
Pagi ini Sakti bangun dengan lesu, semalam Ia tidur sendiri karna Alfi tidur di kamar tamu. Sakti segera mandi selesai mandi Sakti segera ke bawah. Ia berjalan menuju kamar tamu untuk melihat Alfi.
" Ngapain kamu mau ke kamar tamu Boy? Apa ada tamu yang menginap di sini?" Tanya Mama Cinria saat Sakti mau membuka pintunya.
" Eh.. Enggak Ma, tadi aku bangun Al udah nggak ada, aku kira Al ngumpet di sini karena aku cari kemana mana nggak ada, makanya aku cari ke sini... he he. Siapa tahu Al ada di dalam kan." Kilah Sakti. Ia harus menjaga perasaan Mamanya agar tidak drop lagi.
" Alfi ada di taman, dia sudah bangun sejak pagi tadi, dia bahkan sudah menyajikan sarapanmu di meja makan." Ujar Mama.
" Benarkah Ma? Aku akan menyusul Al ke sana, oh ya Ma apa Al sudah sarapan?" Tanya Sakti.
" Belum sayang, ajak dia makan sekalian." Ucap Mama menggeleng dan melanjutkan langkahnya ke kamarnya.
" Iya Ma." Sahut Sakti menatap kepergian Mamanya.
Sakti menghela nafasnya, Ia segera menyusul istrinya ke taman. Sampai di sana Alfi sedang duduk menghadap ke kolam, hingga Ia tidak menyadari kedatangan Sakti. Sakti segera menghampirinya dan memeluk leher Alfi dari belakang.
" Yank maafkan aku." Sesal Sakti.
"Tidak perlu di bahas, ada Mama di rumah." Ketus Alfi.
" Tapi kamu mau memaafkan aku kan?" Tanya Sakti.
" Lakukan apa yang kamu mau Mas, aku tidak peduli lagi akan hal itu." Sahut Alfi melepas tangan Sakti yang mengalung di lehernya. Ia berjalan meninggalkan Sakti masuk ke dalam rumah.
Hari ini Sakti berangkat bekerja dengan lesu tanpa semangat sedikit pun. Alfi masih mengabaikannya, ternyata kalau Alfi marah tidak mudah di rayu agar cepat luluh. Bahkan Sakti harus melakukan berbagai cara agar Alfi memaafkannya dan bergantung lagi padanya namun hasilnya tetap nihil.
Di kantor Sakti tidak bisa konsen bekerja. Ia mencoba menelepon Alfi namun Alfi tidak mau mengangkatnya. Bahkan dalam panggilan terakhir, Alfi malah mematikan ponselnya membuat Sakti semakin uring uringan.
Malam ini Sakti pulang kerja dengan kondisi yang berantakan. Ia memasuki kamarnya dengan langkah gontai, sampai di kamar Ia terkejut karena Alfi sudah kembali ke kamarnya, bahkan Ia menyiapkan baju ganti untuk Alfi. Berarti Alfi sudah tidak marah lagi.
Sakti tersenyum bahagia, Ia merasa sangat senang dengan semua ini. Ia nampak lebih bersemangat lagi. Sakti menghampiri Alfi yang sedang berdiri di balkon.
" Sayang... Maaf maafkan aku yang telah menyakitimu, maafkan aku karena telah membuatmu marah." Ucap Sakti memeluk Alfi dari belakang.
" Kamu mau kan memaafkanku?" Tanya Sakti.
" Hm.. aku memaafkanmu Mas." Gumam Alfi.
" Beneran? Kamu udah maafin aku?" Tanya Sakti memastikan.
" Iya." Sahut Alfi.
" Hadap sini donk kalau bener udah maafin aku." Ujar Sakti memutar badan Alfi agar menghadap ke arahnya.
__ADS_1
Sakti berjongkok di depan Alfi, Ia menempelkan telinganya pada perut Alfi.
" Sayang... Maafkan Papa yang membuatmu dan membuat Mama kecewa ya, Pap tidak bermaksud menyakiti hati kalian berdua, Papa sayang kalian, Papa sangat menyyayangi kalian, maafkan Papa jika kamu juga ikut terluka sayang." Ucap Sakti menciumi perut Alfi.
" Hari ini anak Papa pengin makan apa? Papa akan membelikannya untukmu." Ujar Sakti mendongak menatap wajah Alfi. Alfi diam tidak bergeming membuat Sakti menghela nafasnya panjang.
" Sayang kamu pengin makan apa?" Tanya Sakti menatap Alfi.
" Aku nggak pengin apa apa Mass, aku mau tidur saja, udah malam juga aku udah ngantuk" Ujar Alfi.
