CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Positif


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Sakti segera menggendong Alfi masuk ke ruang UGD.


" Dok tolong istri saya, dia tiba tiba pingsan." Ucap Sakti.


" Baik Pak saya akan periksa dulu." Sahut Dokter.


Dokter segera memeriksa Alfi dengan teliti. Sakti begitu cemas, Ia memaksa ikut ke dalam mendampingi Istrinya. Sakti terus menggenggam tangan Alfi seolah sedang menyalurkan kekuatan untuk istrinya.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Sakti.


" Istri anda baik baik saja pak, istri anda hanya kelelahan dan sedikit stres, itu biasa terjadi pada ibu yang sedang hamil muda." Terang Dokter.


" Apa? Ha.. hamil Dok? Istri saya hamil." Pekik Sakti tidak percaya.


"Menurut pemeriksaan saya seperti itu, untuk lebih jelasnya silahkan periksa ke bagian Obgyn Pak." Saran Dokter.


" Baiklah Dok saya akan buat janji dengan Dokter Obgyn." Ujar Sakti.


" Kalau begitu saya permisi." Ucap Dokter.


" Silahkan Dok terima kasih." Ucap Sakti.


" Sama sama Pak, saya permisi." Pamit Dokter dan segera keluar dari ruangan.


" Bagaimana respon Alfi jika dia mengetahui kalau perbuatanku waktu itu membuatnya hamil? Apa dia mau menerimanya atau malah Alfi akan menolaknya? Tapi bukankah dia mencintaiku juga, aku berharap Alfi mau menerima calon anak kami, Ya Tuhan semoga Alfi tidak marah akan hal ini, hah.... pantas saja akhir akhir ini dia sering marah marah gak jelas, ternyata anaku sedang balas dendam padaku." Ujar Sakti dalam hati.


" Mas aku dimana?" Tanya Alfi mengerjapkan matanya.


" Kamu sudah sadar? Sekarang kamu berada di rumah sakit sayang, Mas cemas banget tadi kamu pingsan." Jawab Sakti.


" Owh... Tapi aku baik baik saja kan Mas?" Tanya Alfi.


" Iya sayang." Sahut Sakti.


" Yank ada yang mau aku tanyakan sama kamu." Sambung Sakti. Alfi menatap curiga pada Sakti.


" Tanya apa Mas? Kenapa kamu bertanya dulu? Kamu kam bisa tinggal tanyakan saja." Ujar Alfi.


" Gimana perasaanmu kalau seandainya saat ini kamu sedang mengandung anaku?" Tanya Sakti hati hati membuat Alfi mengerutkan keningnya.


" Apakah aku hamil? Apa perbuatanmu waktu itu membuahkan hasil Mas?" Selidik Alfi.


" Hanya seandainya sayang." Dalih Sakti.


" Aku......" Alfi menjeda ucapannya. Ia sedang memikirkan kira kira bagaimana perasaannya jika Ia memang hamil.


" Aku mau tau dulu perasaanmu, kalau aku hamil apakah kamu bahagia?" Tanya Alfi.

__ADS_1


" Ya bahagia banget lah Yank, kenapa kamu menanyakan hal itu padaku? Justru itu yang aku harapakan selama ini, keluarga kita akan lengkap, aku selalu menanti saat itu tiba." Jawab Sakti dengan mata berbinar.


" Itu juga yang aku rasakan Mas." Ucap Alfi. Sakti menatap Alfi dengan penuh kehangatan.


" Benarkah itu sayang?" Tanya Sakti. Alfi menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih sayang, aku akan selalu berdoa semoga dia akan cepat hadir di dalam sini." Ucap Sakti mengelus perut Alfi.


" Aku juga menanti akan hal itu Mas, mari kita buka lembaran baru dengan penuh kebahagiaan dengan rasa saling percaya." Ujar Alfi.


" Iya sayang, aku mencintaimu." Ucap Sakti menatap Alfi.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Alfi.


Sakti segera mendekatkan wajahnya ke wajah Alfi. Ia mencium bibir Alfi dengan lembut, Alfi memejamkan mata, menikmati ciuman manis dari suaminya, Sakti mencecap bibir mungil Alfi. Ia menahan tengkuk Alfi membuat Alfi mengalungkan tangannya ke leher Sakti. Sakti terus ******* memperdalam ciumannya. Keduanya saling menikmati ciuman yang memabukkan. Sampai...


" Maaf maaf saya tidak melihat." Ucap perawat yang menyelonong masuk, Ia segera keluar kembali dan menutup pintunya.


"Pantas saja aku ketuk ketuk gak ada sahutan, ternyata... a... ternodalah mata suciku." Gumam perawat muda itu dalam hati.


