CINTA KEDUAKU

CINTA KEDUAKU
Meminta maaf


__ADS_3

Pagi harinya seperti tidak terjadi apa apa, begitu bangun tidur Alfi berjalan tertatih tatih menuju kamar mandi. Badannya terasa remuk redam, terutama pada bagian intinya. Ia merendam tubuhnya dengan air hangat berharap bisa merilekskan syaraf syarafnya.


Selesai mandi Ia berdandan seperti biasa dan segera turun ke bawah. Sampai di bawah rumah masih sepi, Ia duduk di taman belakang rumah sambil melamunkan apa yang telah terjadi pada takdir hidupnya.


Sakti yang baru bangun kelabakan mencari Alfi karna di dalam kamar tidak ada. Ia segera mandi dengan kilat dan mencari Alfi ke lantai bawah.


" Sayang.... Sayang kamu dimana?... Sayang." Panggil Sakti menyusuri setiap sudut rumahnya. Tidak ada jawaban.


" Sayang kamu dimana? Jangan sampai kamu meninggalkan aku sayang, aku tidak bisa hidup tanpamu." Monolog Sakti.


Sakti menuju taman belakang hingga pada akhirnya Sakti melihat Alfi yang sedang duduk termenung.


" Sayang kamu di sini?" Tanya Sakti menghampiri Alfi. Lalu Sakti duduk disamping Alfi.


" Sayang maafkan aku, aku khilaf hingga membuat mataku buta, maafkan aku yang telah menyakitimu." Ucap Sakti sambil menggenggam tangan Alfi.


" Lepaskan tanganmu! Aku tidak sudi di sentuh oleh pria brengsek sepertimu." Sinis Alfi.


" Yank ku mohon jangan seperti ini." Ujar Sakti.


" Aku bilang lepas." Sentak Alfi menarik tangannya. Ia segera berdiri menatap nyalang Sakti.


" Maaf maaf maaf, aku bosan mendengar kata maaf yang terlontar dari bibirmu Mas, pertama kau merenggut nyawa suamiku, kedua kau merenggut Mama Elin dariku, dan sekarang kau pun sudah merenggut kesucianku, kenapa kau tidak merenggut nyawaku sekalian." Teriak Alfi terus menatap Sakti. Tidak ada air mata kali ini, hanya ada kebencian saja.


" Tidak sayang jangan katakan seperti itu." Ucap Sakti.


" Kau benar, aku memang wanita murahan, aku bahkan sudah tidak suci lagi saat kau sentuh bukan? Jadi mulai sekarang lepaskan aku, aku ingin mengakhiri semua ii, aku ingin pergi jauh darimu." Sambung Alfi.


" Jangan katakan itu, aku minta maaf." Ucap Sakti.


" Aku mau memaafkanmu dengan satu syarat." Ucap Alfi membuat Sakti mendongak menatap mata Alfi.


" Apapun syaratnya aku akan memenuhinya." Ujar Sakti.


" Ceraikan aku." Tegas Alfi.

__ADS_1


" Tidak.... Jika itu sayaratnya aku tidak akan memenuhinya, aku tidak akan pernah menceraikanmu, aku mencintaimu Alfi bahkan aku sangat mencintaimu, tidak peduli kau mencintaiku atau tidak, yang jelas aku tidak akan pernah menceraikanmu, silahkan kau marah padaku, benci aku sesukamu, aku akan bersedia menerimanya tapi aku tidak akan melepaskanmu, selamanya kau akan menjadi milikku." Ucap Sakti dingin.


" Baiklah, berarti aku yang harus menggugat cerai dirimu." Ucap Alfi ingin pergi dari sana, tapi sebelum melangkah Sakti mencekal tangannya.


" Jangan pernah bertindak sesuka hatimu Alfia Madan." Ucap Sakti berdiri berhadapan dengan Alfi.


" Bukankah kau juga bertindak sesuka hatimu? Jangan bersandiwara lagi Sakti, aku sudah tahu semuanya, aku sudah tahu semua kebusukanmu dengan Diana." Sinis Alfi.


" Apa maksudmu?" Selidik Sakti.


" Jangan pura pura tidak tahu apa apa, setelah apa yang kau lakukan padaku." Ketus Alfi.


Sakti mengerutkan keningnya Ia benar benar tidak paham dengan apa yang diucapkan Alfi.


" Aku benar benar tidak paham dengan maksud ucapanmu sayang, katakan yang jelas agar aku tahu kemana arah ucapanmu." Ujar Sakti.


" Baiklah akan aku perjelas semuanya, sebelum kamu melakukannya padaku kau sudah pernah melakukannya dengan Diana bukan?" Tanya Alfi menatap tajam ke arah Sakti.


