Cinta Duda Tampan

Cinta Duda Tampan
episode 67


__ADS_3

Setelah acara resepsi sekarang waktunya mereka berangkat untuk ke Turki di sana mereka akan menghabiskan satu Minggu untuk berbulan madu, pagi-pagi sekali mereka sudah sibuk dengan persiapan menuju bandara...


" gak ada yang ketinggalan kan sayang " tanya Derian


" udah semuanya mas, kita gak nunggu Dio bangun dulu " tanya Tania


" gak usah lah yang, kalo kita nunggu anak itu bangun bisa-bisa kita telat " ucap Derian


" terus nanti kalau Dio ngamuk gimana " tanya Tania


" aku jamin gak bakal, kan ada Fathur sekarang dia pawangnya " ucap Derian


memang benar saking dekatnya Dio sama Fathur anak itu selalu mengikuti kemana pun Fathur pergi, keluarga Tania akan menetap di Jakarta sampai mereka pulang dari Turki sekalian liburan, karena si kembar sudah selesai ujian akhirnya tinggal menunggu pengumuman kelulusan...


" ya sudah ayo kita ke bawah " ucap Tania yang ditanggapi anggukan oleh Derian...


mereka hanya membawa dua koper, satu milik Derian yang satu milik Tania, mereka tidak perlu bawa baju banyak karena mereka berencana akan belanja disana...


saat mereka sampai di bawah ternyata keluarganya sudah berkumpul di ruang makan, begitu pun orang tua Derian mereka pulang ke rumah Derian untung kamar di rumah Derian cukup untuk mereka semua...


" pagi " ucap Derian lalu menaruh koper di dekat lemari...


" pagi " ucap mereka semua terlihat ramai...


" sarapan dulu nak " ucap ibu Tania


" makasih Bu " ucap Tania


" check out jam berapa Yan " tanya Danu


" jam sembilan pah " ucap Derian sambil memakan sarapan yang sudah di siapkan oleh Tania...


" papa gak bisa antar ada meeting " ucap Danu

__ADS_1


" gak apa-apa pah " ucap Derian


walaupun menuju Turki menempuh waktu cukup lama sekitar lima belas jam, tapi mereka harus menikmati karena ini perjalanan pertama mereka, setelah sarapan mereka siap-siap untuk berangkat Derian melarang mereka untuk mengantar ke bandara karena akan terlalu merepotkan kasian mereka pasti cape...


" gak usah mah sampai sini saja " ucap Derian


" tapi mama mau anter kalian " ucap Santi


Derian hanya menghela nafas panjang mamanya ini kadang bikin Derian gak habis pikir kelakuannya sebelas dua belas sama anaknya...


" kasian ibu mah cape kalau harus bolak balik mending kalian istirahat " ucap Derian


" iya mah bener kata mas Derian, mending mama sama ibu istirahat di rumah ayah juga pasti mau di rumah " ucap Tania


" ya sudah kalau begitu " ucap Santi lesu


ayah dan ibu Tania hanya tersenyum melihat perilaku besannya yang seperti anak kecil yang sedang merajuk...


" hati-hati nak " ucap ayah Tania


" iya yah " ucap Derian


Derian dan Tania menyalami satu persatu kedua orang tua mereka, sedangkan si kembar hanya diam melihat drama yang di ciptakan orang tua, Dio anak itu masih tidur karena hari ini libur sekolah...


Derian dan Tania pun masuk ke dalam mobil setelah berpamitan, mobil mereka berangkat menuju bandara diantarkan oleh pak Amin, beberapa menit kemudian mobil mereka sampai di bandara...


pak Amin menurunkan koper milik Derian dan Tania dari bagasi, setelah itu Derian dan Tania segera masuk ke dalam bandara untuk check in dulu..


setelah menunggu setengah jam akhirnya pesawat yang mereka akan tumpangi akan check out juga menuju Turki, Derian menggenggam tangan Tania setelah mereka sampai di dekat pesawat...


lima belas jam menanti akhirnya mereka sampai di bandara udara Istanbul Turkey, Derian berjalan menuju bagasi untuk mengambil koper mereka selanjutnya mereka menuju hotel yang sudah mereka pesan selama satu Minggu...


mereka menaiki mobil jemputan, selama disana mobil ini yang akan mengantarkan mereka kemana saja, tapi sepertinya mereka tidak akan kemana-mana, keadaan Turki masih dingin mangkanya Derian memilih untuk berada di dalam hotel saja...

