CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, hari ini tiba hari pernikahan Sakti Dan Alfia. Acara prosesi ijab qobul dan resepsi dilaksanakan pada hari yang sama. Dengan dekorasi panggung pengantin atau yang sering disebut pelaminan yang super mewah dan MUA yang profesional membuat momen bahagia ini menjadi sangat istimewa.



Mama Elin dan Mama Cintia benar benar menguras tabungannya hanya untuk acara pernikahan putra dan putrinya. Setelah semua tamu undangan datang, pak penghulu segera memulai acaranya. Dengan serangkaian doa doa yang Ia panjatkan, sampailah pada acara inti yaitu ijab qobul yang mana kewalian dari Alfia di wakilkan kepada wali hakim.


" Saudara Sakti Arviano." Ucap pak penghulu sambil menjabat tangan Sakti.


" Saya." Jawab Sakti.


" Saya nikahkan dan kawinkan Engkau, dengan ananda Alfia Madan binti Bachtiar Madan, dengan mas kawin seperangkat alat shalat serta kalung berlian seberat 20 gram di bayar tunai." Ucap Pak Penghulu.


" Saya terima nikah dan kawinnya Alfia Madan binti Bachtiar Madan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Sahut Sakti lantang.


" Bagaimana Saksi?" Tanya pak penghulu menatap kedua saksi dari kedua belah pihak.


" Saaahhhh." Seru para Saksi dan para tamu undangan secara bersamaan.


" Alhamdulillahirobbil'alamin." Ucap semua orang.


Setelah itu acara dilanjut doa doa setelah ijab qobul.


Kini saatnya Alfi turun menuju ke mimbar akad. Dengan diapit kedua Mamanya Ia berjalan mendekati Sakti. Sakti menatap Alfi dengan perasaan yang bahagia. Ia terpukau dengan kecantikan sang Istri yang terlihat seperti bidadari yang baru turun dari khayangan.


" Sekarang pasangkan cincinnya, setelah itu mempelai wanita mencium tangan suami dan untuk mempelai pria mencium kening sang Istri ya." Ujar pak penghulu.


Mama Cintia menyodorkan sekotak cincin kepada Sakti, dengan segera Sakti sematkan cincin itu ke jari Alfi, begitupun sebaliknya.


Setelah itu Alfi mencium tangan Sakti dengan takzim, Ia sebul ubun ubun istrinya dan Ia bacakan doa untuk kebaikan mereka. Suara tepuk tangan terdengar riuh saat Sakti mencium kening Alfi dengan penuh kasih sayang. Ada rasa yang membuncah di hati Sakti, tetapi entah apa yang dirasakan oleh Alfi saat ini.


" Terima kasih sayang kamu mau menerimaku menjadi suamimu." Ucap Sakti.


" Hm." Gumam Alfi.

__ADS_1


Acara dilanjutkan dengan mendengarkan khutbah nikah dan penandatanganan akta nikah. Mereka semua terlihat sangat bahagia kecuali Alfi. Sebisa mungkin Alfi mengendalikan dirinya dan selalu berusaha untuk terlihat bahagia di depan para tamu dan kedua Mamanya. Ia tidak mau membuat kedua wanita yang Ia anggap sebagai Mamanya kecewa kepadanya.


Sebenarnya disini Alfi lah yang merasa di kecewakan, Ia sudah bilang tidak mau acara mewah, cukup acara sederhana saja, tetapi kenyataannya pernikahnanya kali ini lebih mewah dari pernikahan sebelumnya. Semua pendapatnya benar benar tidak di hiraukan oleh kedua Mamanya.


Setelah berganti pakaian dengan mengenakan gaun pernikahan, kedua mempelai duduk bersanding di depan pelaminan. Banyak tamu undangan yang mengucapkan selamat dan mendoakan untuk kebahagiaan mereka. Ada juga yang mendoakan agar kedua mempelai segera di beri momongan. Tak terkecuali kedua Mama mereka yang saat ini sedang mengucapkan selamat kepada keduanya.


" Selamat sayang semoga kau selalu bahagia berada di dalam keluarga kami, segera hadirkan cucu yang lucu lucu untuk Mama ya, mumpung Mama masih sehat dan bisa menggendongnya." Ujar Mama Cintia memeluk Sakti.


" Terimakasih Ma atas apa yang Mama berikan kepada Sakti selama ini, doakan saja Ma agar semua keinginan Mama terwujud, semoga Alfi segera memberikan cucu untuk Mama." Ucap Sakti melirik Alfi sambil tersenyum. Alfi yang melihatnya hanya acuh saja.


