
Pagi ini seperti biasa Aroon pergi sekolah dengan di antar Shiv. Saat ini Aroon, Alfi dan Shiv sedang sarapan di meja makan.
" Makan yang banyak sayang, biar cepat besar." Ujar Alfi.
" Iya Mam." Sahut Aroon.
Setelah selesai sarapan Aroon segera ke kamarnya untuk mengambil tasnya. Tinggal Alfi dan Shiv yang masih duduk di kursi.
" Al, kapan rencana pengajuan gugatan ceraimu kepada Sakti?" Tanya Shiv menatap Alfi.
" Sebentar lagi Mas, aku masih menunggu waktu yang tepat, entah mengapa rasanya begitu berat bagiku." Lirih Alfi menundukkan kepalanya.
" Kalau kamu merasa berat maka pikirkan dulu matang matang, jangan sampai kamu menyesali semuanya nanti." Ujar Shiv bijak.
" Iya Mas, terima kasih." Sahut Alfi.
" Pa, ayo berangkat." Ajak Aroon yang sudah siap dengan tas di punggungnya.
" Ayo." Shiv bangkit dari duduknya.
" Ma Aroon pergi dulu, Assalamu'alaikum." Ucap Aroon menyalami Alfi dengan takzim.
" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Alfi.
Alfi mengantar mereka sampai ke teras rumah, setelah mobil Shiv tidak terlihat lagi, Alfi kembali masuk ke dalam. Saat Ia berbalik, ttiba tiba ada mobil masuk ke pekarangan rumahnya. Alfi melihat seseorang yang turun dari sana.
" Mas Sakti." Gumam Alfi.
" Pagi Yank." Sapa Sakti membuat Alfi jengah.
" Pagi, mau apa kamu kemari lagi Mas?" Tanya Alfi.
" Aku memang mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya kepadamu." Sahut Sakti.
" Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kamu jelaskan Mas, semua sudah jelas bagiku." Ketus Alfi.
" Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku sayang, setelah kamu mendengarkan penjelasan aku terserah kamu bagaimana, yang jelas dengarkan dulu penjelasanku." Ujar Sakti menggenggam tangan Alfi.
__ADS_1
" Baiklah Mas, aku akan memberikanmu kesempatan, silahkan masuk." Ucap Alfi.
Mereka memasuki rumah menuju ruang tamu. Sakti duduk di sofa di hadapan Alfi.
" Mau minum apa Mas?" Tanya Alfi basa basi.
" Aku rindu kopi buatanmu." Ujar Sakti tersenyum.
" Baiklah tunggu sebentar." Sahut Alfi segera menuju dapur menyeduh kopi untuk suaminya, setelah selesai Ia segera menyajikannya di depan Sakti.
" Ini kopinya Mas." Ucap Alfi meletakkan secangkir kopi di depan meja Sakti.
" Makasih sayang." Sahut Sakti.
" Hmm." Gumam Alfi.
" Al sayang... Aku mau menjelaskan apa yang terjadi denganku, aku mohon bijaklah dalam menilai segala penjelasanku nanti." Ujar Sakti.
" Baiklah." Sahut Alfi.
" Al... Pagi itu aku berangkat ke kantor, aku bekerja dan sorenya aku pulang lebih awal karna aku sudah janji dengan Aroon bukan? Tapi setelah itu aku tidak mengingat apapun, sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan aku hilang ingatan." Jelas Sakti.
" Selama ini aku hidup dengan Neha di pulau B, dia bilang kalau aku.... Aku.." Sakti ragu untuk menceritakan hubungannya dengan Neha yang Ia sendiri tidak tahu kebenarannya.
" Lanjutkan saja! Aku ingin mengetahuinya." Titah Alfi.
" Neha bilang aku dan dia sudah berhubungan sejak aku masih bersamamu, hingga lahir Nervan sebagai putraku, lalu setelah kejadian kecelakaan itu aku bertemu dengannya dan menikahinya, selama ini kami memang hidup satu atap tapi percayalah hatiku hampa, aku tidak pernah merasakan getaran apapun selama aku bersamanya, sampai kami tinggal beda kamar, aku tidak pernah menyentuhnya Alfi." Terang Sakti.
" Bayangan seorang wanita dan anak laki laki selalu membayangiku, aku pernah menceritakan ini ke Neha, tapi dia bilang bayangan itu bayangannya dan Nervan, aku percaya padanya, sampai saat di pulau B aku melihat kalian di sana, bayang bayang itu semakin jelas dan aku mulai mengingat siapa bayang wanita dan anak laki laki itu, yaitu kamu dan Aroon." Jelas Sakti. Alfi menatap Sakti sambil menilai apakah yang Sakti katakan kebenaran atau hanya kebohongan semata.
