Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 58


__ADS_3

setelah kejadian mimpi itu kelakuan Derian malah bikin semua orang geleng-geleng kepala, bukan hanya Tania yang merasakan kekesalan tapi Roni sahabat sekaligus sekertaris Derian juga...


" mas ngapain sih ikutin aku terus " ucap Tania


" kenapa sih aku kan cuma jalan " ucap Derian santai


" jalan sih jalan tapi gak gini juga dong, masa aku kemana mana di ikutin terus, lama-lama aku risih tau " ucap Tania


" jangan pedulin aku aja di buat santai aja " ucap Derian membuat Tania semakin kesal


" mending kamu ke kantor aja sana udah dua hari kamu gak masuk kasian pak Roni sama pak Doni giliran ke sini nya gara-gara harus minta tanda tangan kamu doang " ucap Tania


" no, gak bisa aku gak mau jauh sama kamu entar kalau kamu kenapa-kenapa gimana " ucap Derian


" mas semua baik-baik aja jangan sampai ketakutan kamu itu menjadi Boomerang buat kamu sendiri " ucap Tania


" tapi kan aku cuma mau mastiin kalau kamu baik-baik saja " ucap Derian


" mas yakin deh aku bakalan baik-baik aja kamu gak perlu khawatir " ucap Tania


belum juga perdebatan mereka mereda suara bel rumah terdengar...


" tuh siapa lagi yang datang kalau gak pak Roni ya pak Doni, mas kasian mereka harus bolak balik kesini, mana harus ngehandle pekerjaan kamu di kantor " ucap Tania sambil berjalan ke arah pintu...


sedangkan Derian hanya menekuk bibirnya, dan juga tangannya dia lipat di dada, Derian kesal kenapa sih Tania gak pernah peka banget kalau dirinya tuh pengen dekat-dekat dengan dirinya...


saat Tania membuka pintu ternyata ayahnya dan juga Fathur yang datang, Tania menyalami tangan ayahnya lalu mempersilahkan mereka masuk...


" loh ayah " ucap Derian kaget saat melihat siapa yang datang...


" maaf ya nak ayah kesini gak bilang-bilang " ucap ayah Tania


" kenapa gak bilang sih yah kalau mau kesini, Derian kan bisa jemput kalau ayah dan juga Fathan kesini " ucap Derian


" Fathur mas, saya Fathur bukan Fathan " ucap Fathur


" oh Fathur, maaf ya mas belum bisa bedain kamu sama Fathan " ucap Derian sambil tersenyum malu


" gak apa-apa mas aku maklum kok " ucap Fathur


" duduk yah, Tur, sayang bikin minum buat ayah sama Fathur " ucap Derian


Tania pergi ke dapur untuk bikin minuman untuk ayah dan juga adiknya...


" gimana kabar ayah " tanya Derian


" baik Alhamdulillah, kamu sendiri gimana kabarnya " tanya ayah Tania


" Alhamdulillah baik juga yah, ibu gak ikut " ucap Derian


" gak, ibu kan lagi urusin acara untuk pernikahan kalian " ucap ayah Tania

__ADS_1


" pasti banyak adat iya yah kalau orang Jawa nikah " tanya Derian


" iya seperti adat seperti biasa kami kan harus melestarikan budaya kita " ucap ayah Tania


" iya juga sih, terus kenapa cuma Fathur yang ikut Fathan kemana " tanya Derian


" Fathan lagi ada urusan di sekolah " ucap ayah Tania yang ditanggapi anggukan oleh Derian...


Tania membawa minuman dan juga makanan ringan, Tania juga sebenarnya kaget melihat ayah dan adiknya disini...


" di minum yah, Fathur " ucap Tania


" makasih ya mba " ucap Fathur yang ditanggapi senyuman oleh Tania..


" calon mertua kamu kemana mba " tanya ayah Tania


" masih di luar kota yah, kenapa emang " tanya Tania


" enggak apa-apa cuma ayah mau minta izin bawa kamu pulang " ucap ayah Tania


ucapan ayah Tania membuat Tania dan juga Derian sangat terkejut apalagi Derian, berasa mimpi...


