
" Apa yang terjadi setelah itu Mas?" Tanya Alfi menatap Sakti. Sakti tersenyum manis padanya.
" Sesuai yang Diana bilang, satu bulan kemudian ada seorang wanita bernama Neha datang mengaku sebagai Istriku dan kami hidup menjadi satu keluarga yang bahagia, tapi itu menurut pandangan orang lain karena nyatanya aku sama sekali tidak bahagia." Ujar Sakti. Alfi hanya manggut manggut saja.
" Maaf jika selama ini aku melupakanmu, tapi yakinlah di hatiku hanya ada dirimu." Ucap Sakti.
" Jadi Nervan anaknya Diana dan Reno, lalu sekarang kemana Diana Mas?" Tanya Alfi.
" Aku tidak tahu." Sahut Sakti.
" Apa kamu tahu Mas... Sarah pernah bertemu dengan Diana di negri Oppa, dan setelah Sarah selidiki ternyata Diana melakukan Operasi plastik pada wajahnya." Ucap Alfi.
" Oplas..." Tanya Sakti meyakinkan.
" Iya, entah mengapa fellingku mengatakan kalau Neha adalah Diana Mas, mereka satu orang yang sama." Jelas Alfi.
" Aku juga berpikir begitu, aku tidak menyangka jika selama ini ternyata Diana masih menyimpan dendam kepada kita, padahal kita tidak melakukan kesalahan apapun padanya." Ujar Sakti.
" Ya udah Mas jangan terlalu di pikirkan, Mas Sakti istirahat saja ya di sini, aku mau pulang menemui Aroon sebentar." Ucap Alfi.
" Aroon... Aku begitu merindukannya, aku ingin memeluk putraku saat ini." Lirih Sakti.
" Sabar ya Mas, kalau untuk saat ini Aroon masih belum mau bertemu denganmu." Ujar Alfi.
" Iya nggak pa pa sayang, aku memakluminya kok." Sahut Sakti.
" Aku pulang dulu Mas, nanti aku kesini lagi, jaga diri baik baik." Pamit Alfi.
" Sun dulu Yank." Sakti menunjuk pipinya dengan jari tangannya.
" Gak ah malu." Ucap Alfi.
" Malu sama siapa? Nggak ada siapa siapa di sini kok... Ayolah Yank." Sahut Sakti.
Alfi mendekati Sakti, Ia memajukan wajahnya ke wajah Sakti dan....
Cup...
Alfi mencium pipi Sakti.
" Makasih." Ujar Sakti dengan hati berbunga.
" Hmmm aku pulang dulu." Alfi segera berjalan keluar ruangan, Ia terus berjalan menuju mobilnya.
Saat sudah di dalam mobil, tiba tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Alfi segera mengangkatnya.
" Hallo... Ada apa Sar?" Tanya Alfi setelah mengangkat panggilannya.
" Gue udah kirim bukti Oplas Diana ke ponsel Lo, dan asal lo tahu... hasilnya sungguh mengejutkan." Ucap Sarah.
" OK terima kasih aku akan segera membukanya." Sahut Alfi menutup panggilan ponselnya. Ia membuka kiriman File dari Sarah...
Dan...
" Sudah ku duga, kau dan Diana ternyata orang yang sama, sepertinya kau sedang bermain main denganku, lihat akan aku tunjukkan siapa diriku yang sebenarnya." Seringai Alfi.
Alfi mendial nomor seseorang untuk meminta bantuannya. Setelah beberapa lama tersambung, akhirnya panggilan di angkat juga.
" Halo Fi.. Ada apa?" Tanya Aldo, teman sekolah Alfi yang sekarang menjadi seorang pengacara.
__ADS_1
" Hai... Do aku butuh bantuanmu, aku akan menjemputmu sekarang juga, bersiaplah." Titah Alfi.
" OK siap apa sih yang nggak buat seorang Alfi." Canda Aldo.
Setelah mematikan panggilannya, Alfi segera melajukan mobilnya ke kediaman Aldo. Mereka baru beberapa bulan bertemu kembali setelah sekian lama berpisah. Aldo sudah menjadi pengacara yang handal.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, Alfi sampai kediaman Aldo. Terlihat Aldo sudah berdiri di depan gerbang. Alfi menghentikan mobilnya.
" Ayo." Ucap Aldo setelah masuk ke mobil Alfi. Ia duduk di sebelah Alfi.
" Sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Aldo.
"Mau mengusir pelakor jahat yang tidak punya hati dan perasaan." Sahut Alfi.
" Siapa.." Aldo menatap ke arab Alfi.
" Diana... Gara gara dia Aroon kehilangan sosok Papanya, E dianya enak enakan hidup bahagia bersama suamiku dan anaknya." Kesal Alfi
" Lalu rencana apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Aldo.
" Mau menakut nakutinya supaya dia keluar sendiri dari rumahku." Ujar Alfi.
" OK OK." Jawab Aldo.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Sakti. Sesampainya di sana, Alfi segera keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah.
Tok tok tok
Ceklek....
" Non Alfi....Ya ampun Non Bibi kangen.." Pekik Bi Imah.
" Dimana Neha Bi?" Tanya Alfi melepas pelukannya.
" Ada di dalam Non, mari masuk." Ucap Bibi.