" Tetapi aku belum mengingat kejadian apa yang menimpaku dan bagaimana aku bisa menikahi Neha sampai sekarang Yank, semuanya begitu membingungkan untukku Al, aku sempat meminta bukti pernikahan kami kepada Neha tetapi dia bilang semua bukti bukti ikut terbakar saat di rumah kami yang lama." Ujar Sakti menatap Alfi. Ia berharap Alfi memiliki insting yang sama dengannya.
" Lalu apa aku harus mempercayai semua ucapanmu Mas? Aku tidak tahu apakah semua ceritamu nyata atau hanya sandiwara saja untuk mendapatkan simpatiku, mungkin kamu mengucapkan semua ini agar aku memaafkanmu." Ujar Alfi membuat Sakti menghela nafasnya pelan.
" Apa kamu tahu saat malam itu kamu mengirimkan pesan padaku agar aku bahagia tanpamu, karna ada yang lebih membutuhkanmu dari pada aku, mungkin saja itu Neha." Ucap Alfi tersenyum kecut.
" Tidak tidak! Seingatku ponselku waktu itu hilang saat... saat dimana ya... Ah kenapa aku tidak bisa mengingatnya sih." Ujar Sakti memukul kepalanya.
__ADS_1
" Apapun yang terjadi kita sudah memiliki keluarga masing masing, aku akan segera menikah dengan Shiv, jadi lupakan semuanya seperti kamu melupakan kami selama ini, ini yang terbaik untuk kita semua." Ujar Alfi.
" Tidak Al jangan seperti itun, ku mohon percayalah padaku, jangan menikahi Shiv! Tunggu aku membuktikan semua kecurigaanku kepada Neha, aku yakin ada sesuatu di balik semua ini sayang." Ujar Sakti.
" Aku tidak tahu harus apa Mas, aku menikahi Shiv karena keinginan Aroon." Ujar Alfi.
" Kenapa begitu?" Tanya Sakti.
" Kamu sudah menanam kebencian pada diri Aroon sehingga dia tidak menginginkanmu lagi, dia bahagia hidup bersama Shiv, selama tiga tahun ini Shiv lah yang berperan sebagai Papanya, aku tidak mau kebahagiaan dalam dirinya hilang, aku hanya ingin mengabulkan permintaannya, gugatan ceraiku akan segera aku kirim ke pengadilan." Jelas Alfi.
" Al... lihatlah aku, aku hanya mencintaimu, bantu aku untuk mengingat semuanya, bantu aku dalam menghadapi kesulitan ini Al, aku mohon, jika aku di sini sebagai korban, ini tidak adil untukku Al, ku mohon perjelas semua ini dulu, jika aku memang mengkhianatimu, aku akan merelakanmu hidup bersama Shiv, ku mohon Hiks.." Ucap Sakti terisak berlutut di depan Alfi membuat Alfi trenyuh.
" Aku yakin ada yang tidak beres disini Al, pasti ada seseorang yang sengaja melakukan semua ini untuk memisahkan kita, percayalah Al." Ucap Sakti.
" Tapi siapa Mas?" Tanya Sakti membuat Alfi sedikit berpikir.
" Ah Diana... Ya hanya dia satu satunya orang yang menginginkan perpisahan kita, tapi dimana dia sekarang?" Tanya Sakti.
" Aku tidak tahu lah, kenapa kamu tanya sama aku." Jawab Alfi.
" Al... Berjanjilah padaku untuk tidak menceraikan aku sebelum aku membuktikan kalau aku tidak bersalah, beri aku kesempatan untuk mengembalikan kebahagiaan keluarga kita." Ucap Sakti menggenggam tangan Alfi.
" Baiklah Mas, aku akan memberikan kesempatan untukmu." Ucap Alfi Akgirnya.
Sakti segera memeluk Alfi. Ia meluapkan rasa rindunya kepada istri tercintanya. Alfi memejamkan matanya menetralkan degup jantung di hatinya.
Cup...
Sakti mencium kening Alfi.
" I Love U." Ungkap Sakti.
"Hmmm." Gumam Alfi.
" Maaf jika aku menyakitimu Mas Shiv, aku tidak bisa mengendalikan diriku karena aku masih mencintai Mas Sakti." Batin Alfi.
TBC*.....
__ADS_1
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya..
Miss U All.....