" Baiklah ayo kita tidur." Sahuf Sakti menuntun Alfi sampai ke ranjang, Ia membantu Alfi berbaring lalu menyelimuti tubuh Alfi dengan selimut.
Setelah menyelimuti Alfi, Sakti mencium kening Alfi sebelum Ia pergi ke kamar mandi.
" Mas mandi dulu ya, semoga mimpi indah." Ucap Sakti.
Lima belas menit kemudian Sakti selesai mandi, Ia segera mendekati Alfi dan berbaring di sebelah Alfi. Ia menatap wajah Alfi dengan penuh cinta.
Sakti mengelus pipi Alfi dengan lembut, entah mengapa tiba tiba ada yang tegak di bawah sana, rasanya semakin sesak, minta segera di keluarkan. Sakti mencoba mengguncang Alfi, embuat Alfi yang memang belum tidur menatap kearahnya.
" Ada apa mas?" Tanya Alfi yang melihat mata suaminya merah karna menahan gairah.
" Al... aku menginginkanmu saat ini, maukah kau menerimaku?" Tanya Sakti membuat Alfi mengerutkan keningnya.
" Aku menginginkamu malam ini sayang, mau ya." Ujar Sakti memelas.
" Lakukanlah Mas." Ucap Alfi.
" Beneran?" Tanya Sakti.
" Iya Mas lakukanlah, ini sudah menjadi tugasku kan, tapi pelan pelan aja ya aku takut mengganggu babymu." Ujar Alfi.
" Aku akan melakukannya dengan pelan sayang." Sahut Sakti.
Sakti mulai mencium mata, pipi lalu bibir Alfi. Ia mencium leher Alfi dan meninggalkan beberapa stempel kepemilikan di sana. Alfi hanya memejamkan mata saja sambil menikmati sensasi luar biasa yang di berikan oleh suaminya.
Dan akhirnya terjadilah sesuatu yang memang harus terjadi antara kedua pasangan suami istri.
Skip aja ya... takut gak lolos review...
Pagi harinya Alfi bangun lebih dulu, Ia menoleh ke arah suaminya yang masih terlelap. Pipinya memerah mengingat apa yang mereka lakukan tadi malam. Sakti benar benar memperlakukannya dengan lembut. Entah mengapa pagi ini Ia tidak merasakan mual seperti biasanya.
Alfi segera turun daei ranjang lalu mandi, setelah mandi Ia menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya.
__ADS_1
" Mas... bangun." Ucap Alfi mengguncang pelan bahu Sakti
" Hmmm." Gumam sakti menggeliat, Ia mengerjapkan mata dan langsung menatap Alfi. Ia menarik Alfi hingga terjatuh ke dalam pelukannya.
" Ah." Pekik Alfi kaget.
" Diapain sih Yank pakai menjerit segala." Ujar Sakti.
" Mas bangun udah pagi, aku mau ke bawah." Ucap Alfi.
" Sini aja dulu, kita ulangi yang semalam ya, aku ketagihan Yank." Ucap Sakti.
" Apa sih Mas." Ujar Alfi.
" Kita ulangi yang semalam, aku akan memperlakukanmu lebih lembut deh, oh ya itunya sakit nggak Yank." Tanya Sakti vulgar.
" Aku udah mandi mas, minggir jangan mesum deh." Ujar Alfi.
" Mesum sama istri sendiri boleh donk." Sahut Sakti menciumi pipi Alfi.
" Mas.. kamu belum mandi, minggir ah bau." Canda Alfi.
" Hmm.. mandi bareng yuk Yank." Tawar Sakti.
" Gak mau, aku udah mandi kok." Ujar Alfi melepas pelukan Sakti, Ia duduk diranjang begitupun dengan Sakti.
" Ternyata kamu mau ngerjain aku ya, Yank aku pengin." Rengek Sakti.
" Semalem udah Mas, ayo buruan mandi entar telat lho." Dalih Alfi.
" Yank... ayo.." Rengek Sakti.
" Nanti malam aja ya, sekarang mandi dulu." Ujar Alfi.
" Bener ya nanti malem, awas aja kalau kamu bohong aku akan memaksamu dan membuatmu tidak bisa berjalan." Ancam Sakti membuat Alfi bergidik ngeri.
" Jangan lupa pakai lingerie yang seksi ya Yank... Mmuaahhh." Ujar Sakti mencium Pipi Alfi, lalu beranjak menuju kamar mandi. Sedang Alfi merutuki ucapannya. Nanti malam pasti Sakti akan menagihnya.
TBC.....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...
Miss U All...
__ADS_1