " ucap Santi
" maaf ya mah jadi ngerepotin " ucap Derian
" gak apa-apa Dio juga cucu mama, gimana keadaan Tania " tanya Santi
" sudah membaik, kata dokter Tania bisa pulang lusa " ucap Derian
" syukurlah mama sangat khawatir akan keadaan Tania " ucap Santi
__ADS_1
Derian menyuruh ibunya untuk duduk di sofa yang ada di sana, sambil menunggu Tania bangun dari tidurnya, tak lama pintu kembali terbuka terlihat Alexander, laki-laki bule itu memang tampan dengan balutan pakaian resmi...
" siang semua " ucap Alex sambil tersenyum
" siang, duh ada bule " ucap Santi bercanda
" ah Tante bisa aja " ucap Alex sedikit salah tingkah yang membuat Derian menggelengkan kepalanya heran...
" sendiri Lex " tanya Derian
" iya, mau siapa lagi " ucap Alex sambil menaruh buah-buahan diatas nakas
" thanks, harusnya gak usah repot-repot " ucap Derian
" santai aja kali, cuma buah ini " ucap Alex
" Tante udah lama " ucap Alex lagi
" baru kok, kalian ngobrol aja tante mau ke kantin mau titip sesuatu " tanya Santi
" gak usah mah " ucap Derian
" oh ya udah mama ke bawah dulu ya " ucap Santi
" hati-hati " ucap Derian yang ditanggapi anggukan oleh ibunya...
setelah kepergian ibunya Derian menyuruh Alex duduk di tempat yang dimana tadi ibunya duduk...
" gimana keadaan istri lu " tanya Alex
" syukurlah, kemarin gue kaget banget saat Roni kasih tau kalau Tania masuk rumah sakit, kejadiannya kaya gimana sih " tanya Alex
" dia kepeleset di tangga, gue juga awalnya khawatir kenapa bisa istri gue gak hati-hati tapi pas gue tau penyebabnya malah gue marah banget " ucap Derian
" ada apa emang " tanya Alex
" istri gue di teror " ucap Derian
" di teror " gumam Alex lalu dia kembali melanjutkan ucapannya dia tidak mengerti kenapa bisa istri sahabatnya itu di teror lalu Alex kembali berucap " di teror gimana maksud lu setau gue istri lu baru kan di sini " ucap Alex
" ada orang yang mau bikin gue sama Tania salah paham, gue belum tau apa niat orang itu, Roni lagi mengurus semua itu " ucap Derian
" mau gue bantu " tanya Alex
" gak usah Roni lagi mengurus semuanya, nanti pas habis makan siang dia mau kesini " ucap Derian
" persaingan bisnis " tanya Alex
" gak tau gue, soalnya perusahaan itu lagi kerja sama, sama perusahaan gue " ucap Derian
" maksud lu gimana sih, yang teror istri lu cewek " tanya Alex
" iya " ucap Derian singkat
__ADS_1
" ini sih masalah hati kali " ucap Alex
" entah lah gue pusing, gara-gara kejadian ini gue sama Tania kehilangan calon bayi kita " ucap Derian
" hah, serius " ucap Alex kaget
" hemm, mangkanya gue sangat terpukul saat dokter kasih tau gue kalau Tania hamil tapi sudah keguguran, anak gue yang belum gue tau keberadaannya malah gue tau dia udah gak ada " ucap Derian sedih
" sabar bro, mungkin ini ujian dari Tuhan yang lebih penting sekarang kondisi istri lu, mentalnya harus di jaga jangan sampai dia memikirkan ini terus menerus lalu malah tambah parah sakitnya " ucap Alex
" gue merasa gagal jadi suami, disaat seperti ini gue malah mementingkan pekerjaan kalau saja gue waktu itu gak kerja, pasti semua ini gak akan terjadi Lex " ucap Derian
" udah takdirnya bro, yang udah terjadi gak usah di sesali ambil hikmahnya saja " ucap Alex
mereka mengobrol tanpa menyadari kalau Tania sedari tadi sudah bangun dan mendengar obrolan mereka, Tania kira Derian sudah kuat ternyata di balik semua perhatiannya Derian juga terluka, Tania menangis dengan diam dengan mata terpejam...
tak lama Roni datang membawa berkas-berkas yang harus Derian tanda tangani, selama Tania di rumah sakit Roni dan Doni lah yang menghendle semuanya...
" ini lu harus tanda tangani secepatnya " ucap Roni setelah duduk di samping Alex
" berkas apaan " tanya Alex penasaran
" berkas eksekusi perusahaan tempat orang yang teror Tania " ucap Roni
" serius " tanya Alex sambil menatap ke arah Derian
" iya, mereka itu licik gue gak mau bekerja sama dengan mereka " ucap Derian
" gue kira cuma teror biasa " ucap Alex
" anak client kita itu yang teror Tania, dengan mengirim foto-foto Derian yang sedang makan siang bersama " ucap Roni
" tunggu dulu, makan siang, kalau lu Der makan siang meeting di luar pasti lu juga ikut Ron bukan hanya lu asisten pribadi lu juga pasti ikut " ucap Alex
" nah itu yang bikin gue aneh, awalnya gue biasa aja mungkin client gue mau makan siang, seperti biasa gue makan siang bareng client lain sambil membicarakan tentang kerja sama, tapi yang anehnya nih cewe malah suruh Roni sama Doni duduk di meja lain " ucap Derian
" terus yang kirim tuh foto siapa " tanya Alex
" asisten cewek itu " ucap Roni
" lu tau darimana " tanya Alex
" iya kan gue yang ngehack akun tuh cewe " ucap Roni
" oh iya gue lupa, lu kan pinter di bidang itu terus waktu itu asistennya kagak ikut apa gimana " ucap Alex
" nah beberapa kali pertemuan asistennya kagak pernah ikut dia malah datang sendiri bawa berkas yang menurut gue itu cuma alibi doang " ucap Derian
" menurut gue sih asistennya pasti ikut, soalnya yang kirim foto kan asisten tuh cewek " ucap Roni
" bisa jadi sih tuh orang bersembunyi tanpa kita sadari " ucap Alex
ketiga laki-laki itu melanjutkan membicarakan masalah ini, lalu menyelesaikan masalah ini, Derian ingin secepatnya membatalkan semuanya tinggal dia mentanda tangani berkas-berkas yang Roni bawa dan semuanya selesai...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