CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Perhatian Sakti


__ADS_3

Pagi harinya Alfi mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. Sinar matahari masuk ke dalam kamarnya melalui celah celah korden, Alfi bisa menyimpulkan kalau saat ini sudah pagi.


Alfi turun dari ranjang, saat kakinya sampai ke lantai tiba tiba Alfi merasa mual lagi. Ia segera berlari ke wastafel kamar mandi, memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan putih


Huek... Huek...


Mendengar Alfi muntah muntah, Sakti segera menghampirinya.


" Mual lagi ya Yank?" Tanya Sakti. Ia memijat tengkuk Alfi dengan lembut. Alfi membersihkan mulutnya dari sisa muntahan itu.


" Minggir Mas, ini terlihat begitu menjijikkan." Ucap Alfi lemah.


" Kenapa? Aku tidak merasa jijik kok, aku juga mau merasakan susahnya masa masa kehamilanmu, bukan hanya merasakan enaknya doang, lagian kan kamu seperti ini karena ulah Mas yang sudah membuatmu hamil." Ujar Sakti.


" Apa sih Mas." Ucap Alfi malu malu.


" Maafkan aku yang sudah membuatmu jadi begini, aku nggak tega lihat kamu tersiksa seperti ini, besok besok mending nggak usah hamil lagi deh, cukup satu saja." Ujar Sakti sambil menggendong Alfi, Ia membaringkan Alfi di ranjangnya.


" Gak pa pa as, ini impian semua wanita, impian terindah seorang wanita adalah menjadi ibu untuk anak anaknya." Sahut Alfi.


" Terima kasih sayang..." Ucap Sakti.


" Aku yang harusnya berterima kasih padamu Mas, karena kamu sudah menyadarkan perasaan aku kepadamu." Ucap Alfi tulus.


" Sama sama sayang, sekarang kamu istirahat ya Mas akan buatkan susu hangat dulu untuk mengurangi mualnya." Ujar Sakti.


" Boleh deh Mas, yang rasa stroberry ya Mas." Ucap Alfi.


" Iya." Sahut Sakti.


Sakti segera turun kedapur untuk membuat susu, susu yang di khususkan untuk ibu hamil yang selalu muntah. Setelah selesai Sakti kembali ke kamarnya.


" Ini sayang di minum dulu, mumpung masih hangat." Ucap Sakti memberikan segelas susu itu kepada istrinya. Alfi segera meminumnya hingga tandas.


" Ma kasih mas." Ucap Alfi setelah meminum susunya, Ia memberikan gelas kosong kepada Sakti.


" Sama sama sayang, nggak perlu terus terusan berterima kasih, kaya' sama siapa aja." Ujar Sakti.


" Iya deh maaf." Sahut Alfi.


" Mas mau bikin sarapan dulu ya, kamu tunggu di sini aja, oh ya kamu mau makan apa?" Tanya Sakti lembut menatap Alfi.

__ADS_1


" Aku nggak mau makan Mas, rasanya mual." Jawab Alfi.


" Sayang... Walaupun setelah makan kamu merasakan mual tapi kamu harus tetap makan, biar ada nutrisi untuk baby kita, aku buatkan nasi goreng mau ya." Bujuk Sakti.


" Akan aku coba Mas." pasrah Alfi.


" Pinter." Sahut Sakti mencium kening Alfi.


Sakti berjalan keluar kamar menuruni anak tangga menuju dapur. Ternyata di sana sudah ada Mama Cintia yang sedang sibuk memasak.


" Pagi Ma." Sapa Sakti mencium pipi Mamanya.


" Pagi boy tumben pagi gini ke dapur, mau apa?" Mama Cintia balik bertanya.


" Mau bikin nasgor buat Alfi Ma." Ujar Sakti sambil menyiapkan bahan bahannya.


" Ibu hamil banyakin makan sayur Sak, biar ada vitamin yang masuk ke tubuh, biar sehat dan nggak lemes." Saran Mama Cintia.


" Iya Ma, tapi sayurnya nanti siang aja Ma, ini mau coba nasgor dulu, mual atau tidak soalnya dari pagi Alfi muntah terus Ma." Ucap Sakti yang masih sibuk dengan kegiatannya.


" Baiklah terserah kamu saja, yang penting Alfi mau makan dulu." Sahut Mama Cintia.


Setelah tiga puluh menitan, nasi goreng yang di buat Sakti sudah siap. Ia segera membawanya ke kamar beserta segelas jus jeruk untuk Alfi sang istri tercinta.


