Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 85


__ADS_3

sesampainya mereka di klinik Derian dan Tania langsung mendaftar di bagian administrasi, sambil menunggu giliran mereka Tania dan Derian duduk di ruang tunggu Derian yang tidak bisa mencium aroma lain hanya menggunakan masker dan juga menggenggam satu botol minyak telon...


" ketemu dokter yang waktu itu lagi gak ya sayang " ucap Derian


" dokter yang mana mas " tanya Tania


" yang itu loh, yang aku sakit terus nyangka kamu hamil karena sakit aku seperti sekarang " ucap Derian


Tania jadi berpikir dan baru inget kalau klinik ini pernah mereka datangi sebelumnya, Tania merasa akan sedikit drama nantinya apalagi saat waktu itu Tania sangat tidak suka di katai lagi hamil, sedangkan sekarang walaupun status mereka sudah menikah tapi selama ini Tania tidak ada tanda-tanda hamil...


" bakalan heran gak ya mas dokter itu liat kita " ucap Tania


Derian hanya tersenyum di balik masker hitamnya, ini akan menjadi momen yang tidak akan terlupakan oleh mereka berdua...


" tenang aja mungkin juga dokternya lupa sama kita karena kan pasien dia bukan kita doang yang " ucap Derian


" iya juga sih " ucap Tania


Derian menggenggam tangan Tania, tadi namanya sudah di panggil berarti sudah waktunya untuk Derian dan Tania masuk, klinik ini cukup besar untuk di sebut sebagai klinik karena fasilitasnya lengkap...


Derian masuk bersama Tania disana dokter yang menangani Derian dulu sedang duduk memeriksa kertas, saat mendengar suara dan decitan pintu dokter itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Derian dan juga Tania...


" siang dok " ucap Derian


" siang pak, Bu silahkan masuk " ucap dokter


Derian dan Tania pun duduk berhadapan dengan dokter, Tania merasa Dejavu namun yang bedanya sekarang status Tania sebagai istri bukan pengasuh, dan juga mereka kesini tidak membawa Dio...


ngomong-ngomong soal Dio anak itu sedang asik liburan di kampung halaman Tania, tadi pagi saja anak itu sudah ikut panen ikan lele bareng ayahnya, tapi Tania bersyukur dimana pun Dio berada semoga ada yang selalu menyayanginya...


" keluhannya apa pak " tanya dokter


Derian pun membuka maskernya lalu menatap lawan bicaranya...


" cuma mual-mual saja dok " ucap Derian


" oh, sepertinya saya pernah liat bapak sama ibu, tapi saya lupa kapan " ucap dokter


Derian dan juga Tania meringis mendengar ucapan dokter itu, berarti secara tidak langsung dokter itu pun merasa Dejavu seperti mereka...


" saya pernah kesini juga dengan penyakit yang sama " ucap Derian


" oh begitu, mari saya periksa dulu " ucap dokter


Tania yang sedari tadi diam hanya melihat suaminya yang sedang di periksa dokter, yang Tania perkirakan dokter itu sudah berumur, Derian berbaring diatas brankar dan di check oleh dokter tersebut, pemeriksaannya sudah selesai Derian bangkit dari brankar dan berjalan menuju istrinya yang sedari tadi diam saja...


" kenapa hemm " tanya Derian pelan sambil mengelus rambut Tania tidak lupa senyuman manis Derian berikan kepada istrinya..


" gak apa-apa mas " ucap Tania sambil membalas senyuman suaminya...

__ADS_1


dokter yang memeriksa Derian juga duduk kembali di hadapan mereka lalu menulis sesuatu di kertas yang di lihat itu milik Derian...


" apa sebelumnya bapak makan sesuatu yang bisa menyebabkan mual-mual " tanya dokter


" tidak, saya makan normal saja " ucap Derian


dokter itu pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu berucap kembali sambil melirik Tania dan juga Derian bergantian..


" apa kalian suami istri " tanya dokter


" iya dok " ucap Tania akhirnya keluar juga suara dirinya...


" baik lah, kalau begitu saya sudah memeriksa keadaan bapak, tapi yang saya lihat bapak baik-baik saja lambung bapak juga sehat gak ada tanda-tanda bapak terkena asam lambung, kalau boleh saya tahu apa muntah-muntahnya sering " tanya dokter


" gak dok, suami saya muntah-muntahnya hanya pagi dan juga setelah makan malam saja, siang normal seperti sekarang tidak ada mual " ucap Tania


" kalau boleh saya mau periksa ibu juga " ucap dokter


Tania dan Derian saling melirik tidak paham apa maksud dokter tersebut ingin Tania ikut di periksa...


" maaf dok saya gak sakit, kenapa harus di periksa " ucap Tania


" cuma memastikan saja " ucap dokter


" gimana mas " tanya Tania


" gak apa-apa sayang periksa saja " ucap Derian sambil tersenyum menenangkan istrinya...


