
Setelah melihat ambruknya tubuh Derian Tania sangat kaget dan memangku kepala suaminya dan mencoba membangunkan Derian, tapi sayang Derian enggan bangun wajahnya yang pucat membuat Tania semakin khawatir bukan Tania saja Dio yang melihat ayahnya pingsan langsung menangis sambil memanggil ayahnya...
kedua orang tua Tania dan juga Derian langsung menghampiri anak dan menantu mereka sedangkan Fathur dan Fathan segera mengambil Dio dan menenangkannya walaupun mereka juga khawatir dengan keadaan kakak ipar mereka...
" mas bangun " ucap Tania lirih matanya sudah berkaca-kaca
" ayo kita bawa ke rumah sakit " ucap Alex
" tolongin mas Derian pak " ucap Tania
" iya, pasti " ucap Alex
Danu yang mengetahui anaknya pingsan segera berlari bersama ayahnya Tania, disana mereka melihat tubuh Derian sudah pingsan dengan Tania yang senantiasa memanggil suaminya...
" nak " panggil ayah Tania
" yah, mas Derian gak mau bangun " ucap Tania sambil menangis
" tenang ya masmu pasti gak apa-apa " ucap ayah Tania menenangkan
" Lex bantu om angkat Derian ke mobil " ucap Danu
" baik om " ucap Alex
Danu dan Alex segera membopong tubuh Derian di bantu juga oleh orang tua murid, Tania beserta ibunya dan juga ibunya Derian mengikuti dari belakang, sedangkan Fathur dan Fathan beserta Dio masuk ke dalam mobil satunya...
acara tetap berlangsung walaupun ada insiden tersebut, Alex meminta panitia melanjutkan acaranya sedangkan dirinya ikut ke dalam rombongan yang mengantarkan Derian ke rumah sakit, sedangkan disana ada asisten pribadinya yang menggantikan dirinya...
sesampainya mereka di rumah sakit mereka segera meminta pihak medis untuk membawakan brankar untuk Derian, segera pihak rumah sakit membantu membawa Derian ke dalam ruang UGD takut terjadi serangan jantung mendadak...
setelah Derian masuk ke dalam ruangan UGD Tania masih saja menangis dalam pelukan ibunya, tak lama Fathur dan Fathan dan juga Dio datang, Dio sudah tidak menangis...
Danu yang melihat cucunya datang langsung menggantikannya menggendong Dio anak itu memang sudah tidak menangis tapi suara kecil dari bekas menangis masih ada..
tak lama dokter pun keluar dari dalam ruangan, mereka yang menyadari langsung menghampiri dokter yang menangani Derian...
" gimana keadaan anak saya " tanya Danu
" anak bapak tidak apa-apa, pasien cuma kelelahan dan kurang istirahat juga selebihnya pasien aman " ucap dokter
__ADS_1
mereka yang mendengar Derian tidak apa-apa merasa lega, mereka takut terjadi apa-apa sama Derian...
" tapi tadi suami saya sempat muntah-muntah dok " ucap Tania
" sepertinya suami ibu salah makan saja, kami sudah memeriksa keseluruhan memang tidak menemukan apa-apa, cuma tubuh pasien sangat lemah butuh istirahat beberapa hari " ucap dokter
" terima kasih dok " ucap Danu
" sama-sama kalau begitu saya permisi, pasien akan kami pindahkan ke ruang inap di mohon melunasi administrasinya dulu " ucap dokter
" baik dok segera " ucap Danu lalu dokter itu pun pergi
" biar saya saja om yang ke tempat admin om dan keluarga dampingi Derian saja " ucap alex
" terima kasih Lex sudah mau membantu " ucap Danu
" tidak apa-apa om Derian kan sahabat saya " ucap Alex lalu Alex pun pergi menuju tempat administrasi sedangkan mereka menunggu Derian di pindahkan ke ruang inap...
setelah di pindahkan satu persatu dari mereka akan pulang terlebih dahulu karena ingin menyiapkan kebutuhan Derian selama di rumah sakit, dan juga membawakan makanan untuk Tania yang sekarang menunggu Derian sendirian di rumah sakit...