__ADS_1


sesampainya mereka di hotel Derian check in dulu setelahnya mereka pergi menuju kamar hotel yang berada di lantai lima belas, pemandangan disana sangat indah...


mereka sampai di kamar mereka Tania langsung mengistirahatkan tubuh lelahnya, lima belas jam di dalam pesawat bukanlah hal yang menyenangkan yang dimana dirinya harus menahan rasa pegal di bagain pantatnya...


" sayang ganti baju dulu biar agak enakan tidurnya " ucap Derian


" malas mas, tubuh aku cape banget " ucap Tania dia sangat ingin bermanja di atas kasur...


" ya sudah " ucap Derian sambil membantu membukakan sepatu istrinya...


Derian sangat kasian melihat wajah istrinya yang sangat ingin tidur, selama di pesawat tadi Tania tidak sama sekali tidur karena dia takut ada apa-apa, ini perjalan pertama Tania menaiki pesawat dengan jarak tempuh yang sangat jauh, sedangkan untuk Derian dia sudah biasa bolak balik naik pesawat karena urusan bisnis...


Tania sudah pulas tidur berbalut selimut tebal, Derian senantiasa merawat istrinya yang kelelahan dimana dia membantu membersihkan wajah Tania dari makeup, walaupun Tania memakai riasan simpel tapi tetap saja tidak baik untuk wajah kalau di biarkan...


Derian karena tidak tau mana dulu yang harus di gunakan dia mencari tahu dulu di YouTube tutorial menghapus makeup, ternyata ada juga orang yang bikin konten seperti itu, Derian berpikir orang seperti mereka tidak ada kerjaan lain apa gimana...


pertama-tama Derian mengambil botol kaca yang berwarna putih bening tertulis disana micellar water, Derian menaruh air yang ada di dalam botol itu ke atas kapas lalu dia usapkan ke wajah istrinya, benar sekali, sekali usap makeup di wajah istrinya langsung bersih, Tania sebenarnya tidak perlu bermakeup karena wajahnya sudah cantik tanpa makeup natural khas orang Indonesia...


hanya membantu membersihkan saja tanpa memakaikan apa-apa lagi karena Derian tidak mengerti salah-salah nanti akan mengakibatkan iritasi pada kulit wajah istrinya...


" sayangnya aku nyenyak banget " ucap Derian sambil memeluk Tania untungnya Tania hanya memakai kemeja warna putih yang mudah untuk Derian lepas karena Tania pakai tangtop untuk lapisannya...


setelah membuka pakaian Tania Derian ikut bergabung di dalam selimut karena perjalanan jauh dirinya ingin berleha-leha di dalam kamar, walaupun istrinya masih halangan itu gak masalah, Derian sudah menghitung pas awal dia tahu Tania halangan hari esok adalah hari terakhir istrinya datang bulan Derian sudah tidak sabar...


suami istri itu sudah terlelap ke alam mimpi yang dimana Derian yang memeluk Tania, wajahnya dia sengaja di taruh di cercuk leher istrinya, karena Derian sangat suka dengan wangi yang keluar dari tubuh sang istri...


di lain tempat Dio yang mengetahui kedua orang tuanya sudah pergi awalnya dia menangis tapi setelah di bujuk akhirnya tangisannya berhenti, sekarang giliran Dio malah lengket ke Farhan daripada ke Fathur sehingga membuat yang lain merasa aneh....


thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit πŸ˜‡πŸ˜‡


happy reading guys πŸ˜‰πŸ˜‰


yang meminta cepat-cepat ada acara unboxing jangan terlalu berharap ya kawan-kawan soalnya author takut di tegor sama pihak MG, sering sekali author di tegur kalau tulisan author mengandung dengan yang berbau ++ kalian pahamkan, walaupun author tidak merasa begitu tapi mau gimana lagi πŸ₯ΊπŸ₯Ί thanks ya udah mau ramein kolom komentar jangan lupa like dan juga komen makasih manteman πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2