" kok Tania di bawa pulang sih yah, gak ada yang serius kan disana " ucap Derian kaget


" gak ada mas, sebentar lagi kan kalian menikah, gak baik masih bertemu kalian harus mengikuti tradisi pingitan " ucap ayah Tania


" loh kok, kirain udah gak ada adat pingitan " ucap Derian yang membuat ayah Tania terkekeh geli...


" kangen pasti yah, mana jaraknya jauh lagi " ucap Derian


" cuma dua Minggu kok setelah itu kalian kan udah sah jadi suami istri " ucap ayah Tania


" berangkat sekarang yah " tanya Tania


" besok mungkin nak, soalnya jadwal kereta gak ada, ada juga tadi ayah tanya ke pihak stasiun paling tengah malam adanya " ucap ayah Tania


" gak usah pakai kereta yah, biar nanti Derian pesankan tiket pesawat, besok aja pulangnya " ucap Derian


" gak usah nak ayah gak mau repotin kamu " ucap ayah Tania


" gak apa-apa yah aku malahan senang, bentar aku suruh bi Asih buat siapin kamar untuk ayah sama Fathur " ucap Derian


" gak usah mas biar aku aja, tadi bi Asih pergi dulu ke supermarket beli bahan makanan " ucap Tania


" ya udah sekarang aja biar ayah sama Fathur bisa istirahat " ucap Derian


" ya sudah, Tania pamit dulu mau beresin kamar " ucap Tania


Tania pergi dari sana meninggalkan tiga laki-laki beda generasi untuk sekedar mengobrol, tak lama ada yang datang tanpa permisi langsung masuk ternyata Doni dan Roni...


" pagi pak Derian dan juga keluarga " ucap Doni sopan

__ADS_1


" pagi " ucap mereka semua


" maaf ya om kami masuk tanpa ucap salam dulu " ucap Roni tidak enak


" gak apa-apa nak " ucap ayah Tania sambil tersenyum


" assalamualaikum om " ucap Roni mengulang sambil mencium tangan ayah Tania begitupun Doni


" ada apa " tanya Derian dengan wajah dinginnya


" gak usah sok cool deh lu bukan kulkas, ini kita harus selesaikan kerjaan kelamaan " ucap Roni sedikit kesal


" kerjaan yang mana " tanya Derian


" ya kerjaan mana lagi kalau bukan proyek mall, kelamaan di rumah sih lu ngapain aja sih dua hari ini " ucap Roni


" ya rebahan lah " ucap Derian santai


" enak banget hidup lu kampret " ucap Roni


" gue kan bos, wajarlah ngapain gue gajih lu berdua kalau gue gak bisa santai sebentar " ucap Derian


" benar-benar nih duda satu " ucap Roni kesal


ayah Tania hanya tersenyum saja melihat interaksi antara Derian dan juga Roni, mereka seperti bukan atasan dan juga bawahan...


" ya udah ke ruang kerja gue aja kita bicarakan semuanya " ucap Derian


" dari tadi kek kan gue gak bakalan kesel " ucap Roni


Derian hanya menggelengkan kepalanya lalu berucap " lama-lama lu punya penyakit darah tinggi Ron " ucap Derian


" kan lu penyebabnya ****** " ucap Roni


" ayah, Derian tinggal dulu ada pekerjaan yang harus di selesaikan ayah sama Fathur santai aja " ucap Derian


" iya nak jangan khawatirin kami kamu selesaikan dulu pekerjaan " ucap ayah Tania


" Derian tinggal iya yah " ucap Derian yang ditanggapi anggukan oleh ayah Tania...


Derian dan juga Roni dan Doni pergi menuju ruang kerja Derian yang berada di lantai atas sedangkan ayah Tania dan Fathur masih berada di ruang keluarga dan tak lama Tania datang...


" mas Derian kemana yah " tanya Tania


" keatas katanya ada kerjaan " ucap ayah Tania


" oh, ya udah ayah sama Fathur istirahat dulu Tania mau siapin makan siang buat kita semua " ucap Tania


Tania mengantar ayah dan adiknya ke kamar untuk istirahat dan Tania akan langsung ke dapur untuk memasak sambil menunggu Dio pulang...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2