Tania menatap wajah Derian yang pucat yang masih senantiasa pingsan dengan waktu yang cukup lama, tak lama Tania melihat kelopak mata itu berkerut seperti menyesuaikan keadaan, ternyata Derian sudah sadar dari pingsannya Tania segera menghampiri suaminya dan memanggil suaminya...
" mas " panggil Tania
" sayang kenapa mata kamu sembab " tanya Derian lirih sambil mencoba memegang wajah istrinya...
Tania yang tahu akan maksud Derian segera mendekatkan wajahnya, lalu tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca dengan kondisi seperti ini saja Derian masih perhatian dengan dirinya...
" jangan menangis " ucap Derian
" aku gak apa-apa mas cuma khawatir saja tadi saat kamu pingsan " ucap Tania
" maafin aku buat kamu khawatir " ucap Derian
" gak apa-apa yang penting kamu baik-baik saja " ucap Tania sambil membantu menaikan brankar Derian...
" berapa lama aku pingsan yang " tanya Derian
" dua jam " ucap Tania sambil memberikan air minum takutnya Derian haus..
__ADS_1
" lama juga, kata dokter apa " tanya Derian lalu mengambil gelas berisi air minum yang di bantu istrinya
" katanya mas kecapean, kenapa sih mas di fostir terus kerjaannya " ucap Tania
" di lapangan lagi sibuk-sibuknya sayang, mas harus bisa mengontrol semuanya biar jadi dengan tepat waktu " ucap Derian
" tapikan kesehatan kamu jadi terganggu " ucap Tania
belum sempat Derian membalas ucapan istrinya, tiba-tiba dia merasa sangat mual karena tidak kuat dan Tania belum siap dengan situasinya akibatnya Derian muntah diatas selimut yang dia gunakan, cuma keluar air dan juga cairan bening tapi itu membuat Derian sangat tersiksa...
" mas gak apa-apa " tanya Tania sambil membantu memijat tengkuk suaminya yang senantiasa memuntahkan isi perutnya yang hanya air selebihnya seperti angin saja..
" perut aku mual banget sayang " ucap Derian
" di minum dulu mas biar agak mendingan " ucap Tania sambil membantu Derian
" makasih sayang " ucap Derian
" aku panggil dokter dan juga pihak pembersih biar selimut dan baju kamu bisa ganti " ucap Tania
." maaf ya yang " ucap Derian lirih
Tania hanya memberi senyuman dia tau suaminya pasti akan berfikir kalau dirinya jijik dengan keadaan Derian sekarang, tapi Tania sama sekali tidak Tania malah merasa khawatir melihat kondisi suaminya yang sepertinya kesiksa...
setelah memanggil dokter dan pihak pembersih sekarang Tania membantu Derian ganti baju di kamar mandi, sebelum dokter datang karena Tania tadi memanggil pihak pembersih dulu setelahnya dokter...
Tania telaten membuka baju Derian yang basah, sedangkan Derian hanya memperhatikan istrinya yang sedang membantu dirinya membuka baju, tapi saat tangan yang ada infusnya Tania bingung gimana caranya membukanya, Derian yang melihat kebingungan istrinya hanya terkekeh kecil karena lucu...
" gimana caranya ini mas " gumam Tania saat melihat baju Derian hanya menggantung di dekat selang infus yang sedang Derian pegang...
" gini saja sayang " ucap Derian lalu mencabut paksa jarum infus yang ada di tangannya membuat Tania membelalakkan matanya..
" mas, astaghfirullah kenapa di cabut " ucap Tania kaget
" biar bajunya bisa keluar sayang masa mau ngegantung di situ terus " ucap Derian santai
" tapi gak gini juga mas caranya " ucap Tania
saat Tania menyadari ada darah yang keluar dari tangan Derian seketika panik, Derian hanya menatap dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya, Derian hanya memeluk tubuh istrinya agar tenang dia tidak apa-apa selagi yang baik-baik saja adalah Tania itu sudah cukup...
__ADS_1
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorit 😇😇
happy reading guys 😉😉