CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Mencarimu


__ADS_3

Deg.....


Sakti membuka lipatan kertas dengan jantung yang dag dig dug jederr....


*Dear Suamiku tercinta*


Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa Mas


Maafkan aku yang selalu menorehkan luka di hatimu tanpa aku bisa menghapusnya


Maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri yang baik selama hidup mendampingimu


Maafkan aku yang terlambat menyadari perasaanku kepadamu


Setiap aku ingin membuka hatiku untuk menerimamu menjadi suamiku sepenuhnya lagi lagi kamu mengecewakanku Mas


Maafkan aku yang tak mau mengakui bahwa selama ini aku mencintaimu


Ya... Aku mencintaimu Mas namun semua sudah terlambat karena cintamu sudah bukan lagi untukku


Terima kasih atas kesabaranmu pengorbanan yang kamu berikan kepadaku selama ini


Terima kasih atas luka yang sempat kau torehkan di hati ini yang membuatku semakin rapuh


Aku bukan dirimu yang bisa bertahan dengan luka selama ini


Sejujurnya aku wanita yang rapuh, yang tidak bisa menahan rasa sakit dalam hatiku


Maafkan aku yang harus menyerah Mas


Mungkin ini saatnya aku membebaskanmu dari semua janji yang kamu ucapkan kepada Mas Davi dan Mama Elin


Aku lelah Mas.. Aku lelah dan menyerah saat ini juga


Percuma aku terus bertahan di aiaihmu di saat kau sudah tidak lagi menginginkan kehadiranku

__ADS_1


Maaf aku harus pergi jauh darimu


Aku tunggu surat gugatan cerai darimu dan kirimkan saja ke rumah Mama Elin, aku akan mengambilnya suatu saat nanti


Aku ucapkan selamat atas pertunanganmu dengan Diana semoga kalian bahagia


Kata pertama dan terakhirku


I Love U....


*From Alfia Madan*


Sakti meremas surat tersebut, hatinya sakit dan bahagia secara bersamaan, Ia begitu menyesali kecerobohannya. Bukannya hubungannya dengan Alfi semakin membaik tapi justru semuanya semakin buruk. Ia berharap Alfi mengungkapkan perasaannya tapi justru kini Alfi meninggalkannya. Air mata Sakti meleleh begitu saja di pipinya.


" Kenapa kamu pergi sayang? Kenapa kamu tidak sabar menunggu sebentar lagi? Jika kau mencintaiku maka aku lebih lebih mencintaimu sayang, ku mohon berilah petunjuk kepadaku untuk menemukanmu, aku akan membawamu pulang ke rumah ini dengan cinta, maafkan aku sayang yang telah menyakiti hatimu." Batin Sakti.


" Tunggu... Alfi bilang pertunanganku dengan Diana? Apa maksudnya dia bilang seperti itu? Darimana dia bisa menyimpulkan semua itu? Apa mungkin Diana membuat ulah lagi? Apa mungkin Diana mengatakan sesuatu kepada Alfi." Pikir Sakti dalam hati.


Tanpa pikir panjang Sakti langsung keluar menuju mobilnya, Ia melajukan mobilnya menuju rumah Davi. Ia yakin kalau Alfi ada disana. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam akhirnya mobil Sakti sampai di kediaman davi. Ia turun dari mobil lalu berlari menuju pintu rumah Davi. Sakti segera mengetuk pintunya beberapa kali.


Sakti mengetuk pintu tak berapa lama pintu terbuka dari dalam.


" Cari siapa Tuan?" Tanya Bi Ijah pelayan dirumah itu.


" Saya cari istri saya Bi, namanya Alfi apa dia ada disini?" Tanya Sakti.


" Non Alfi sudah lama tidak datang kesini Tuan." Sahut Bi Ijah.


" Benarkah begitu Bi? Tolong jangan berbohong, saat ini kami sedang dalam masalah Bi, Alfi salah paham kepadaku dan aku harus segera meluruskannya, katakan yang sejujurnya Bi apa Alfi ada di sini atau tidak." Ujar Sakti.


" Tapi Tuan, Nona Alfi memang tidak ada di sini." Sahut Bi Ijah.


" Baiklah kalau begitu Bi, ya udah Bi kalau begitu hubungi saya kalau Alfi kesini ya" Ujar Sakti.