Alfi berjalan memasuki rumah di ikuti Aldo di belakangnya dan langsung mencari Neha.
" Neha...." Teriak Alfi.
Neha yang sedang menonton tv pun kaget ada yang memanggil namanya. Ia segera menghampiri Alfi.
" Ngapain kamu kesini?" Tanya Neha.
" Kenapa? Inikan rumah suamiku... dan rumahku juga tentunya." Sinis Alfi.
" Bukankah kalian sudah bercerai." Tanya Neha.
" Kau salah, aku tidak akan pernah menceraikan suamiku." Jawab Alfi mendekati Neha membuat Neha mundur.
" Kenapa tidak jadi cerai? Apa kamu mau di madu?" Tanya Neha membuat Alfi menatap tajam ke arah Neha dan membuat Neha ketakutan.
" Cih Di madu... Aku istri satu satunya Mas Sakti... Diana." Tekan Alfi.
Neha membulatkan matanya mendengar Alfi menyebutnya dengan nama Diana.
" Si... Siapa Diana?" Tanya Neha.
" Dirimu." Alfi menekan dada Neha.
__ADS_1
" Aku Neha bukan Diana." Ucap Neha.
" Ternyata bukan hanya wajahmu saja yang berubah tetapi namamu juga, kau pikir kau bisa membodohiku." Ujar Alfi dengan senyuman mengejek.
" Apa maksudmu." Selidik Neha.
" Pak pengacara... Tuan Aldo Prayogo seorang pengacara terhebat sepanjang tahun ini mampu memenangkan kasus sebesar apapun, apalagi hanya kasus recehan seperti ini, aku akan menuntutmu atas tuduhan membuat celaka suamiku hingga dia hilang ingatan, dan memanfaatkan keadaannya dengan membohongi suamiku bahwa kau adalah istrinya." Terang Alfi.
Neha membulatkan matanya, Ia sudah menutup rapat rapat selama bertahun tahun kenapa Alfi bisa mengetahuinya.
" Jangan menuduh tanpa bukti karna aku akan menuntutmu dengan pasal pencemaran nama baik." Dalih Neha.
" Heh.. Nama baik.." Ejek Alfi.
" Pak pengacara ini semua bukti bukti kejahatannya, dari dia menarik paksa suamiku lalu kecelakaan, di lanjut penculikan dan penipuan, Diana raharja mengubah wajah dan namanya menjadi Nyonya Neha Arviano... Aku bahkan tidak rela kau menyandang marga suamiku, benar benar *****..." Ujar Alfi mengerlingkan matanya.
" Baik saya aka segera mengirimnya ke pengadilan biar segera di proses." Ucap Aldo.
" Bukti apa yang kamu maksud, Aku tidak paham apa maksudmu?" Tanya Neha dengan ketakutan.
" Bukti rekaman medis Operasi plastikmu di negri Oppa yang di tangani oleh Dr. Sian di rumah sakit xx... Benar bukan? Dan aku akan menuntutmu dengan hukuman seumur hidup." Ucap Alfi.
" Tidak... tidak... jangan lakukan itu... Aku tidak mau di penjara.. Aku tidak mau." Teriak Neha dengan histeris sambil duduk dan menutup kedua telinganya. Alfi dan Aldo hanya saling pandang.
" Non sepertinya Non Neha pernah sakit jiwa, Dia bisa sehisteris ini." Ucap Bi Imah.
" Mungkin Bi." Sahut Alfi.
" Diana pertanggung jawabkan semua perbuatanmu, aku akan membawa kasus ini ke ranah hukum." Ujar Alfi.
" Tidak... aku tidak mau di penjara... aku tidak mau.. Semua ini aku lakukan karna aku mencintai Sakti, aku tidak mau kehilangannya... Aku membencimu Alfi." Teriak Neha.
" Perbuatanmu tidak bisa di maafkan Diana, kamu sudah membuatku menderita selama bertahun tahun.. Bahkan putraku harus tumbuh tanpa Papa di sampingnya.. Kau jahat.. Diana, kamu harus di penjara." Teriak Alfi sambil menitikkan air matanya, Hatinya kembali pedih mengingat peneritaan yang selama ini Ia rasakan karna ulah Diana.
" Sabar Fi, Tenangkan dirimu." Ucap Aldo.
" Dia jahat Do, setiap malam Aroon selalu menangis merindukan Papanya, Ia sangat menderita setelah kepergian Papanya.. Sedangkan dia.." Alfi menunjuk ke arah Diana.
" Dia bahagia.. dia tertawa bersama anak h*r*mnya... Dia harus merasakan semua penderitaan yang aku alami di balik jeruji besi." Teriak Alfi sambil menyeka air matanya.
" Tidak aku tidak mau di penjara." Teriak Neha.
Neha berlari keluar rumah menuju jalan raya, Alfi dan Aldo berusaha mengejarnya.
" Diana jangan lari kamu." Teriak Alfi masih terus mengejar Diana.
Diana berlari sambil sesekali menoleh kebelakangan, saat fokusnya hilang Ia tidak menyadari ada sebuah truk yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan, Neha menyebrang jalan begitu saja...
Tiba tiba...
Brak....
" Alfi......
TBC.....
Hayooo kira kira siapa yang tertabrak nih???
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1
Miss U All