Mama Cintia berganti memeluk menantunya.


" Selamat sayang, selamat datang di keluarga kami, semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Dan Warohmah." Ucap Mama Cintia.


" Amin makasih Ma." Sahut Alfi.


" Berbahagialah selamanya sayang, Mama titip Sakti kepadamu ya, buatlah dia selalu bahagia dan selalu tersenyum saat berada di dekatmu." Ucap Mama Cintia.


" Terima kasih Ma mau menjadikanku sebagai menantu Mama, aku pasti akan selalu bahagia bersama kalian karena aku yakin Mas Sakti pasti akan selalu membuatku bahagia Ma, Mas Sakti tidak akan membiarkanmu bersedih apalagi menangis." Ucap Alfi sambil menitikkan air mata.


" Sama Mama nggak makasih nih." Ucap Mama Elin.


Alfi melepas pelukan Mama Cintia dan langsung menghambur kepelukan Mama Elin.


" Mama... Terima kasih untuk kebahagiaan yang selalu Mama berikan padaku, aku sangat beruntung memiliki dirimu Ma, terima kasih untuk semuanya." Ujar Alfi.


Airmata Alfi terus meleleh mengingat semua kebaikan yang Mama Elin berikan kepadanya.


" Jangan menangis sayang!..." Mama Elin menangkup wajah Alfi dengan kedua tangannya. Ia hapus air mata di pipi Alfi.


"Hari ini hari bahagiamu, tunjukkan senyuman indahmu pada semua orang biar mereka tahu kalau kamu sangat bahagia dengan pernikahan ini, jadilah Istri solehah untuk suamimu dan ingat pesan Mama ya." Sambung Mama Elin yang di jawab anggukan kepala oleh Alfi.


Setelah itu mereka duduk kembali. Sakti terus menatap wajah cantik istrinya ini.

__ADS_1


" Sakti... Mama mohon jagalah Alfi untuk Mama, jangan pernah sakiti hatinya, dia hanya memilikimu sekarang, Mama mohon bahagiakanlah dirinya." Ujar Mama Elin sambil menitikkan air mata.


" Tentu Ma, aku akan membuatnya bahagia dan beruntung karen telah menjadi istriku, Mama jangan khawatirkan akan hal itu." Jawab Sakti.


" Baiklah sayang Mama percaya padamu." Ucap Mama Elin.


Mama Elin dan Mama Cintia turun dari pelaminan, keduanya kembali berbaur dengan para tamu. Sesekali Mama Cintia memperkenalkan besannya dengan teman temannya.


" Sayang apa kamu bahagia?" Tanya Sakti setelah mereka kembali duduk berdua.


" Apa ada alasan yang membuatku bahagia?" Alfi balik bertanya kepada Sakti membuat Sakti tersenyum getir mendengar jawaban Alfi yang tidak sesuai harapannya.


" Maafkan aku jika semua ini hanya membuatmu menderita, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini." Ucap Sakti tulus.


" Sudah terlambat! Lagian hubungan ini nggak akan bisa diubah lagi." Ketus Alfi.


" Iya kau benar, kamu sekarang sudah menjadi istriku dan selamanya kamu akan menjadi istriku." Tegas Sakti. Alfi memutar bola matanya malas.


Setelah acara acara inti selesai, skarang tibalah acara sesi foto wedding berdua. Sang cameraman mengarahkan beberapa gaya yang harus diikuti oleh keduanya.


Di tengah tengah kegiatannya tiba tiba Alfi merasa pusing, semua bagai dejavu baginya. Rentetan kegiatan foto foto sampai acara selesai dan sampai pada kejadian yang menyesakkan itu kembali berputar pada otaknya. Keringat dingin mengucur dari dahinya. Apa Alfi mengalami trauma? Sakti yang menyadari Alfi tidak baik baik saja, segera mendekatkan tubuhnya.


" Sayang kau tidak papa? Apa kau baik baik saja?" Tanya Sakti menempelkan tangannya pada dahi Alfi. Alfi tidak bergeming Ia seperti ada pada dunianya sendiri.


" Sayang..." Sakti mengelus pipi Alfi, mencoba menyadarkannya tapi tiba tiba....


Brugh...



**TBC......


Hai readers, maaf jika banyak kekurangan dalam menjabarkan acara pernikahannya ya**..

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak like nya


__ADS_2