" mari ibu berbaring di ranjang " ucap dokter


Tania berjalan menuju brankar lalu tidur disana dokter sudah siap untuk memeriksa Tania, dengan mengecek tekanan darah, jantung dan terakhir benda dingin itu menyentuh perutnya membuat Tania bingung, kenapa perutnya di periksa juga dia gak sakit maag...


" apa haid bulanan anda lancar " tanya dokter


Tania mengerenyitkan dahinya kenapa pemeriksaan dirinya menjerumus ke arah hal seperti itu, sedangkan Derian hanya menatap istrinya yang sedang diperiksa Derian berpikir kembali apa benar ucapan Roni kalau dirinya begini karena ngidam dan kalau benar berarti Tania sedang hamil, kemungkinan-kemungkinan itu membuat Derian merasa gelisah...


" lancar-lancar saja dok " ucap Tania


" kalau saya boleh tau kapan anda terakhir kali datang bulan " tanya dokter


Tania berpikir kapan dia terakhir datang bulan, Tania sempat tertegun kalau gak salah dirinya terakhir datang bulan itu dua bulan yang lalu saat menyiapkan acara untuk ulang tahun anaknya...


" gimana Bu kapan anda datang bulan " tanya dokter karena sedari tadi Tania hanya diam saja


Derian yang melihat istrinya malah diam langsung menghampiri dan mengelus rambut Tania...


" sayang " panggil Derian


Tania mengerejapkan matanya lalu melihat suami dan dokter yang berdiri di sebelah kanan dan kiri...

__ADS_1


" saya datang bulan yang terakhir kalau gak salah dua bulan yang lalu dok " ucap Tania


ucapan Tania membuat sang dokter yang melihatnya dari tadi langsung tersenyum, sedangkan Derian malah terkejut pantes jatah malamnya tidak pernah bolong selama dua bulan ini, setiap malam Derian akan meminta jatah malamnya...


" baik lah mari kita memeriksa lebih lanjut " ucap dokter


" maksudnya " tanya Derian


" mari duduk lagi kita bicarakan " ucap dokter


Derian membantu Tania bangkit lalu berjalan dan duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter...


" saya memang dokter umum disini tapi saya sudah hafal dengan situasi begini " ucap dokter


" maksud dokter apa, bisa tidak langsung ke intinya " ucap Derian karena dirinya paling tidak suka basa basi


" boleh kita ke tahap selanjutnya sebelum kalian ganti dokter " ucap dokter


" apa itu dok " tanya Tania


dokter itu pun membuka laci yang berada di meja tersebut, lalu mengeluarkan benda kecil namun panjang yang masih terbungkus dan juga satu wadah kecil ke arah Tania, Tania dan Derian tidak lah bodoh dengan benda yang di berikan dokter tersebut...


" mari kita tes urine ibu dan tampung di wadah ini, silahkan disana kamar mandinya " ucap dokter dan menunjuk ke arah pintu yang berada di dalam ruangan itu...


Tania mengikuti perintah dokter tersebut walaupun dirinya lagi tidak ingin buang air kecil tapi untuk menghilangkan penasaran semuanya dirinya mengikuti saran dari dokter, lima menit kemudian Tania kembali dengan wadah yang berisi urine miliknya yang tidak terlalu banyak...


" ini dok " ucap Tania


dokter itu pun mengambil wadah tersebut lalu di simpannya di dekat wastafel dan selanjutnya dokter membuka bungkusan yang di dalamnya terdapat benda berukuran kecil tapi panjang lalu dokter itu pun memasukan benda tersebut ke dalam wadah yang berisikan urine Tania...


" sambil menunggu tesnya berjalan, saya mau bertanya apa ibu punya keluhan " tanya dokter


" gak dok saya baik-baik saja " ucap Tania


" tidak ada gejala mual, atau sensitif terhadap apapun " tanya dokter


Tania berpikir semua yang dokter tanyakan kepadanya itu semua Derian yang mengalaminya Tania malah baik-baik saja, Tania jadi semakin bingung mereka kesini tujuannya kan untuk memeriksakan penyakit Derian tapi kenapa malah dirinya yang di periksa...


" gak ada dok " ucap Tania


" baiklah mari kita lihat tesnya " ucap dokter lalu bangkit dan berjalan menuju wastafel dan mengambil benda kecil tersebut dan melihat...


Derian dan Tania penasaran akan hasil tes tersebut, mereka berharap ada keajaiban hari ini, dokter kembali dan duduk di hadapan mereka dan menyodorkan benda tersebut terlihat jelas garis itu bertambah jadi dua dan berarti artinya Tania...


" selamat ibu hamil " ucap dokter sambil tersenyum


Derian dan Tania sangat terkejut akan semua ini mereka hanya diam lalu Derian memeluk istrinya menyalurkan rasa bahagia tersebut sedangkan Tania sudah menangis di dekapan suaminya...


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇

__ADS_1


happy reading guys 😉😉


__ADS_2