Alfi menoleh ke arah Sakti. Ia tersenyum melihat suaminya membawa nampan berisi sarapan untuknya, mirip pelayan cafe miliknya .


" Sini sarapan dulu." Ujar Sakti. Alfi duduk bersandar pada headboard ranjang.


" Minum air putih dulu sedikit biar nggak kaget perutnya." Ujar Sakti memberikan segelas air putih kepada Alfi. Alfi minum sedikit menuruti ucapan Sakti.


Setelah Alfi minum, Ia bingung karna tiba tiba Sakti mengelus perut ratanya.


" Anak papa sayang, jangan rewel ya, Mama mau memberi kamu makan, jangan di buang ya, kasian Mama udah kehabisan tenaga mukanya udah pucet banget, jangan menolak masakan Papa ya, ini akan menjadi nasi goreng terlezat di dunia kalau kamu mau menerimanya, jangan di buang ya." Bisik Sakti pada perut Alfi. Alfi begitu bahagia di perhatikan seperti ini oleh Sakti.


" Sekarang Mamanya dedek harus makan dulu, A.. " Sakti menyuapkan sesendok nasgor ke mulut Alfi.


Alfi terus mengunyah makanannya dari suap ke suap. Ia heran kenapa ia tidak merasa mual, saat di rumah Davi Ia akan selalu menolak makanan yang masuk ke mulutnya.


" Kenapa? Nggak mual kan?" Tanya Sakti, Alfi menggeleng.


" Itu karna baby kita mau di suapi Papanya, jadi dia menerimanya dan tidakemuntahkan kembali makanannya, anak Papa memang benar benar anak yang baik." Ujar Sakti.

__ADS_1


" Benarkah Mas?" Tanya Alfi.


" Benar sayang, sekarang lanjutkan makannya biar ada tenaga." Ujar Sakti kembali menyuapkan makanan ke mulut Alfi sampai habis.


Setelah menghabiskan sarapannya, Alfi segera mandi. Sedangkan Sakti sarapan dulu di bawah. Selesai mandi, Alfi hanya rebahan saja di atas kasur, entah mengapa rasanya mager, ngantuk dan terasa pengin rebahan terus di atas kasur empuknya. Entah karena Alfi yang malas atau karena bawaan calon bayinya.


Ceklek...


Pintu terbuka, Sakti masuk dengan membawa buah buahan yang sudah Ia potong potong.


" Makanlah Yank." Ucap Sakti menyodorkan sepiring buah ke arah Alfi. Alfi melihat buah apa saja yang ada di piring itu, ternyata ada apel, anggur merah, mangga, dan semangka, Semua buah kesukaannya.


" Suapi..." Rengek Alfi.


" Manjanya istriku ini." Ucap Sakti mencubit pelan hidung Alfi. Ia menyuapkan potongan buah ke mulut Alfi satu per satu.


" Apa hari ini Mas nggak kerja?" Tanya Alfi.


" Enggak, Mas cuti beberapa hari ini Mas mau nemenin kamu aja, takut kamu pengin apa apa entar nggak ada yang nyariin." Jawab Sakti.


" Aku gak pa pa kok Mas kalau kamu mau kerja, kan ada Mama juga di rumah, nanti kalau pengin apa apa aku akan menelepon kamu deh." Ujar Alfi.


" Tenang sayang aku bosnya, walaupun aku nggak kerja kita nggak akan kehabisan uang, dana akan tetap mengalir ke rekening kita kok." Ucap Sakti.


" Bukan masalah dana mas, tapi seorang Bos kan harus menjadi contoh untuk anak buahnya." Cebik Alfi.


" Iya iya, besok aja ya Mas akan kerja, khusus hari ini aku mau menghabiskan waktu berdua sama kamu." Ucap Sakti menyibak rambut Alfi. Ia menatap Istri tercintanya. Ia cium kening Alfi dengan lembut.


" Istirahatlah, Mas mau meletakkan piring ke dapur dulu, sekalian mau ke ruang kerja buka email sebentar ya." Ucap Sakti.


" Iya Mas, makasih." Sahut Alfi.


Sakti melangkah menuju pintu, Ia meletakkan piring dulu ke dapur, lalu masuk ke ruang kerja membuka email kiriman dari seseorang yang di pilihnya untuk menangani cafenya.


TBC....


Jangan lupa like koment dan votenya ya...


Beri juga hadiah buat author biar author semangat ngetiknya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All....


__ADS_2