CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Liburan


__ADS_3

Hari ini tiba saatnya Shiv mengajak Aroon dan Alfi berlibur ke pulau B. Setelah menaiki pesawat selama dua jam akgirnya mereka sampai ke Bandara terkenal di Pulau ini.


Mereka memilih pantai K untuk memanjakan mata mereka dengan keindahan pasir putih yang menghampar luas. Aroon terlihat sangat bahagia, Ia terus bersorak ria menikmati pasir putih di pantai tersebut.


" Mama ayo ke sini, kita mainan air sama pasir." Teriak Aroon melambaikan tangannya.


" Mama nggak mau ah, sana main aja sama Papa." Sahut Alfi yang duduk di bawah pohon pines.


" Yah Pa Mama nggak asyik." Gerutu Aroon.


" Ya sudah nggak pa pa main sama Papa aja ya, mungkin Mama lagi jetlag karena penerbangan tadi." Ucap Shiv.


" Iya deh Pa nggak pa pa." Sahut Aroon kembali bermain pasir dengan Shiv.


Sedangkan di tempat lain, seorang anak laki laki sedang bermanja manja dengan ayahnya.


" Ayah... ayo kita ke pantai, aku ingin bermain pasir di sana." Ucap Nervan.


" Baiklah ayo sayang." Sahut Sakti.


" Mau kemana Sak?" Tanya Neha.


" Mau ke pantai, Nervan ingin bermain pasir di sana." Jelas Sakti.


"Baiklah hati hati, dan ingat jangan jauh jauh." Pesan Neha.


" Iya." Sahut Sakti.


Sakti menggandeng tangan Nervan menuju pantai yang tak jauh dari rumah mereka. Sesampainya mereka di sana, Nervan segera bermain pasir dan air.


" Van, Ayah ke tepi ya panas." Ucap Sakti.


" Iya Ayah." Sahut Nervan.


" Jangan jauh jauh mainnya, di sini saja." Ujar Sakti.


" Baik Yah." Sahut Nervan.


Sakti berjalan ke tepi, Ia duduk di bawah pohon pines yang rindang. Sakti mengedarkan pandangannya, Ia menangkap sosok wanita yang menurutnya sangat familiar di matanya. Ia terus menatap ketiga orang yang sedang bermain main air tak jauh dari tempatnya. Ia terus menatap sampai...


" Auh.... Kenapa kepalaku sakit sekali?" Gumam Sakti memijat pelipisnya. Sedangkan di sana...


" Ayo Pa tangkap Mama, ayo cepetan kejar Mama Pa..." Teriak Aroon.


Shiv terus mengejar Alfi yang sedang berlari tiba tiba...


Hap....


Brugh...


Mereka berdua terguling di pasir dengan posisi Alfi menindih Shiv. Mata mereka saling menatap untuk beberapa saat.

__ADS_1


Deg... Deg... Deg....


Detak jantung keduanya berdetak seperti genderang mau perang.


" Ya Tuhan jantungku...." Gumam Alfi dalam hati.


" Alfi kenapa kamu cantik sekali? Aku semakin jatuh hati padamu, Ah jantungku terasa mau lompat." Batin Shiv.


" Mama..." Ucap Aroon mendekati keduanya.


Keduanya menoleh ke arah Aroon.


" Eh.. Maaf maaf.." Ucap Alfi salah tingkah, Ia segera bangun.


" Its OK tidak masalah." Sahut Shiv bangun membersihkan punggungnya dari pasir.


" Papa tidak pa pa?" Tanya Aroon.


" Tidak apa sayang, ayo lanjut main lagi." Ujar Shiv.


Mereka bertiga kembali bermain dengan gembira, hari semakin panas, Shiv dan Alfi memilih menepi untuk duduk di bawah pohon rindang tak jauh dari tempat Sakti berteduh.


Sakti terus menatap Alfi, tiba tiba bayangan seorang wanita dan anak laki laki kembali menghantuinya sampai....


" Papa........" Teriak Aroon.


Deg.....


Di sisi lain...


" Papa ayo kita main lagi." Ucap Aroon menarik lengan Shiv.


" Panas sayang, kita kembali ke hotel aja ya." Ucap Alfi.


" Tapi Ma Aroon masih mau main lagi." Ujar Aroon.


" Sayang sekarang hari mulai panas, kita kembali ke hotel ya, nanti sore kita ke sini lagi, kita bisa main sepuasnya." Bujuk Shiv.


" Baiklah Pa...ayo Ma.. Pa kita kembali ke hotel, tapi nanti sore kita main lagi ya." Ujar Aroon menggandeng tangan Alfi dan Shiv pergi meninggalkan pantai.


