CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Keputusan


__ADS_3

Byur.... uhuk uhuk uhuk....


Alfi tersedak minumannya mendengar perkataan Sakti.


" Pelan pelan say." Ucap Sarah menyodorkan air putih dan mengelus punggung Alfi. Alfi langsung meneguknya hingga tandas.


" Apa tidak ada pembahasan lain? Aku sedang berkabung, kau palah mau merencanakan pernikahan, dasar gak punya hati." Ucap Alfi dengan nada sinis.


" Maaf, tapi kita harus melakukan secepatnya, pekerjaanku terbengkalai karna aku harus bolak balik kesini, Mamaku saat ini sedang sakit Beliau tidak ada yang jaga, lagian aku rasa masa berkabungmu sudah habis Al, Ini sudah tiga bulan setelah kepergian Davi, aku rasa sudah cukup aku menantimu selama ini." Terang Sakti menatap Alfi.


" Lalu apa urusannya denganku? Siapa yang menyuruhmu kesini? Gak ada kan? Gak usah banyak alasan kalau kamu memang orang super sibuk gak usah kesini sini lagi, masa tiga bulan masih kurang buatku, kalau kamu nggak terima dan maksa aku kaya' gini, aku nggak mau menikah denganmu." Sahut Alfi kesal. Pasalnya Sakti memaksakan kehendaknya dan tidak memikirkan akan perasaannya. Hatinya aja masih tak karuan e.. malah di ajak nikah lagi mentang mentang Ia sudah menyetujui pernikahan ini.


" Sayang... Jangan seperti ini! Belajarlah menghormati calon suamimu mulai sekarang Nak, jangan durhaka padanya, ucapan Sakti ada benarnya sayang, memang lebih cepat maka akan lebih baik, apalagi Mama juga harus segera pindah ke Singapure dalam minggu minggu ini, Mama sudah ditunggu adik Mama disana." Ucap Mama Elin, sebenarnya Ia tidak tega mengatakan itu pada Alfi, karna kesannya Ia begitu memaksakan kehendaknya.


" Mi... Minggu ini? Secepat itukah Mama akan meninggalkan aku? Kenapa Ma? Mama udah bosan melihatku di sini? Atau Mama punya alasan lain?" Tanya Alfi tidak percaya. Mama Elin menganggukkan kepalanya.


" Iya sayang Mama harus pindah dalam minggu ini." Sahut Mama Elin.


" Ma.. apa tidak bisa lebih lama lagi? Aku nggak mungkin menikah secepat ini Ma, tolong mengertilah perasaan dan keadaanku Ma." Ucap Alfi menatap Mama mertuanya dengan tatapan memelas.


" Maaf maafkan Mama sayang karna Mau tidak mau kamu harus secepatnya menikah dengan Sakti, Mama tidak mau kamu sendirian setelah kepergian Mama Fi, Mama mohon jangan keras kepala lagi, menurutlah pada Mama untuk segera menikah dengan Sakti" Ujar Mama Elin.


Alfi tidak terima dengan keputusan Mama Elin. Ia beranjak dari duduknya. Ia berdiri sambil menatap tajam ke arah Sakti. Tatapan yang tersirat rasa kebencian yang mendalam.


" Kau puas? Kau puas sudah membuat penderitaanku bertambah hah? Kau puas sudah merenggut semua yang kusayangi? Aku semakin membencimu.... Aku semakin membencimu Tuan Sakti Arviano." Teriak Alfi menatap tajam kearah Sakti.


" Alfia." Bentak Mama Elin. Alfi menatap ke arah Mama Elin.


"Jaga bicaramu... Bersikap baiklah dengannya karna bagaimanapun Sakti calon suamimu, hormati dia jangan bersikap urakan seperti ini, Mama semakin tidak mengenal dirimu yang sebenarnya Alfi." Sambung Mama Elin. Alfi menitikkan air matanya lagi lagi Mama Elin membentaknya karna Sakti.


" Aku tidak peduli Ma, aku benar benar membencimu." Teriak Alfi sambil menunjuk Sakti. Ia segera berlari ke kamarnya yang berada di lantai dua.

__ADS_1


" Tante apa perlu Sarah menyusulnya?" Tanya Sarah.


" Tidak perlu Sarah, biarkan dia sendiri dulu!" Sahut Mama Elin.


" Baiklah Tante." Sahut Sarah.


" Sakti, Tante minta maaf atas perilaku Alfi yang kasar kepadamu ya." Ujar Mama Elin.


" Tidak apa Tante aku memakluminya, mungkin memang aku yang terlalu terburu buru mengajaknya menikah lagi, mungkin juga Alfi masih trauma dengan pernikahan sebelumnya Tan." Sahut Sakti.


" Mungkin saja Nak." Gumam Mama Elin merenung.