" Tidak, aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun, ini yang pertama untukku." Tegas Sakti.


" Bohong... Kau pembohong Sakti Arviano." Teriak Alfi tiba tiba. Sakti segera memeluk Alfi tetapi Alfi menolaknya.


" Kau bahkan sampai mengakui perasaanmu kepadanya, kau bilang apa? Kau menikahiku hanya sebagai bentuk tanggung jawabmu kan? Kau tidak pernah mencintaiku Sakti.... Kau hanya bertanggung jawab atas diriku karena kau telah membunuh suamiku, Kau pembohong Sakti Arviano, Aku membencimu." Bentak Alfi.


Tanpa mendengarkan pembelaan dari Sakti, Alfi segera berlari masuk ke dalam kamarnya di ikuti Sakti dari belakang.


Sesampainya di kamar Alfi berdiri di depan cermin, Ia membanting semua barang yang ada disana dengan satu kali sapuan tangan.


" Aaaarrgghhh...." Teriak Alfi sambil menyugar rambutnya. Ia merasa frustasi, disaat hatinya terlukis nama Sakti, justru Sakti mengecewakannya.


" Sayang kendalikan dirimu."Ucap Sakti segera mendekat dan memeluk Alfi.


" Lepas... lepas... lepaskan aku brengsek." Bentak Alfi.


" Sayang kita bisa bicarakan baik baik, jangan seperti ini! Ku mohon kontrol emosimu, aku tidak mau kamu sakit lagi." Ucap Sakti lembut.

__ADS_1


" Hiks...hiks...hiks... Kau juga tidak mau membicarakan baik baik kepadaku bukan? Kau jahat Sakti.. Kau lebih percaya pada gambar yang di kirimkan orang lain dari pada bertanya padaku, kamu menyakitiku, Aku membencimu... " Ucap Alfi di sela sela isakannya.


" Sayang maafkan aku... Aku salah telah menyakitimu, maafkan aku sayang hiksss." Isak Sakti.


" Mas Davi..... Aku juga membencimu, kenapa kau menyerahkan aku kepada pria brengsek yang tidak mau mendengar penjelasan istrinya? Kau memberikanku kepada orang yang salah, harusnya waktu itu aku ikut mati saja bersamamu, aku akan lebih bahagia bila aku bisa mati bersamamu Mas Davi... Aku ingin mati saja..." celoteh Alfi.


" Tidak sayang, kau tidak boleh meninggalkan aku, jangan berbicara seperti itu lagi, kau akan hidup bersamaku selamanya." Ucap Sakti.


Mereka berdua luruh kelantai sambil merenungi kesalahan masing masing.


Setelah beberapa saat, Alfi sudah mulai tenang. Ia duduk bersandar pada ranjang.


" Sayang jelaskan, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu hm, kenapa kamu bisa berpikir jika aku punya hubungan dengan Diana, aku sama sekali tidak ada hubungan apa apa dengannya sayang." Ucap Sakti lembut.


Akhirnya Alfi menceritakan tentang apa yang Ia dengar di cafe dan bagaimana Diana mengakui hubungan mereka tanpa ada yang terlewat.


" Sayang, yang kau dengar saat di cafe itu baru separuhnya, ada lanjutannya yang mengatakan kalau aku mencintaimu sejak pertama melihatmu, aku bisa membuktikannya sayang tapi ah sayang sekali cctv di sana waktu itu sedang bermasalah." Ujar Sakti menangkup wajah Alfi.


" Kalau soal kemarin, aku tidak tahu kalau kamu telepon aku, karna tidak ada riwayat panggilannya di ponselku." Jelas Sakti.


" Berarti Diana menghapusnya? Apa dia mencintaimu? Aku yakin Dia pasti menginginkanmu Mas" Ujar Alfi.


" Tapi aku hanya menginginkanmu sayang, hanya kamu tidak ada yang lain." Tegas Sakti.


" Aku akan menunjukkan buktinya padamu, aku takut kamu lebih percaya padanya daripada aku." Sindir Alfi.


Alfi segera bangkit untuk mengambil ponselnya, Ia tunjukkan pesan dari Diana dan riwayat teleponnya. Sakti menjadi yakin, jika ada sesuatu yang di rencanakan Diana.


" Sayang... Lalu siapa laki laki yang kemarin bersamamu?" Tanya Sakti setelah keduanya duduk di atas ranjang.


" Dia...


Sakti eror nih... Bukannya Alfi sudah bilang ya???Hhhh


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya..

__ADS_1


Miss U All..


TBC.....


__ADS_2