" Tentu sayang." Sahut Shiv


Sedangkan Sakti, Ia merasa mulai mengingat siapa sosok yang selalu hadir dalam benaknya selama ini, Ia menatap kepergian Alfi dan Aroon sambil memegangi kepalanya.


" Ayah.... Ayah kenapa? Apa kepala ayah sakit lagi?" Tanya Nervan mendekati Sakti.


" Iya sayang, tiba tiba kepala Ayah sakit, kita pulang saja ya." Ujar Sakti.


" Iya Yah, ayo." Sahut Nervan.


Sakti dan Nervan berjalan menuju rumahnya kembali.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Sakti segera menuju kamarnya. Ia mengunci rapat kamar itu.


Selama ini Sakti selalu bercerita pada Neha tentang bayangan sosok wanita dan seorang anak laki laki yang selalu menghantuinya.Tapi Neha selalu berdalih bahwa itu adalah dirinya dan putranya. Sakti tidak percaya sepenuhnya karena hatinya merasa jika mereka tidak ada ikatan apapun.


Dalam hatinya masih ada yang mengganjal, seperti ada sesuatu yang Ia lewatkan. Ia tidak yakin jika Neha adalah istrinya itulah sebabnya selama ini Sakti tidak pernah menyentuh Neha sama sekali. Bahkan Ia tidur di kamar terpisah.


" Aku harus mencari petunjuk... harus, aku yakin jika Neha membohongiku, entah mengapa aku merasa mengenal wanita dan anak laki laki tadi, aku merasa begitu dekat dengan mereka berdua." Gumam Sakti. Ia mencoba mencari sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk untuknya.


Sakti membongkar semua lemari di kamarnya, Ia mengangkat barang satu persatu, setelah lelah Ia pun menyerah karna Ia tidak menemukan petunjuk satupun.


Sampai pada dompet usang yang tergeletak di pojokan almari bagian dalam terlihat oelh netra Sakti, Ia segera mengambilnya. Perlahan Ia buka namun tidak ada apa apa di sana kosong.


" Argh sial." Sakti melempar dompet tersebut ke lantai tiba tiba.....


Kertas kecil seperti foto keluar dari dalam dompet itu. Sakti segera mengambilnya, Ia tatap foto itu yang tak lain adalah foto dirinya bersama seorang wanita, tapi bukan Neha istrinya. Ia mencoba membalikkan kertas Itu, di belakang foto tertulis



Sakti 💖Alfi Forever...


Deg....


Jantung Sakti berdegup kencang saat menyebut nama Alfi.


" Alfi... Alfi..." Gumam Sakti mencoba mengingatnya, Sampai...


" Alfia Madan.." Gumam Sakti mengingat namanya.


" Istriku... Alfia Madan, ya... Alfia Madan adalah istriku, dan anak kecil itu..." Ujar Sakti berpikir lagi mencoba mengingat sosok anak kecil yang berlari di atas pasir putih itu.


" Ar.... Ar...Ar siapa ya?" Gumam Sakti mencoba terus mengingatnya.


" Aroon Arviano Madan... Ya aku ingat semuanya... Aroon putraku." Ujar Sakti memeluk foto yang berukuran kecil itu


" Aku harus menemuinya... Alfi aku akan kembali, kita akan hidup bahagia seperti dulu lagi." Ujar Sakti bahagia.


" Tapi tunggu.... Kenapa aku hanya mengingat Alfi dan Aroon saja? Lalu siapa sebenarnya Neha dan Nervan? Kenapa aku tidak mengingat jika aku pernah berhubungan dengan mereka sebelumnya? Mereka nampak asing bagiku? Sebenarnya ada apa ini? Benarkah mereka keluargaku? Benarkah aku sudah menikahi Neha? Dan benarkah jika Nervan putraku? Jika benar mereka anak dan istriku, apakah Alfi dan Aroon mau menerima mereka?" Sakti mencoba mengingat ingatnya, tapi kenapa Ia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Ah rasanya kepalanya sakit sekali.


" Akan aku coba mengingatnya pelan pelan, yang jelas aku harus menemui Alfi sesegera mungkin, Aroon Papa akan datang, semoga kamu masih di rumah kita yang dulu sayang, Papa merindukanmu...." Gumam Sakti menitikkan air mata.


TBC.....


Udah ketebak kan Sakti kenapa?


Kira kira Alfi mau nggak nih menerima Sakti dan istri barunya?


Tunggu jawabannya di bab bab berikutnya ya..


Jangan lupa untuk like koment vote dan kasih author mawar yang banyak ya biar semangat...


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2