Sakti melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Alfi dengan jempolnya. Alfi begitu malu sekali kepergok oleh suster. Pipinya memerah semerah tomat matang.


" Mas... malu ih." Gerutu Alfi.


" Kenapa mesti malu? Kita suami istri kok, lagian susternya aja yang gak sopan, main nyelonong masuk ganggu orang saja." Cebik Sakti.


" Karna apa hmm?" Tanya Sakti menatap lembut netra Alfi membuat Alfi menjadi gugup.


" Karna....


" Karna kamu begitu menikmati ciumanku kan." Ujar Sakti.


" Masss..." Alfi menyembunyikan wajahnya pada perut Sakti, karna posisi Sakti yang sedang berdiri.


" Bibirmu candu untukku Yank, manis sekali." Ujar Sakti.


" Hmm." Gumam Alfi.


" Ya udah Mas suruh suster itu masuk dulu." Ucap Suster melepas pelukannya.


" Iya Mas." Sahut Alfi.


Sakti berjalan ke arah pintu lalu membukanya, Ia mempersilahkan suster untuk masuk kedalam.


" Maaf pak mengganggu waktu anda." Ucap suster yang bernama Maria.


" Tidaak masalah Sus." Sahut Sakti.

__ADS_1


" Sore bu, maaf berdasarkan permintaan Dokter umum sekarang kita pindah periksa ke bagian Obgyn ya, Pak Sakti sudah membuat janji dengan Dokter Shinta." Jelas suster Maria.


" Dokter Obgyn? Untuk apa?" Tanya Alfi mengerutkan keningnya.


" Untuk memastikan saja Yank, ikutlah dengan suster nanti kamu akan tahu." Ujar Sakti memindahkan Alfi ke kursi roda yang sudah disiapkan suster.


Sakti mendorong Alfi sampai pada ruangan bertuliskan Dr. kandungan dan Obgyn. Sesampainya di ruangan Mereka sudah di tunggu oleh Dokter Shinta.


" Silahkan Nona langsung berbaring di atas ranjang saja." Perintah Dokter Shinta.


" Iya Dok." Sahut Sakti.


Sakti membopong Alfi dan membaringkannya di ranjang pasien. Alfi begitu malu dengan Dokter Shinta dan Suster Maria karena perlakuan Sakti. Sedangkan Dokter Shinta hanya tersenyum saja melihatnya.


Dokter Shinta mulai menyibak baju Alfi, Ia mengoleskan gel pada perut Alfi dan menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri untuk memastikan sesuatu.


"Silahkan lihat ke monitor Tuan dan Nyonya, Selamat anda akan menjadi orang tua." Ucap Dokter Shinta.


" A... Apa Dok? Jadi saya hamil?" Tanya Alfi tidak percaya.


" Iya Nyonya umurnya sekitar delapan minggu, jadi masih sebesar kacang hijau, titik hitam ini janinnya, perkembangannya sangat baik dan janinnya juga sehat ya Pak." Terang Dokter Shinta.


Alfi dan Sakti terus menatap pada layar monitor, mereka begitu bahagia melihat janin yang ada di sana. Walau sebenarnya tidak begitu paham, tapi mereka tetap mendengarkan penjelasan Dokter.


" Apa ada keluhan Nyonya Sakti?" Tanya Dokter setelah selesai memeriksa Alfi.


" Kalau pagi saya sering mual Dok." Ucap Alfi.


" Ya.. itu yang di namakan dengan morning sicknes, gejala ini umum terjadi pada awal kehamilan dan biasanya sampai trisemester pertama." Ujar Dokter.


" Tadi dia mengerang kesakitan pada perutnya sebelum pingsan tadi Dok, apa itu berbahaya bagi ibu dan janinnya?" Tanya Sakti.


" Pertanyaan yang bagus Pak karena hal ini tidak bisa di sepelekan, jika sering terjadi itu berbahaya pak, jangan biarkan istri anda stres ataupun kelelahan, karna itu akan membahayakan janinnya yang berpotensi menyebabkan keguguran." Jelas Dokter Shinta.


"Ini resep yang harus di tebus, saya memberi vitamin dan obat pereda mual, jaga selalu kandungannya karna di usia ini janin masih lemah, makan makanan bergizi, minum susu dan banyak makan buah, jangan lupa perbanyak minum air putih." Jelas dokter.


" Terima kasih dok, kami permisi." Pamit mereka segera undur diri.


TBC....


*Terima kasih untuk Readers yang udah dukung karya ini, Semoga sehat selalu dan di limpahkan keberkahan.


Amin...


Tetap di tunggu Like dan Komennya ya.... Jika berkenan berikan Vote juga...


Makasih.... Miss U All*

__ADS_1


__ADS_2