Melihat Mama Elin yang sepertinya banyak pikiran, Sakti dan Sarah berinisiatif pamit pulang. Biarlah Mama Elin beristirahat untuk menenangkan dirinya sendiri.


" Kalau begitu kami pulang dulu Tan, kalau ada apa apa segera hubungi saya." Ucap Sakti.


" Baiklah, hati hati Nak." Sahut Mama Elin.


" Mari Tante." Ucap Sarah. Mama Elin mengangukkan kepalanya.


" Sayang maafkan Mama ya, bukan maksud Mama membentakmu tetapi Mama tidak suka dengan sikapmu, jangan pernah membenci orang yang tidak sengaja melukai kita, Mama sudah bilang kan, Ikhlaskanlah semuanya Nak." Ujar Mama Elin.


" Yakinlah kepada takdir, mungkin Sakti itu memang jodoh terbaik untukmu yang di kirim Tuhan kepadamu, segera menikahlah dengannya jangan menundanya lagi, jika kamu terus menunda maka Mama katakan maaf." Ucap Mama Elin.


" Maaf untuk apa Ma?" Tanya Alfi.


" Maaf jika sebelum pernikahanmu Mama sudah pergi, Maaf jika Mama tidak bisa mendampingimu saat pernikahanmu nanti karna Mama harus segera pergi." Ucap Mama Elin lembut.


Alfi mencoba duduk bersila di atas ranjang lalu menghadap kearah mama Elin.


" Apa Mama bahagia kalau aku menikah dengan Sakti secepatnya?" Tanya Alfi.

__ADS_1


" Mama sangat bahagia sayang, dengan begitu Mama akan tenang meninggalkan kamu bersamanya di sini." jawab Mama Elin sambil tersenyum.


" Tapi ada syarat yang harus Mama penuhi." Ucap Alfi.


" Apa sayang?" Tanya Mama Elin.


" Tidaka ada acara pertunangan dan pernikahannya di lakukan secara sederhana saja, aku nggak mau ada acara resepsi juga karna aku malu jika harus merayakan pernikahan keduaku Ma." Ujar Alfi.


" Akan Mama bicarakan nanti dengan keluarga Sakti, karna bagaimanapun ini mengenai kedua keluarga sayang, berarti kamu mau kan menikah dengan Sakti secepatnya?" Tanya Mama Elin memastikan.


" Baiklah Ma, sesuai keinginan Mama aku akan menikah dengan Sakti secepatnya, minta Sakti kesini membawa keluarganya dan ingat tidak ada acara pertunangan, aku mau begitu kedua pihak setuju langsung nikah saja." Ujar Alfi dengan tegas.


" Kau tidak mau menemui calon ibu mertuamu dulu sebelum pernikahan? Bukankah sebaiknya kamu silahturahmi dulu ke sana sambil kenalan? Kamu tidak mau melakukan pendekatan dulu dengannya?" Tanya Mama Elin.


Mama Elin tidak tahu bagaimana cara Alfi berpikir, Bagaimana bisa kedua keluarga datang di saat hari pernikahan saja. Apa Alfi tidak mau mengenal calon mertua barunya dulu.


" Tidak perlu Ma toh nanti kita akan tinggal bersama dan otomatis setiap hari ketemu kan?Tidak mungkin Sakti mau meninggalkan Mamanya sendirian." Jawab Alfi.


Sepertinya rencananya tidak akan berjalan lancar kalau harus tinggal bersama mertuanya. Tapi ya sudahlah pasrahkan saja pada yang Maha membolak balikkan hati. Yang jelas Ia tidak akan berharap banyak pada pernikahan keduanya ini.


" Baiklah sayang sesuai keinginanmu, terima kasih karna sudah mewujudkan impian Mama, Mama merasa sangat bahagia mendengarnya, tapi kalau pihak Sakti menginginkan yang lainnya Mama tidak bisa menolaknya ya." Ujar Mama Elin.


" Yang jelas aku mau acara yang sederhana saja Ma, aku malu kalau banyak orang yang tahu pernikahan ini, mereka akan menggunjingku karna baru jadi janda sudah mau menikah lagi." Alfi tersenyum kecut.


" Ya sudah Mama mau menghubungi Sakti dulu, sepertinya saat ini dia masih di hotel." Ucap Mama Elin keluar kamar Alfi dan segera memberi kabar pada Sakti.


Sakti yang menerima kabar itu merasa sangat bahagia. Tetapi Ia harus membicarakan sesuatu dulu kepada Alfi. Sakti meminta bantuan pada Mama Elin agar menyuruh Alfi menemuinya malam ini di resto dekat rumah mereka yang berjarak beberapa meter saja.


TBC.......


Apa yang hendak Sakti bicarakan pada Alfi ya?

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya....


Miss U All....


__ADS_2