" Baik Tuan." Sahut Bi Ijah.

__ADS_1


Sakti segera pergi dari sana, tanpa Sakti ketahui jika di balik pintu Alfi sedang menyenderkan tubuhnya. Ia menangis meratapi nasibnya. Sebenarnya Ia ingin sekali memeluk Sakti tapi Ia urungkan, Ia menahan gejolak di hatinya sekeras mungkin. Hatinya masih Sakit kala mengingat perlakuan Sakti kepadanya.


Sakti menyugar rambutnya kasar, Ia frustasi harus kemana lagi Ia mencari istrinya. Ia sudah mencari di tempat tempat yang sering di kunjungi Alfi melalui sahabat sahabatnya namun hasilnya nihil. Alfi tidak ada di sana. Harapan terakhir Sakti adalah rumah Davi, namun sepertinya sama saja, pencariannya sia sia.


Karena hari sudah malam akhirnya Sakti memutuskan untuk pulang. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya dirumah Sakti segera membersihkan diri, lalu Ia turun untuk makan malam. Di sana sudah ada Mama Cintia yang sudah menunggunya dari tadi.


" Sak kok kamu sendiri? Dimana Alfi? Kenapa sedari Mama pulang dari rumah sakitMama tidak melihatnya?" Tanya Mama Cintia cemas takut terjadi sesuatu dengan menantunya.


" Untuk beberapa hari ke depan Ia menginap dirumah Sarah Ma, orang tua Sarah pergi keluar negri untuk beberapa minggu, jadi Alfi menemaninya di sana." Kilah Sakti.


" Bukankah Sarah itu kerja? Kan harusnya Alfi pulang saat siang hari bukan malah tetap di sana, apa akan dia lakukan saat dia sendiri di sana." Ujar Mama Cintia.


" Aku juga tidak tahu Ma, mungkin Sarah cuti kali Ma." Sahut Sakti.


" Mama tidak mau tahu ada masalah apa dengan kalian berdua, yang jelas bawa pulang menantu Mama besok siang, Mama tidak menerima alasan apapun." Tegas Mama Cintia.


" Eh iya Ma, mungkin besok siang Al akan kembali." Jawab Sakti khawatir penyakit Mamanya akan kambuh lagi.


" Ya sudah sekarang Mama makan dulu ya, jangan khawatir besok Alfi pasti sudah kembali Ma." Sambung Sakti.


Mereka meneruskan makan malamnya dengan khidmat, setelah selesai Sakti segera pamit untuk istirahat di dalam kamarnya. Sampai di kamar Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Telepon tersambung, setelah beberapa saat akhirnya panggilan itu di terima oleh orang yang sedang di telepon Sakti.


" Halo, cari keberadaan istriku sekarang juga, aku tunggu kabarmu satu jam lagi." Titah Sakti.


Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya, Sakti segera memutus sambungan teleponnya. Sakti membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Ia termenung memikirkan keadaan istrinya.


" Sayang.. kamu dimana? Maafkan atas kecerobohanku yang membuatmu pergi dari sisiku, kembalilah sayang... ada satu hal yang ingin aku jelaskan padamu, pulanglah sayang aku merindukanmu, sangat merindukanmu, aku juga mencintaimu." Ujar Sakti dalam hati.


Sedangkan di tempat lain, Alfi sedang berdiri di balkon kamar. Ia menahan dinginnya angin malam seperti dinginnya hatinya saat ini. Ia merenungkan keputusannya yang mencoba menjauh dari Sakti. Alfi sudah pasrah akan takdir yang akan membawanya kemana. Jika Sakti memang jodohnya maka suatu saat nanti Ia akan kembali padanya. Tapi Jika Sakti bukan jodohnya Ia harus mengikhlaskan semuanya mulai saat ini.Tak terasa air mata meleleh begitu saja.


" Mas aku merindukanmu, apa kamu juga merindukanku? Atau kamu malah senang dengan kepergianku? Dengan begitu kamu bisa segera menikahi Diana, kenapa kamu tidak jujur dari awal kepadaku jika kamu mencintai Diana? Kenapa harus ada drama drama seperti ini segala? Kamu memberikan kenangan yang terlupakan, luka yang mendalam." Batin Alfi.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2